MEMBANGUN EPISTEMOLOGI FIKIH MEDIS MELALUI KONTEKSTUALISASI MAQASID AL-SYARI’AH

  • Imam Mustofa STAIN Jurai Siwo Metro, Lampung
Keywords: kontekstualisasi, maqasid al-syari’ah, integratif, fikih medis kontemporer

Abstract

Perkembangan zaman dengan segala produknya membawa perubahan pada berbagai bidang. Perkembangan sains dan Penemuan teknologi telah berpengaruh pada dunia kedokteran. Hal ini tentunya membawa problem tersendiri bila dilihat dari perspektif fikih. Banyak tindakan medis atau jenis-jenis obat yang berkembang saat ini yang belum terjawab secara pasti mengenai status hukumnya dalam perspektif fikih. Tulisan ini bermaksud mengeksplorasi pentingnya membangun epistemologi ijtihad dalam bidang fikih kesehatan di era global saat ini. Fokus kajian dalam tulisan ini adalah kontekstualisasi maqasid  al-syari’ah yang dijadikan landasan, acuan, panduan, standar dan sekaligus batasan ijtihad dalam rangka menemukan jawaban problem hukum Islam dalam bidang kesehatan di era modern. Kajian ini merupakan kajian kepustakaan dengan data dari berbagai kitab atau buku-buku dan artikel yang terkait dengan kajian maqasid  al-syari’ah dari buku klasik sampai yang modern. Berdasarkan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa, dengan paradigma integratif, maqasid al-syari’ah dapat menjadi sebuah metode yang sangat fleksibel. Ia dapat diterapkan dengan menembus ruang dan zaman. Perangkat-perangkat kontekstualisasi melalui istihsan, fath al-zara’i’, ‘urf dan istishab menjadikan hukum Islam compatible dalam segala situasi, kondisi zaman, sosio-kultural masyarakat modern yang terus berkembang. Paradigma ini akan melahirkan fikih medis yang kontekstual di era modern.

