Tradisi Penyelesaian Sengketa Kewarisan Masyarakat Kalimantan Tengah (Studi pada Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya)

  • Ibnu Elmi Achmat Slamat Pelu IAIN Palangka Raya
  • Ahmad Syaikhu IAIN Palangka Raya
  • Jefry Tarantang IAIN Palangka Raya
Keywords: tradisi, penyelesaian sengketa, waris, Katingan, Palangka Raya

Abstract

The people of Central Kalimantan, especially in the District of Katingan and the City of Palangka Raya in resolving inheritance disputes prioritize deliberations by peaceful means and do not conflict with Islamic law. Because, Islamic law also accommodates customary laws, as long as it does not conflict with Islamic tenets. The tradition of resolving the inheritance disputes of the people of Central Kalimantan in the Katingan Regency and Palangka Raya City is in accordance with the custom in resolving inheritance disputes prioritizing peace by using Islamic law first and then holding a meeting to agree on the determination of shares and distribution of assets. The legal enforcement of the settlement of inheritance disputes in the community is recognized absolutely and they also apply farā’id (Islamic inheritance) law first, then deliberations are carried out in a family consensus with the principle of peace.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Rachmad Budiono, Pembaruan Hukum Kewarisan Islam Di Indonesia, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 1999, Cet. 1.
Abdul Wahid dan Muhibbin, Hukum Kewarisan Islam, Jakarta: Sinar Grafika, 2009.
Abu Ahmad Chalid Narbuko, Metode Penelitian, Jakarta: Bumi Aksara, 2007, Cet. VIII.
Ahmad Rofiq, Fiqh Mawaris, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2001.
Ahmad Rofiq, Fiqh Mawaris, Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 1998.
Abu Abdullah Muhammad bin Yazid Ibnu Majah, Tarjamah Sunan Ibnu Majah Jilid III, alih bahasa Abdullah Shonhaji, Semarang: CV. Asy Syifa’, 1993, cet. 1.
Ahmad Rofiq, Fiqh Mawaris, Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2001, Cet. 4.
Ahmad Rofiq, Hukum Kewarisan Islam, Jakarta: Prenada Media, 2004.
Akhmad Haries, Analisis Tentang Studi Komparatif Antara Hukum Kewarisan Islam dan Hukum Kewarisan Adat, Jurnal Fenomena, Vol. 6, No. 2, 2014.
Ali bin Umar Ad-Daruquthni, Sunan Ad-Daruquthni Jilid 4, alih bahasa Amir Hamzah Fachrudin, Jakarta: Pustaka Azzam, 2008, cet. 1.
Amir Syarifuddin, Garis-Garis Besar Ushul Fiqh, Jakarta: Kencana, 2012.
Anita Kamilah dan M. Rendy Aridhayandi, Kajian Terhadap Penyelesaian Sengketa Pembagian Harta Warisan Atas Tanah Akibat Tidak Dilaksanakannya Wasiat Oleh Ahli Waris Dihubungkan Dengan Buku Ii Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Tentang Benda (Van Zaken), Jurnal Wawasan Hukum, Vol. 32, No. 1, Februari 2015.
Anita Kamilah dan M. Rendy Aridhayandi, Jurnal Wawasan Hukum Universitas Brawijaya Malang Vol. 32, No. 1 Februari 2015.
Asni Zubair, dkk., “Integrasi Hukum Islam dan Hukum Adat dalam Pewarisan Masyarakat Bugis Bone (Studi di Kecamatan Palakka)”, Jurnal Al-Risalah , Januari -Juni 2016.
Asni Zubair, dkk., “Integrasi Hukum Islam dan Hukum Adat dalam Pewarisan Masyarakat Bugis Bone (Studi di Kecamatan Palakka)”, Jurnal Al-Risalah , Januari -Juni 2016.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Katingan, Kabupaten Katingan dalam Angka 2018, Katingan: Badan Pusat Statistik Kabupaten Katingan, 2018.
Badan Pusat Statistik Kota Palangka Raya, Palangka Raya dalam Angka 2018, Palangka Raya: Badan Statistik Kota Palangka Raya, 2018.
Bahrudin, Implikasi Legalitas Akta Hibah Terhadap Hak Anak Angkat Mendapatkan Wasiat Wajibah Dalam Harta Waris, Malang: UIN Malang, 2011.
Beni Ahmad Saebani, Fiqih Mawaris, Bandung: CV Pustaka Setia, 2009.
Beni Khaerani, Pandangan Hakim Pengadilan Agama Kota Malang Tentang Hibah Wasiat (Perspektif KHI dan Hukum Positif dalam Pasal 968 dan 992 KUH Perdata), Malang: UIN Malang, 2011.
Bey Arifin, dkk., Tarjamah Sunan Abu Daud, Semarang: CV. Asy Syifa’, 1993.
Bushar Muhammad, Asas-Asas Hukum Adat, 2003, Jakarta; Pradnya Pramita, cet. Ke. 12.
C. Snouck Horgronje, De Atjehers, 1893, jilid-1.
Chairun Anwar, Hukum Adat Indonesia, Meninjau Hukum Adat Minang, Jakarta ; Rineka Cipta, Cet-1, 1997.
Departeman Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi ketiga, Jakarta: Balai Pustaka, 2005, h. 1208.
