HUKUM EKONOMI SYARI’AH, INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, DAN KAPITALISME GLOBAL (Revitaformasi Hukum Ekonomi Pembangunan Islam)

  • Karimatul Khasanah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Keywords: ekonomi Syari’ah, maqasid al-syari’ah, Indeks Pembangunan Manusia, kapitalisme

Abstract

Ekonomi syari’ah sesungguhnya adalah ekonomi yang menggunakan hukum syariah (sebagai nilai dan instrumen) dalam praktek aktivitas perekonomiannya. Hukum ekonomi syari’ah yang dimaksudkan tersebut didasarkan pada maqa>sid al-syari>’ah yang dimaknai sebagai keadilanyang melahirkan kemaslahatan. Secara praksis, keadilantersebut mestinya bisa dikenali melalui Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index).Sayangnya, beberapa negara yang menggunakan sistem ekonomi syariah (secara formal) mempunyai Indeks Pembangunan Manusia yang kurang menggembirakan dibandingkan negara yang tidak menggunakan sistem ekonomi syariah (secara formal) yang notabenenya adalah negara Barat (materialis-kapitalis). Rumusan teoritik dan praktek hukum ekonomi syariah dalam dunia perekonomian syariah tampaknya masih cenderung berkutat pada sisi formal-legal kurang menyentuh substansial-filosofis yang justru seharusnya diperjuangkan, sehingga Indeks Pembangunan Manusia yang dihasilkannya pun cenderung kurang mencerminkan kata “Syari’ah” yang sakral dan bermakna mulia itu. Fenomena tersebut merekomendasikan bahwa hukum ekonomi syar’iah sangat urgen untuk di-revitaformasi-kan. Revitaformasi menghendaki revitalisasi dan reformasiatas hukum ekonomi syariah yang berlandaskan dan berorientasikan pada keadilan dan kemaslahatan. Keadilan dan kemaslahatan yang ditampilkan secara nyata dalam rupa Indek Pembangunan Manusia menjadi barometer seberapa kuat kualitas “Syari’ah” dalam suatu agenda pembangunan ekonomi manusia berbasis hukum Islam (maqasid as-syari’ah).

References

‘Asyu>r, Ibn. Maqa>s}id al-Syari>‘ah al-Isla>miyyah. Kairo: Da>r al-Sala>m, 2005.
Ahmad, Ausaf. “Economic Development in Islamic Development Revisited” dalam Development and Islam: Islamic Perspectives on Islamic Development. New Delhi: Institute of Objective Studies, 1998.
Ahmad, Khurshid. “Economic Development in an Islamic Framework” dalam Studies Islamic Economics. Jeddah: King Abdul Aziz University, 1976.
________. “A-Tanmiyyah al-Iqtis}a>diyyah fi It}a>rin Muslimi>n” dalam Majalah Abh}a>s al-Iqtis}a>di al-Islamiy. Tarj. Rafiq. Nomor. 2.
Al-Fa>si>, ‘Allal. Al-Isla>m wal Mutat}allaba>t at-Tanmiyyah fi Mujatama’ al-Yaum. Dahran: Multaqa> al-Fikr al-Isla>miy, 1971.
An-Nabha>ni>, Taqiyuddi>n. Al-Niz}a>m al-lqtis}a>di> fi al-Isla>m. Beirut: Penerbit Da>r al-Ummah, 1990.
Auda, Jasser. Maqasid al-Shariah as Philoshopy of Islamic Law a Systems Approach. London: International Institut of Islamic Thought, 2007.
Chapra, Umar. “Strategi Pembangunan Ekonomi Di Negara-Negara Muslim: Persfektif Ajaran Islam” dalam Jurnal Bisnis dan Ekonomi Islam Equilibrium, Vol. 01, No. 1 Tahun 2005.
_______. Islam dan Tantangan Ekonomi. Jakarta: Gema Insani Press, 2000.
________. The Islamic Vision of Development in the Light of Maqasid Al Shariah. IDB, 2008.
Karim, Adiwarman A. Sejarah Ekonomi Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004.
Matta, Anis. “Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam” dalam Wawasan Islam dan Ekonomi: Sebuah Bunga Rampai. Jakrata: Penerbit FE UI, 1997.
Ma’ruf, Ahmad. “Analisis Kinerja Pembangunan Melalui Indeks Pembangunan Manusia: Studi Kasus pada 14 Kecamatan di DIY”. Jurnal IESP, Vol. 2, No. 1, April 2001.
Saifullah. Ekonomi Pembangunan Islam. Bandung: Gunungdjati Press, 2012.
Sukirno, S. Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2002.
Todaro, Michael P. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Terj. Haris Munandar. Jakarta: Erlangga, 1998.
UNDP. Human Development Report 1990, 1993, 2000, 2009, 2013, 2014. New York: UNDP.