References

A. Ezzati. “Islamic Law and the Challanges of Modern Time”, Journal of Shari’a Islamic Studies, Wembley, London: Islamic College , 2010.
Abdullah, M. Amin. “Bangunan Baru Epistemologi Keilmuan Studi Hukum Islam dalam Merespon Gobalisasi”, dalam Jurnal Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, Vol. 46, No. II, Juli-Desember 2012.
Ahmad, Noor, dkk., Epistmologi Syara’: Mencari Format Baru Fiqh Indonesia, Jakarta: Walisongo Press, 2000.
Al-Ghazali. “al-Mustas}fa> min ‘Ilmi al-Us}u>l”, al-Maktabah al-Sya>milah: al-Is}da>r al-Tsa>ni>, 2005.
Anwar, Syamsul. Tafsir Baru Studi Islam dalam Era Multikultural. Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, 2002.
‘A>syu>r, Tahir bin. Maqa>s}id asy-Syari>‘ah. Yordan: Da>r al-Nafa>is, 2001.
________. Treatise on Maqa>s}id al-Syari>’ah. London: International Institute of Islamic Thought, 2003.
Asmuni. “Studi Pemikiran al-Maqasid (Upaya Menemukan Fondasi Ijtihad Akademik yang Dinamis)”, Jurnal Mawarid, Edisi XIV, Tahun 2005.
Auda, Jasser, “Maqa>ṣid al-Ahka>m al-Shar’iyyah wa ‘Ilaluha>”, dalam http://www.jasserauda.net.
Bantekas, Illias. “The Disunity of Islamic Criminal Law and the Modern Role of Ijtihad,” International Criminal law Review 9, London: Martinus Nijhoff Publisher, 2009.
Al-Bu>t}i>, Ramad}a>n. D}awa>bit> al-Mas}lah}ah fi> al-Syari>'ah al-Isla>miyah. Beirut: Muassasah al-Risa>lah, 1986.
Dahlan, Abdul Azis, (ed.). Ensiklopedi Hukum Islam. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 2001.
Eficandra. “Maqa>s}id al-Syari>’ah: Suatu Kajian terhadap Ijtihad Ali bin Abi T}a>lib”, dalam Ijtihad Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, Vol. 12, No. 1 Juni 2012.
Hanafi, Hassan. Min al-Nas}s} ila> al-Wa>qi’. Al-Qa>hirah: Markaz al-Kita>b li an-Nasyr, 2004.
Hallaq, Wael B. A history of Islamic Legal Theories; An Introduction to Sunni> Ushul Fiqh. Cambridge: Cambridge University, 1997.
Hamzah K. “Urgensi Mas}lah}ah dalam Pembaruan Hukum Islam di Era Global”, dalam al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, Vol. VIII, No. 2, Juli 2014.
Haroon, Moh. Sabri, Riki Rahman dan Bayu T. Possumah. “The Assesment of Inclusiveness Principle of Malaysian New Economic Model: Maqashid Syar’iyyah Perspective”, dalam Al-Iqtishad, Vol. VII, No. 1, Januari 2015.
Hefni, Moh. “Rekonstruksi Maqa>s}id al-Syari>’ah (Sebuah Gagasan H}asan H}anafi> tentang Revitaliasi Tura>s\), dalam al-Ihkam, Vol. 6, No. 2, Desember 2011.
Al-Indunisi, Ahmad Nahrawi Abdus Salam. Ensiklopedia Imam Syafi’i. Jakarta: Hikmah, 2008.
Jazil, Saiful. Qat’}i> Z}anni> dalam Perspektif Ibrahim Husen, dalam al-‘Ada>alah, Vol. 11, No. 1, April 2008.
Mas’ud, Muhammad Khalid. Islamic Legal Philosophy. Islamabad: Islamic Research Institut, 1977.
________. Shatibi’s of Islamic Law. Islamabad: Islamic Research Institute, 1995.
Mas’udi, Masdar F. “Meletakkan Kembali Maslahah Sebagai Acuan Syari’ah”, dalam Jurnal Ulumul Qur’an, No. 3, Vol. VI, 1995.
Mayasari R, Galuh Nashrullah Kartika, dan Hasni Noor. “Konsep Maqa>s}id Al-Syari>’ah dalam Menentukan Hukum Islam (Perspektif Al-Syatibi dan Jasser Auda)” dalam Jurnal al-Iqtishadiyah, Jurnal Ekonomi Syari’ah dan Hukum Ekonomi Syari’ah, Vol. 1, Issue 1, Desember 2014.
Mossavi, Ahmad Kazemi. “Rethinking Islamic Legal Methodology with Reference to Maqa>s}id al-Syari>’ah”, dalam Pluto Journals.
Mu’allim, Amir. “Maqashid al-Syari’at: Fungsi dan Keduduknya dalam Penetapan Hukum)” dalam al-Mawarid, Edisi VI, Desember, 1997.
Mustofa, Imam. Ijtihad Kontemporer sebagai Upaya Pembaruan Hukum Keluarga di Indonesia, dalam al-Mana>hij: Jurnal Kajian Hukum Islam, Vol VIII, No. 2, Juli 2013.
________. “Epistemologi Hukum Islam dalam Perspektif al-Ghaza>li> (Telaah atas Kitab al-Mustas}fa> min ‘Ilm al-Us}u>l)”, dalam an-Nawa>: Jurnal Hukum Islam, Vol. IV, Januari-Juni 2009.
Muzadi, A. Muchith. NU dan Fiqih Kontekstual. Yogyakarta: LKPSM DIY, 1995.
Opwis, Felicitas. “Maslaha in Contemporary Islamic Legal Theory”, dalam Islamic Law and Society, Vol. 12, No. 2, 2005.
Purwanto, Muhammad Roy. Dekonstruksi Teori Hukum Islam (Kritik terhadap Konsep Mas>lah}ah Najmuddin al-T}u>fi>). Yogyakarta: Kaukaba, 2014.
Qa>dir, Faqihuddin Abdul. "Nilai-nilai Pluralisme dalam Ajaran Sosial Islam: Perspektif Fiqh Realitas", dalam Ulumuna, Vol. III, Edisi 5, No. 2, Juli-Desember 2004.
Al-Qarad}a>wi>, Yu>suf. Al-Ijtiha>d fi> al-Syari>'ah al-Isla>miyah ma'a Naz}ara>t Tah}li>liyah fi> al-Ijtiha>d al-Mu'a>s}ir. Kuwait: Da>r al-Qalam li al-Nasr wa al-Tauzi>', 1999.
________. Pedoman Bernegara Dalam Perspektif Islam, terj. Kathur Suhardi. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar, 1999.
Al-Sala>m, ‘Izzudin Abdul ‘Azi>z bin ‘Abd. Qawa>id al-Ah}ka>m fi> Mas}a>lih} al-Ana>m. Beirut: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1999.
Souaiaia, Ahmed E. “The Sociological Inheritance Priveleged Parlance & Unearned Rights”, Disertasi di Universitas Washington, ProQuestInformation and Learning Company, 2002.
Syafrin, Nirwan, “Konstruksi Epistemologi Islam: Telaah Bidang Fiqih dan Ushul Fiqih” dalam ISLAMIA, Vol. II No. 5, April-Juni 2005.
Al-Sya>t}ibi>, Abu> Ish}a>q. Al-I‘tis}a>m. Riya>d}: Maktabah ar-Riyad} al-H}adi>s\ah, t.t.
________. Al-Muwa>faqa>t fi Us}u>l al-Syari>ah. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyah, 2003.
Al-T}u>fi, Najmuddi>n. Al-Ta‘yi>n fi<> Syarh}} al-Arba‘i>n. Beirut: Muassasah ar-Rayya>n, 1998.
Al-Turabi>, Hasan. Fiqh Demokratis; dari Tradisionalisme Kolektif Menuju Modernisme Populis. Bandung: Arasy, 2003.
Wahyudi, Yudian. Ushulul Fikih Versus Hermeneutika: Membaca Islam dari Kanada dan Amerika. Yogyakarta: Pesantren Nawesea Press, 2007.
Al-Zarqa>, Mus}t}afa> Ah}mad. Al-Istis}la>h wa al-Mas}a>lih} al-Mursalah. Damaskus: Da>r al-Qalam, 1988.
Zein, Satria Effendi M. “Maqa>s}id asy-Syari>‘ah dan Perubahan Sosial” dalam Dialog, No. 33, tahun XV, Januari 1991.