PARADIGMA SOSIOLOGI HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA (Rekonstruksi Paradigma Integratif Kritis)

  • Edi Rosman STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
Keywords: hukum keluarga Islam, sosiologi hukum, rekonstruksi paradigma, integralistik kritis

Abstract

Tulisan ini bermaksud menjelaskan tentang tawaran rekonstruksi paradigma hukum Keluarga Islam di Indonesia. Hukum Keluarga Islam merupakan  representasi dari Hukum Islam secara keseluruhan yang  telah berkembang dan dikembangkan berdasarkan paradigma klasik yang literalistik. Kemapanan paradigma literalistik sering digoyahkan oleh paradigma kontemporer yang liberalistik. Konflik paradigmatik berimplikasi pada terjadinya disparitas antara hukum normatif dan empiris serta hilangnya aktualitas hukum keluarga Islam itu sendiri. Abnormalitas dan terjadinya kondisi konflik yang diawali dengan adanya anomali menuntut adanya revolusi pengetahuan. Revolusi pengetahuan menstimulasi lahirnya paradigma baru, yaitu paradigma integralistik kritis. Paradigma integralistik kritis yang dimaksud adalah dengan mendasari paradigma fakta sosial, defenisi sosial, dan paradigma perilaku sosial dengan nilai teologis Islam.

References

Abdullah, Amin. “Paradigma Alternatif Pengembangan Ushul Fiqh dan Dampaknya pada Fiqh Kontemporer”, dalam Mazhab Jogja: Menggagas Paradigma Ushul Fiqh Kontemporer. Yogyakarta: Ar-Ruz, 2002.
Ahmad, Noor, dkk. Epistemologi Syara’: Mencari Format Baru Fiqh Indonesia. Ttp.: tnp., t.t.
Ali, Muhammad Daud. “Kedudukan Hukum Islam Dalam Sistem Hukum Indonesia”, dalam Taufiq Abdullah dan Syahron Siddiq (ed.), Tradisi dan Kebangkitan Islam di Asia Tenggara, terj. Rohman Ahwan. Jakarta: LP3ES, 1988.
Ali, Zainuddin. Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum Islam di Indonesia, cet. 3. Palu: Yayasan Masyarakat Indonesia Baru, 2005.
Ash-Shiddieqy, Teungku Muhammad Hasbi. Falsafah Hukum Islam. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2001.
Azhary, H.M. Tahir. “Hukum Keluarga dan Kewarisan Islam Dalam Masyrakat Modern Indonesia”, Mimbar Hukum, No. 10, 1993.
Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantra Abad XVII dan XVIII. Bandung: Mizan, 1994.
Benda, Harry J. Bulan Sabit dan Matahari Terbit, Islam Indonesia Pada Masa Pendudukan Jepang. Jakarta: Pustaka Jaya, 1980.
Djamil, Faturrahman. Filsafat Hukum Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1997.
Hallaq, Wael B. Sejarah Teori Hukum Islam: Pengantar untuk Ushul Fiqih Sunni, cet. 2. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2001.
Izzuddin, ‘Abd al-Aziz Abd al-Salam. Qawa’id al-Ahkam fi Masalih al-Anam, ed. Abd al-Latif Hassan ‘Abd al-Rahman. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1999.
Manan, Abdul. Reformasi Hukum Islam di Indonesia, cet. 1. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2006.
Ritzer, George. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prenada Media, 2003.
Sahrani, Sohari, dan Tihami. Fikih Munakahat: Kajian Fikih Nikah Lengkap. Jakarta: Rajawali Pers, 2009.
Schacht, Joseph. An Introduction to Islamic Law. London: The Clarindon Press, 1971.
Wignjosoebroto, Soetandyo. Hukum, Paradigma, Metode dan Masalah. Jakarta: ELSAM dan HUMA, 2002.
http: //boyyendratamin.blogspot.com/ 2011/08/ positivisme-hukum-di-indonesia-dan.html