Departemen Agama R.I., Terjemah dan Tafsir Al-Qur’an Huruf Arab dan Latin
Eman Suparman, Hukum Waris Indonesia Dalam Perspektif Islam, Adat dan BW, Bandung: Refika Aditama, 2005.
Fatahuddin Azis Siregar, Pembagian Harta Warisan Menurut Al-Qur’an dan Sunnah, Jurnal Fitrah, Vol. 8, No. 1, Januari-Juni 2014.
Habiburrahman, Rekonstruksi Hukum Kewarisan Islam di Indonesia, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011.
Hadi Sabari Yunus, Metodologi Penelitian Wilayah Kontemporer, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
http://etheses.uin-malang.ac.id.
http://repo.iain-tulungagung.ac.id.
https://id.m.wikipedia.org
https://jdih.katingankab.go.id
Ika Islamiatiningsih, Pembagian Harta Peninggalan Dengan Pertimbangan Kemampuan Ekonomi Ahli Waris di Desa Langkap Kec. Bangsalsari Kab. Jember, Skripsi Malang: UIN-Malang, 2010.
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, Rineka Cipta, Jakarta, 2005.
Asy-Syari’ah, Vol. 17, No. 2, Agustus 2015.
Komari, Eksistensi Hukum Waris di Indonesia: Antara Adat dan Syariat, Jurnal Asy-Syari’ah, Vol. 17, No. 2, Agustus 2015.
Komite Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar, Hukum Waris, Alih bahasa Addys Aldizar dan Fathurrahman, Jakarta Selatan: Senayan Abadi Publishing, 2004, Cet. 1.
Kompilasi Hukum Islam (KHI).
Kukuy, 2009, Informasi Umum dan Sejarah di KalimantanTengah, http://archive.kaskus.co.id/thread/1502872.
M Suparta dan Djedjen Zainuddin, Fiqih Madrasah Aliyah: Kelas Tiga, Semarang: PT Karya Toha Putra, T.th.
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an.
Miftahul Arifin dan A. Faishal Hag, Ushul Fiqh Kaidah-kaidah Penetapan Hukum Islam, Surabaya: Citra Media, 1997.
Mohammad Yasir Fauzi, Legislasi Hukum Kewarisan di Indonesia, Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, Vol. 9, No. 2, Agustus 2016.
Muhammad Jawad Mughniyah, Fiqh Lima Mazhab: Ja’fari, Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali, alih bahasa Masykur A. B., Afif Muhammad dan Idrus Al-Kaff, Jakarta: Lentera, 2003, Cet. 10.
Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid, Panduan Waris Empat Madzhab, alih bahasa oleh Wahyudi Abdurrahman, Jakarta: Al-Kautsar, 2009.
Muhammad Nashiruddin Al Albani, Shahih Ibnu Majah Jilid 1, alih bahasa Iqbal dan Mukhlis BM, Jakarta: Pustaka Azzam, 2007.
Muhammad Nashiruddin Al Albani, Shahih Sunan Abu Daud, alih bahasa Ahmad Taufik Abdurrahman dan Shofia Tidjani, Jakarta: Pustaka Azzam, 2006, cet. 1.
Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum, Jakarta: Kencana, 2010.
Prosiding Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu & Call for Papers UNISBANK Ke-3 (SENDI-U3) 2017, ISBN 9-789-7936-499-93.
Siti Muna Hayati, Basuluh Suku Banjar dalam Sengketa Waris, Alhukama The Indonesian Journal of Islamic Family Law, Vol. 06, No. 01, Juni 2016.
Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: UI-Press, 2008.
Supriyadi, Pilihan Hukum Kewarisan dalam Masyarakat Pluralistik (Studi Komparasi Hukum Islam dan Hukum Perdata), Jurnal Al-‘Adalah, Vol. XII, No. 3, Juni 2015.
Syaikh Imam Al-Qurthubi, Tafsir Al-Qurthubi, Jilid 5, Penerj. Ahmad Rijali Kadir, Jakarta: Pustaka Azzam, 2008.
Syarif Dahlan dan Iwan Haryanto, Eksistensi ADR dalam Penyelesaian Sengketa Harta Waris Pada Masyarakat Suku Samawa, Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, Vol. IV, No.2, Agustus 2018.
Syekh Syamsuddin Abu ‘Abdillah Muhammad bin Qasim, Fathul Mu’in, Pdf., T.Td.
Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Falsafah Hukum Islam, Semarang: PT Pustaka Rizki Putra, 2001.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ed. 3, Cet. 3, Jakarta: Balai Pustaka, 2005.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2008.
Tim Penyusun, Hukum Waris, alih bahasa oleh addys Aldizar dan Fathurrahman, Jakarta: Senayan Abadi Publishing, 2004.
Zulfa Jamalie, “Akulturasi dan Kearifan Lokal dalam Tradisi Baayun Maulid pada Masyarakat Banjar, t.th.
Published
2019-11-28
How to Cite
Pelu, I. E., Syaikhu, A., & Tarantang, J. (2019). Tradisi Penyelesaian Sengketa Kewarisan Masyarakat Kalimantan Tengah (Studi pada Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya). Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 13(2), 203-216. https://doi.org/https://doi.org/10.24090/mnh.v13i2.2027
Section
Articles
Share |