ANALISIS CROWDFUNDING SYARIAH BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH COMPLIANCE SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM PRODUK PERBANKAN SYARIAH

  • Anisah Novitarani Diponegoro University Semarang
  • Ro’fah Setyowati Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Diponegoro
Keywords: Islamic Banking, fintech, sharia crowdfunding, Islamic principles, Islamic finance

Abstract

The presence of fintech in the form of crowdfunding with sharia principles can increase financing in Islamic banking. The concept of Islamic crowdfunding must basically be guided by the Qur'an and the Sunnah. This is in accordance with the Fatwa of the National Sharia Council-Indonesian Ulama Council (DSN-MUI) Number 117 / DSN-MUI / II / 2018. Referring to the Fatwa of the DSN-MUI, sharia crowdfunding in its implementation must be in accordance with Islamic law. The suitability of Islamic law with the concept of sharia crowdfunding can be seen from the perspective of shariah compliance, which must be free from gambling (maysīr), usury (ribā), fraud (gharar) and wrongdoers (ẓālim). Sharia crowdfunding can have at least two types of contracts in the transaction, musyārakah and qarḍ. The two contracts must fulfill their respective terms and conditions so that the contract implemented can be considered valid. Problems that are often faced in implementing crowdfunding are in terms of legality and security. The problem of the law regarding the practice of sharia crowdfunding needs to be monitored by the National Sharia Board in order to conform to sharia so that people do not hesitate to invest through the sharia crowdfunding platform.

References

Akbar, Dhoni Siamsyah Fadillah. “Mendorong Crowdfunding untuk Peningkatan Investasi di Indonesia”. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Dalam www.kemenkeu.go.id, diakses 5 Juli 2018.
Aldila, Nindya. “Fintech Syariah Diyakini Jadi Katalisator Pembangunan Keuangan Syariah”, dalam www.finansial.bisnis.com, diakses pada 5 Juli 2018.
Andaleeb, U., & A.K. Mishra. “Equity Crowdfunding in Syariah Compliant Nations: an Outlook in the Middle-East”. Global Journal of Finance and Management, Vol. 8, No. 1, (2016).
Arifin, S.R., & Wisudanto. “Crowd-funding sebagai Alternatif Pembiayaan Pembangunan Infra-struktur”. University Network for Indonesia Infrastructure Develop-ment, September, (2017).
Baldan, Zaki Mursidan. “Kenalan dengan Indves, Platform Crowdfunding Berbasis Syariah, dalam www.thenextdev.id, diakses 13 November 2018.
BNI Syariah. “Siaran Pers: Inovasi BNI Syariah Untuk Gaya Hidup Hasanah”, BNI Syariah, dalam www.bnisyariah.co.id, diakses 13 November 2018.
Budiman, F. (2013). “Karakteristik Akad Pembiayaan Al-Qardh Sebagai Akad Tabarru'”. Yuridika, Vol. 28, No. 3, (2013).
Budiono, A. Penerapan Prinsip Syariah Pada Lembaga Keuangan Syariah. Jurnal Law and Justice, Vol. 2, No. 1, (2017).
Cahyadi, A. “Mengelola Hutang dalam Prespektif Islam”. Esensi: Jurnal Bisnis dan Manajemen, Vol. 4, No. 1, (2014).
Finansialku.com. “Definisi Fintech”. https://www.finansialku.com/definisi-fintech-adalah/ diakses pada 5 Juli (2018).
Flouridaningrum, Sasmita. “Mengapa Memilih FinTech Syariah?”. Indopos Online, www.indopos.co.id, diakses 6 Juli 2018.
Hasanudin. “Kontroversi Hukum Asuransi”. Jurnal Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, Vol. XII, No. 1, (2018).
Hasibuan, P. H. Analisis Hukum Asuransi. Jurnal Yurisprudentia, Vol. 2, No. 1, (1989).
Ika, Aprillia. “OJK Segera Keluarkan Aturan ‘Crowdfunding’ Sebelum Juli”. Kompas Online, dalam www.ekonomi.kompas.com, di-akses 28 September 2018.
Imama, L. S. “Konsep dan Implementasi Murabahah Pada Produk Pembiayaan Bank Syariah”. Dalam Jurnal Iqtishadia: Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah, Vol. 1, No. 2, (2014).
Koswara, Asep. “Bagaimana Hukum Crowdfunding dalam Islam?” dalam www.syariahx. blogspot. com, diakses 29 September 2018 .
Kulsum, Umi. “Fintech setuju OJK mengatur bisnis equity crowdfunding di Indonesia”, Kontan Online, dalam www.keuangan.kontan.co.id/ diakses 12 November 2018.
Madjid, S. S. “Prinsip-Prinsip (Asas-Asas) Muamalah. Dalam Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 2, No. 1, (2018).
Muamalatku Team. “Crowdfunding Syariah sebagai Alternatif Pembiayaan Syariah”, dalam www.muamalatku.com, diakses 6 Juli 2018.
Nurhisam, L. “Kepatuhan Syariah (Sharia Compliance) dalam Industri Keuangan Syariah”. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, Vol. 23, No. 1, (2016).
Ramdania. “Asia ‘Booming’ Galang Dana Syariah”, dalam www.dream.co.id, diakses 5 Juli 2018.
Rasyid, M. Az-Zahra, & Ro’fah Setyowati. “Crowdfunding Syariah Untuk Pengembangan Produk Perbankan Syariah Dari Perspektif Syariah Compliance”. Jurnal Diponegoro Law Journal, Vol. 6, No. 4, (2017).
Respati, Yogie. “Langkah Mudah Berwakaf di Wakaf Hasanah BNI Syariah”, dalam www. keuangansyariah.mysharing.co, diakses 13 November 2018.
Sa’diyah, M., & Aziroh, N. “Musyarakah Dalam Fiqih dan Perbankan Syariah”. Jurnal Equilibrium, No. 2, (2014).
Septyaningsih. “Asosiasi Sebut Jumlah Fintech Syariah Semakin Bertambah”, Republika Online, dalam www.republika.co.id, diakses 5 Juli 2018.
Sukardi, B. “Kepatuhan Syariah (Syariah Compliance) dan Inovasi Produk Bank Syariah di Indonesia. \urnal Akademika: Jurnal Pemikiran Islam, Vol. 17, No. 2, (2012).
Syafran, Masagus. “Mengenal Lebih Jauh Mengenai Crowdfunding”, dalam www.id.techinasia.com, diakses 28 September 2018.
Syahra Sya, Tiara. “Jangan Salah Pilih! Ketahui Dulu Kriteria Properti Syariah Yuk”, dalam www. blog.urbanindo.com, diakses 29 September 2018.
Trimulato, T. “Analisis Potensi Produk Musyarakah Terhadap Pembiayaan Sektor Riil UMKM”. Dalam Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, Vol. 18, No. 1, (2017).
Published
2018-12-05