REKONSTRUKSI PEMIKIRAN FIKIH: MENGEMBANGKAN FIKIH PROGRESIF-REVOLUSIONER

  • Anjar Nugroho Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Keywords: fikih, progresif-revolusioner, maslahah, revolusi sosial

Abstract

Tulisan ini melakukan kajian ulang secara kritis terhadap teori-teori usul fikih yang selama ini telah memasung fikih menjadi sekedar kumpulan hukum statis yang tidak bisa berbicara apa-apa terhadap problem masyarakat. Tulisan ini akan memaparkan pemikiran fikih baru yang berasal dari para pemikir Islam progresif-revolusioner, seperti misalnya Ali Syariati dan  Hassan Hanafi. Dalam tulisan ini akan dielaborasi lebih lanjut sebagai sebuah tulisan utuh tentang konsep fikih progresif-revolusioner dengan berangkat dari pokok-pokok masalah sebagai berikut: Pertama, tentang apa yang menjadi tujuan dan orientasi fikih progresif-revolusioner. Kedua, tentang bagaimana rekonstruksi usul fikih untuk mendukung bangunan fikih progresif-revolusioner. Dan ketiga, tentang apa yang menjadi proyek strategis revolusi sosial dalam rangka menggerakkan fikih progresif-revolusioner dalam dataran praksis. Fikih progresif-revolusioner adalah alternatif atas kebekuan ajaran Islam dewasa ini yang telah dikungkung oleh bentuk-bentuk pemikiran konservatif yang selalu mempertahankan sesuatu yang sudah mapan. Fikih progresif-revolusioner merupakan bentuk progresifisme pemikiran Islam yang ingin mengembalikan misi ajaran Islam pada otentisitasnya, yaitu semangat pembebasan. Membebaskan umat dari bentuk-bentuk penindasan dan kesewenang-wenangan yang telah membuat umat menjadi sengsara dengan kemiskinannya dan keterbelakangannya.

