TRADISI BERPIKIR DALAM USUL FIKIH (Memetakan Porsi, Posisi dan Proporsi Akal Sebagai Nalar Berpikir dalam Hukum Islam)

  • Syamsul Wathani UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Keywords: akal, tradisi berpikir, usul fikih, pendekatan kategoris, hukum Islam

Abstract

Artikel ini membahas akal sebagai sebuah nalar berfikir dalam tradisi usul fikih. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kategoris-kritis, untuk melihat  dan memetakan porsi, posisi dan proporsi akal sebagai alat atau metode dalam melahirkan hukum Islam. Artikel ini diharapkan bisa memetakan dan menempatkan akal secara bijak dalam peran dan aktivitasnya sebagai perangkat dalam mengeluarkan hukum Islam. Meletakkan akal sebagai metode berfikir hukum Islam di tempatnya secara proporsional. Memberikan pandangan mengenai penggunakan akal sebagai sebuah concern dalam  tradisi kajian usul fikih. Serta  menghilangkan justifikasi negatif mengenai penggunaan akal dalam melahirkan hukum agama.

References

Abu Zahrah, Muhammad. Usul al-Fiqh. Kairo: Dar al-Fikr al-‘Arabi, 1958.
Abdullah , M. Amin. “Al-Ta’wil al-‘Ilmi: Ke Arah Perubahan Paradigma Penafsiran Kitab Suci,” dalam jurnal al-Jami’ah, No. 39, Tahun 2001.
Al-Alwani, Taha Jabir. Metodologi Hukum Islam Kontemporer, terj. Yusdani. Yogyakarta: UUI Press, 2001.
Arief, Abdul Salam. ”Kontribusi al-Syafi’i Terhadap Jurisprudensi Islam”, Dalam Jurnal al-Jami’ah, No. 56, Tahun 1994.
Arkoun, Muhammad. Membedah Pemikiran Islam, terj. Hidayatullah. Bandung: Pustaka, 2000.
Darwis, Mohammad. “Maqasid al-Syariah dan Pendekatan Sistem Dalam Hukum Islam Persfektif Jasser Auda”, dalam M. Arfan Mu’ammar (dkk.). Studi Islam Persfektif Insider/Outsider. Yogyakarta: IRCiSoD, 2013.
Hanafi, Hasan. Islamologi I: Dari Teologi Statis ke Anarkis, terj. Miftah Faqih. Yogyakarta: LKiS, 2003.
Harb, Ali. Relativitas Kebenaran Agama: Kritik dan Dialog, terj. Umar Bukhory. Yogyakarta: IRCiSoD, 2001.
Ibnu Manzur. Lisan al-‘Arab. Beirut: Dar al-Kutb al-‘Ilmiyyah, 1996.
Al-Jabiri, Muhammad ‘Abid. Bunyah al-‘Aql al-‘Arabi; Dirasah Tahliliyyah Naqdiyyah li al-Nuzum al-Ma’rifah fi al-S|aqafah al-‘Arabiyyah. Beirut: al-Markaz al-Saqafi al-‘Arabi, 1993.
________. Takwin al-‘Aql al-‘Arabi. Libanon: Markaz Dirasat al-Wahdah al-‘Arabiyah, 1989.
________. Post Tradisonalisme Islam, terj. Ahmad Baso. Yogyakarta: LKiS, 2000.
Khallaf, Abdul Wahhab. Ilm Uşûl al-Fiqh. Beirut: Dar al-Fikr, 1998.
________. 'Ilm Usul al-Fiqh. Mesir: Dar al-Qalam, 1990.
Al-Kumayi, Sulaiman. Inilah Islam: Telaah Terhadap Pemikiran Hasbi Ash-Shiddiqieqy Dalam Bidang Tafsir, Feminisme, Teologi, Neosufisme, dan Gagasan Menuju Fiqh Indonesia. Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2006.
La Jamaa, “Konsep Ta’abbudi dan Ta’aqquli dan Implikasinya Terhadap Pengembangan Hukum Islam”, dalam Jurnal Asy-Syir’ah: Jurnal Syari’ah dan Hukum, Vol. 47, No. 1, Juni 2013.
Al-Maliki, Muhammad Alwi. Syari’atullah al-Khalidah: Dirasah fi Tarikh Tasyri’ Ahkam wa Maz|ahib al-Fuqaha’ al-A’lam. Makkah: tnp, t.t.
Mazkur, Muhammad Salam. Al-Ijtihad fi Tasyri’ al-Islami. Kairo: Dar an-Nahdah al-‘Arabiyah, 1984.
