FIKIH JAMINAN SOSIAL DALAM PERSPEKTIF IBN HAZM (994-1064M)

  • Syufa`at Syufa`at IAIN Purwokerto
Keywords: Ibn Hazm, pemikiran, fikih, jaminan sosial, kebutuhan dasar

Abstract

Kehidupan masyarakat pada masa kejayaan Islam tertata mapan dan teratur terutama di bidang ekonomi. Jaminan sosial (daman ijtima’i) menjadi salah satu kunci kejayaan ekonomi tersebut. Ibn Hazm (384-456 H / 994-1064 M) merupakan seorang pemikir muslim yang turut meyumbangkan pemikirannya dalam konsep jaminan sosial. Makalah ini mengulas tentang adanya kewajiban bagi kaum kaya (aghniya’) untuk menanggung kebutuhan orang miskin (fuqara/masakin). Pemerintah sebagai penyelenggara jaminan sosial wajib menjamin kebutuhan dasar (basic needs) seperti sandang, pangan, perumahan, dan rasa aman kepada orang miskin. Sumber utama pendapatan negara yang dapat dikelola untuk membiayai program ini adalah dari dana zakat, dan harta muslim lainnya yang terkumpul dalam bait al-mal. Kemudian pemerintah mempunyai otoritas mengambil tindakan hukum terhadap warga yang tidak mau membayar zakat.

References

Abdul Mannan, Muhammmad. Teori dan Praktek Ekonomi Islam, terj. M. Nastangim. Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa, 1997.
Capulang, Rizaldy. Introduction To Social Security in Indonesia and Arround The World and Actuarial Concept. Jakarta: ADB, 2007.
Chapra, M. Umer. “The Islamic Welfare State and its Role in The Economy” in Mahamoud A. Gulaid dan Mohamed Aden Abdullah (Ed.), Reading Public Finance in Islam. Saudi Arabia: Islamic Research and Training Institute, 1995.
Ghazali, Aidit. Islamic Thinkers on Economics, Administration and Transaction. Malaysia: Quil Publisher, 1991.
Haneef, Mohamed Aslam. Pemikiran Ekonomi Islam Kontemporer: Analisis Komparatif, terj. Suherman Rosyidi. Jakarta: Rajawali Pres, 2010.
Kahf, Monzer. The Islamic Economy, Analitical Study of The Functioning of The Islamic Economic. Canada: Muslim Student Assosiation, 1978.
Kertonegoro, Sentanoe. Jaminan Sosial: Prinsip dan Pelaksanaannya di Indonesia, Jakarta: Mutiara Sumber Widya, 1987.
Lapidus, Ira M. Sejarah Sosial Ummat Islam, terj. A. Mas Adi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1999.
Milhim, Ahmad Salim. At - Ta’min al-Islam. Oman: Dar al-A’lam, 1999.
Munawar, Iqbal. Distributive Justice and Need Fulfilment in an Islamic Economy. Islamabad: The Islamic Foundation, 1988.
Naqvi, Syed Nawab Haedar. Islam, Economics, and Society. New York: Kegan Paul International, 2003.
Nur Chamid. Jejak Langkah Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
Purwoko, Bambang. Jaminan Sosial dan Sistem Penyelenggaraannya: Gagasan dan Pandangan. Jakarta: Meganet Dutama Unggul, 1999.
Quthb, Sayyid. Kedilan Sosial dalam Islam, terj. Afif Muhammad. Bandung: Pustaka, 1984.
Rahman, Afzalur. Doktrin Ekonomi Islam, terj. Soeroyo. Yogyakarta: Dana Bakti Wakaf, 1995.
Raper, Michael. Negara Tanpa Jaminan Sosial: Tiga Pilar Jaminan Sosial di Australia dan Indonesia. Jakarta: Trade Union Right Centre, 2008.
Siddiqi, Muhammad Nejatullah. Role of The State in the Economy an Islamic Perspective. United Kingdom: The Islamic Foundation, 1996.
Subianto, Achmad. Sistem Jaminan Sosial Nasional. Jakarta: Gibon Books, 2011.
Suharto, Edi. Kebijakan Sosial sebagai Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta, 2008.
________. Pekerjaan Sosial di Dunia Industri: Memperkuat CSR (Corporate Social Responsibility). Bandung: Alfabeta, 2009.
Al-Syatibi, Abu Ishaq. al-Muwafaqat fi Usul al-Syari'ah. Kairo: al-Maktabah: al-Taufiqiyyah, 2003.
Triwibowo, Darmawan dan Sugeng Bahagijo. Mimpi Negara Kesejahteraan. Jakarta: Pustaka LP3ES, 2006.
‘Ulwan, Abdullah Nasih. At-Takaful al-Ijtima’I fi al-Islam. Kairo: Dar as-Salam, 2007.
Al-Zahiri, Ibn Hazm. Al-Muhalla. Kairo : Maktabah al-Jumhuriyah al-'Arabiyyah, 1960.
________. Al-Ihkam fi Usul al-Ahkam wa al-Nihal. Kairo: Maktabah 'Atif, 1978.
________. Al-Akhlaq wa al-Sayr fi Mudawat al-Nufus. Kairo: Dar al-Ma'arif, 1981.
________. Al-Fisal fi al-Milal wa al-Ahwa wa al-Nihal. Kairo: Maktabah al-Khanji. t.t.