References

A.H. Ridwan. Pemikiran Hasan Hanafī tentang Rekonstruksi Tradisi Keilmuan Islam. Yogyakarta : Ittiqa Press, 1998.
Al-Būti, Muhammad Sa’id Ramadan. Dawābit al-Maslaḥah fī al-Syarī’ah al-Islamīyyah. Beirut: Muassisah ar-Risālat, 1977.
Dahlan, Abdul Aziz (et.al.). Ensiklopedi Hukum Islam. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1996.
Engineer, Asghar Ali. Islam dan teologi Pembebasan. Bandung: Mizan, 1999.
Al-Gazali, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad. al-Musytasyfā min ‘Ilm al-Usūl. Damaskus: Baid al-Husain, t.t.
Hanafi, Hassan. “Apa Arti Islam Progresif-revolusioner”, dalam Kazuo Shimogaki. Progresif-revolusioner Islam, antara Modernisme dan Postmodernisme. Yogyakarta: LKiS, 2004.
________. Dari Aqidah ke Revolusi: Sikap Kita Terhadap Tradisi Lama. Bandung: Mizan, 2003.
________. Dialog Agama dan Revolusi. Jakarta: Pustaka Firdaus, 1991.
________. Islamologi I : Dari Teologi Statis ke Anarkis, terj. Miftah Faqih. Yogyakarta: LKiS, 2003.
Haque, Ziaul. Wahyu dan Revolusi. Yogyakarta: LKiS, 2000.
Hasan, Husain Hamid. Naẓariyyah al-Maṣlaḥah fī al-Fiqh al-Islāmī. Kairo: Dār an-Nahdah al-‘Arābiyah, 1971.
Ibrahim, Anwar. Renaisans Asia. Bandung: Mizan, 1998.
Khallaf, Abd Wahhab. Masādir al-Tasyri’ al-Islamī fī ma la Nassa fīh. Kuwait: Dār al-Qalam, 1973.
________. Uṣūl al-Fiqh. Kuwait: Dar al-Qalam, 1978.
Kuntowijoyo. Identitas Politik Ummat. Bandung: Mizan, 1997.
Mahfudh, A.M. Sahal. Nuansa Fiqh Sosial. Yogyakarta: LKiS, 1994.
Mas’udi, Masdar F. “Meletakkan Kembali Mashlahah sebagai Acuan Syari'at”, dalam jurnal Ulumul Qur’an, No. 3, Vol. VI, 1995.
________. “Memahami Ajaran Suci dengan Pendekatan Transformatif”, dalam Iqbal Abdurrauf Saimina (peny), Polemik Reaktualisasi. Jakarta: Pustaka Panjimas, 1988.
________. Islam dan Hak-hak Reproduksi Perempuan: Dialog Fiqih Pemberdayaan. Bandung: Mizan, 1997.
Munawwir, Ahmad Warson. Kamus Al-Qur'an-Munawwir. Yogyakarta: Pustaka Progressif, 1984.
Prasetyo, Eko. Islam Progresif-revolusioner Melawan Kapitalisme Modal: Dari Wacana Menuju Gerakan. Yogyakarta: Insist & Pustaka Pelajar, 2002.
Al-Rahmān, Jalāl ad-Dīn Abd. al-Masālih al-Mursalah wa Makānatuhā fī al-Tasyri’. Beirut: Dār al-Kutub al-Jami’, t.t.
Rahman, Fazlur. Islam Modern Tantangan Pembaharuan Islam. Yogyakarta: Shalahuddin Press, 1987.
________. Metode dan Alternatif Neomodernisme Islam, terj. Iqbal Abdurrauf Saimina. Bandung: Mizan, 1994.
Said, Busthami Muhammad. Gerakan Pembaharuan Agama: Antara Modernisme dan Tajdiduddin. Bekasi: Wala Press, 1995.
Salih, Subhi. Mabāhis| fī Ulum al-Qur'an. Beirut: Dār al ‘Ilm li al-Malayin, 1972.
Santoso, Listiyono dan Sunarto, “Memberikan Wacana Bagi Epistemologti Progresif-revolusioner: Sejumlah Gagasan Besar yang Menantang Sekaligus Melawan”, dalam Epistemologi Progresif-revolusioner, Listiyono Santoso (ed.). Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2003.
Sulayman, Abdul Hamid Abu, “Fiqih Islam”, dalam Syamsul Anwar (Ed). Islam, Negara dan Hukum. Jakarta: INIS, 1993.
Syari’ati, Ali. Islam Mazhab Pemikiran dan Aksi. Bandung: Mizan, 1998.
Al-Syawkani, Muhammad ibn Ali. Irsyād al-Fulhūl ilā Tahqīq al-Haqq min ‘Ilm al-Uṣūl. Surabaya: Syirkah Maktabat Ahmad bin Sa’ad Ibn Nabhan, t.t.
Al-Syātibī. al-Muwāfaqāt fī Usul al--Syarī’ah. Beirut: Dār al-Kutub al-Ilmiyyah, t.t.
Tebba, Sudirman. “Pembaharuan Hukum Islam Mempertimbangkan Harun
Nasution”, dalan Zaim Ukhrawi dan Ahmadie Thaha (Peny). Refleksi Pembaharuan Pemikiran Islam 70 Tahun Harun Nasution. Jakarta: eLSAF, 1989.
Yafie, Ali. “Posisi Ijtihād dalam Keutuhan Ajaran Islam “, dalam Jalaluddin Rahmat (ed), Ijtihad dalam Sorotan. Bandung: Mizan, 1994.
________. Menggagas Fiqih Sosial. Bandung: Mizan, 1994.
Zahrah, Muhammad Abu. Uṣūl al-Fiqh. Beirut: Dār al-Fīkr, t.t.
Zayd, Mustafa. al-Maslahah fī al-Tasyri’ al-Islāmī wa Najm al-Dīn al-Tūfī. ttp.: Dār al-Fīkr al-‘Arabi, 1954.
Zakariya, Ahmad (peny). Prof. KH. Ibrahim Hosen dan Pembahasan Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Pustaka harapan, 1990.
Al-Zaki, Abdullah Abd al-Muhsin. Uṣūl al-Fiqh Maz|hab al-Imām Ahmad Dirāsat Usūliyyah Muqāranah. Riyad: Maktabat ar-Riyad al-Hadisah, 1980.
Al-Zarqani, Muhammad Abd Azim. Manahil al-Irfan fī Usūl al-Qur'an. Beirut: Dār al-Fīkr, t.t.
Al-Zuhayli, Wahbah. Uṣūl al-Fiqh al-Islāmī. Damaskus: Dār al-Fīkr, 1986.