Minhaji, Akh. “Ushul Fiqh dan Perubahan Sosial Dalam Persfektif Sejarah”, dalam Amin Abdullah, dkk. Mencari Islam: Studi Islam Dengan Berbagai Pendekatan. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2000.
Mubarok, Jaih. Metodologi Ijtihad Hukum Islam. Yogyakarta: UII Press, 2002.
Mu’ammar, M. Arfan. “Islam Progresif dan Ijtihad Progresif: Membaca Gagasan Abdullah Saeed”, dalam M. Arfan Mu’ammar, dkk. Studi Islam Persfektif Insider/Outsider. Yogyakarta: IRCiSoD, 2013.
Mudzhar, M. Atho’. Membaca Gelombang Ijtihad: Antara Tradisi dan Liberasi. Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1998.
Munawwir, Ahmad Warson. Kamus Aal-Munawwir. Surabaya: Pustaka Progressif, 1997.
Mustafa, Ibrahim. Al-Mu’jam al-Wasit. Ttp. : Mustafa al-Babi al-Halabi, t.t.
Nasution, Harun. Akal dan Wahyu dalam Islam. Jakarta: UI Press, 1986.
Nugroho, Anjar. “Fikih Kiri: Revitalisasi Ushul Fiqh untuk Revolusi Sosial”, dalam jurnal Al-Ja mi‘ah, Vol. 43, No. 2, Tahun 2005.
Pujiono. Hukum Islam dan Dinamika Perkembangan Masyarakat: Menguak Pergeseran Prilaku Kaum Santri. Jember: STAIN Jember Press, 2011.
Al-Qardawi, Yusuf. Al-Qur’an Berbicara Tentang Akal dan Ilmu Pengetahuan, terj. Abdul Hayyie Al-Kattani, dkk. Jakarta: Gema Insani, 1998.
Roy, Muhammad. Ushul Fiqh Mazhab Aristoteles: Pelacakan Logika Aristoteles dalam Qiyas Ushul Fiqh. Yogyakarta: Safira Insani Press, 2004.
________. Dekonstruksi Teori Hukum Islam: Kritik Terhadap Konsep Maslahah Najmuddin al-Tufi. Yogyakarta: Kaukaba, 2014.
Saeed, Abdullah. Islamic Thought an Introduction. New York: Rouledge, 2006.
Siregar, Amri. Ibn Hazm: Metode Zahiri Dalam Pembentukan Sumber Hukum Islam. Yogyakarta: Belukar, 2009.
Syahrur, Muhammad. Al-Kitab wa al-Qur`an: Qira’ah al-Mu’asirah. Damascus: Dar al-Ahalli, 1991.
Syaltut, Mahmud. Islam: ‘Aqidah wa Syari'ah. Mesir: Dar al-Qalam, 1966.
Al-Syatibi, Abu Ishaq Ibrahim ibn Musa. al-Muwafaqat fî Usul al-Syari’ah. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, t.t.
Syukur, Amin “Keseimbangan Perkembangan Tasawuf dan Fiqh di Indonesia” dalam Noor Ahmad, dkk. Epistemologi Syara’: Mencari Format Baru Fiqh Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.
Tim Penyususn. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Pendidikan Nasional, 2008.
Wijaya, Aksin. Teori Interpretasi Ibn Rusyd: Kritik Ideologis-Hermeneutis. Yogyakarta: LKiS, 2009.
________. Nalar Kritis Epistemologi Islam: membincang Dialog Kritis Para Kritikus Muslim: Al-Ghazali, Ibnu Rusyd, Thaha Husein dan Abid Al-Jabiri. Yogyakarta: Nadi Pustaka, 2012.
Wirman, Hadi Putra. “Problematika Pendekatan Analogi (Qiyas) dalam Penetapan Hukum Islam: Telaah atas Pemikiran Ibn Hazm dan Ibn Qoyyim al-Jawziyah ”, dalam Jurnal Asy-Syir’ah: Jurnal Syari’ah dan Hukum, Vol. 47, No. 1, Juni 2013.
Zayd, Nasr Hamid Abû. Naqd al-Khitab al-Dini. Kairo: Sina an-Nasyr, 1994.
Zubaedi, “Membangun Fiqh Yang Berorientasi Sosial: Dialektika Fiqh Dengan Realitas Empirik Masyarakat”, Dalam Jurnal al-Jami’ah, Vol. 44, No. 2, Tahun 2006.
Al-Zuhayli, Wahbah. Usul al-Fiqh al-Islami. Beirut: Dar al-Fikr, 1998.