INTERKONEKSI FIKIH HISAB RUKYAT DAN ILMU GEODESI

  • Marwadi Marwadi Fakultas Syariah IAIN Purwokerto
Keywords: interconnection, fiqh of ‘hisab-rukyat’, geodesy, validity, convertion

Abstract

Islamic studies, including fiqh, using an integration-interconnection approach with other sciences are important to do to get a more complete perspective. One of them is the interconnection of “hisab-rukyat” fiqh with geodesy. In general, the study of the Qibla direction, the beginning of prayer times, the beginning of the qamariah month, and eclipses in “hisab-rukyat” fiqh, uses the general formula of spherical trigonometry with a round earth reference. Round earth references in the study of the region differ from the real condition of the earth in the form of an ellipsoid as described in geodesy. To get more valid results, it is important to convert latitude and place height. The latitude of the place obtained by reference or GPS is the geodetic latitude with the earth reference in the form of an ellipsoid, whereas the spherical trigonometry formula refers to the shape of a round Earth. The place height obtained through GPS is the ellipsoid height, not the desired orthometric height (above the average surface of sea water). By converting these data, studies of the “hisab-rukyat” fiqh can be more valid. By increasing the validity of the calculation results, the interconnection between “hisab-rukyat” fiqh and geodesy appears in the form of complementation, meaning that data and findings of geodesy can complement data and analysis in “hisab-rukyat” fiqh, so that it is possible to draw more valid conclusions.

References

Abdullah, M. Amin. Islamic Studies di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.
________. “Etika Tauhidik Sebagai Dasar Kesatuan Epistemologi Keilmuan Umum dan Agama: Dari Paradigma Positivistik-Sekularistik ke Arah Teoantroposentrik-Integralistik” dalam M. Amin Abdullah, dkk. Menyatukan Kembali Ilmu-ilmu Agama dan Umum: Upaya Mempertemukan Epistemologi Islam dan Umum. Yogyakarta: Suka Press, 2003.
Abidin, Hasanuddin Z. Geodesi Satelit. Jakarta: Pradnya Paramita, 2001.
________. Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya. Jakarta: PT Pradnya Paramita, 2007.
Ahmad, Tgk. T. Mahmud. Peranan Hisab Rukyah dan Azimut Qiblat. Banda Aceh: Yayasan Pena, 2016.
Ali, Atabik dan A. Zuhdi Muhdlor. Kamus Kontemporer Arab Indonesia. Yogyakarta: Multi Karya Grafika, 1998.
Anugraha, Rinto. Mekanika Benda Langit. Yogyakarta: Fakultas MIPA UGM, 2012.
Anwar, Syamsul. Intekoneksi Studi Hadis dan Astronomi. Yogyakarta: Suara Muahammadiyah, 2012.
Azhari, Susikan. Penggunaan Sistem Hisab dan Rukyat di Indonesia: Studi tentang Interaksi Muhammadiyah dan NU. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama RI, 2007.
________. Ensiklopedi Hisab Rukyat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
Bagir, Zainal Abidin, dkk., (ed.). Integrasi Ilmu dan Agama: Interpretasi Untuk Aksi. Jakarta: Mizan, 2005.
Departemen Agama RI. Pedoman Penentuan Jadwal Waktu Shalat Sepanjang Masa. Jakarta: Direkorat Bibanperais, 1994.
Iman, Ma’rifat. Kalender Pemersatu Dunia Islam. Jakarta: Gaung Persada Press, 2010.
Izzuddin, Ahmad. Akurasi Metode-metode Penentuan Arah Kiblat. Jakarta: Kementerian Agama RI, 2012.
________. Fiqh Hisab Rukyat di Indonesia: Upaya Penyatuan Mazhab Rukyah dengan Mazhab Hisab. Yogyakarta: Logung Pustaka, 2003.
Kadir, A. Quantum Hisab Rukyat: Cara Cepat Pintar Kalkulasi Arah Kiblat Syar’i, Waktu-waktu Shalat Abadi, Plus Awal Bulan dan Gerhana. Semarang: Fatawa Publishing.
Kahar, Joenil. Geodesi. Bandung: ITB, 2008.
Khafid. “Ketelitian Penentuan Arah Kiblat dari Sudut Pandang Geodesi”, makalah tidak diterbitkan, tahun 2011.
Khallaf, Abd Al-Wahhab. ‘Ilm Usul al-Fiqh. Kairo: Maktabah al-Dakwah al-Islamiyah, 1956.
Khazin, Muhyiddin. Kamus Ilmu Falak. Yogyakarta: Buana Pustaka, 2005.
________. Ilmu Falak dalam Teori dan Praktik. Yogyakarta: Buana Pustaka, 2004.
Mudzhar, M. Atho. Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberasi. Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 2000.
Munawwir, Ahmad Warson. Kamus Al-Munawwir. Surabaya: Pustaka Progessif, 1997.
Mustofa, Agus. Jangan Asal Ikut-ikutan Hisab dan Rukyat.Surabaya: Padma Press, 2013.
Prahasta, Eddy. Sistem Informasi Geografis: Konsep-konsep Dasar Perspektif Geodesi & Geomatika. Bandung: Informatika, 2009.
Riyanto, Waryani Fajar. Integrasi-interkoneksi Keilmuan: Biografi Intelektual M. Amin Abdullah (1953-.....) Person, Knowledge, and Institution. Yogyakarta: Suka Press, 2013.
Ruskanda, H.S. Farid. 100 Masalah Hisab dan Rukyat: Telaah Syariah, Sains dan Teknologi. Jakarta: Gema Insani Press, 2005.
Supriatna, Encup. Hisab Rukyat dan Aplikasinya. Bandung: Refika Aditama, 2007.
Tim Penyusun. Almanak Hisab Rukyat. Jakarta: Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, 2007.
Tim Penyusun. Buku Saku Hisab Rukyat. Jakarta: Sub Direktorat Binsyar dan Hisab Rukyat, 2013.
Tim Penyusun. Selayang Pandang Hisab Rukyat. Jakarta: Dirjen Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji, 2004.
Widiana, Wahyu. Hisab Rukyat Jembatan Menuju Pemersatu Umat. Tasikmalaya: Yayasan Asy-Syakirin, 2005.
Zahrah, Muhammad Abu. Uṣūl al-Fiqh. Mesir: Dar al-Maarif, 1958.
Software http://srgi.big.go.id/srgi/?page _id =19.
Published
2018-12-05