HISAB RUKYAH ISLAM KEJAWEN (Studi Atas Metode Hisab Rukyah Sistem Aboge )

  • Ahmad Izzuddin UIN Walisongo Semarang
Keywords: hisab rukyat, Islam kejawen, aboge, poso, riyoyo

Abstract

Di Indonesia banyak mazhab dalam penentuan awal puasa Ramadan dan hari raya. Di antaranya adalah mazhab Islam kejawen yang ketika berhari raya sering berbeda dengan Pemerintah. Dalam mazhab Islam kejawen, terdapat dua sistem penentuan puasa Ramadan dan hari raya yang sampai sekarang masih berlaku, yakni sistem Asapon dan sistem Aboge. Sistem Aboge yang sebenarnya secara hisab harus sudah dinasakh oleh sistem Asapon, ternyata masih tetap dipegangi oleh masyarakat Islam kejawen. Dalam diskursus hisab rukyah, pembahasan ini menjadi makin menarik, karena baik sistem Aboge maupun sistem Asapon termasuk hisab urfi yang secara syar'i dinyatakan tidak layak dipakai untuk penentuan waktu yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah (poso dan riyoyo). Tulisan ini membahas  bagaimana sistem hisab rukyah Islam kejawen dan bagaimana penentuan poso dan riyoyo menurut sistem  Aboge. Tulisan ini adalah penelitian pustaka, dengan sumber primer buku-buku dan didukung data wawancara langsung dengan penganut sistem Aboge. Pendekatannya historis dengan analisis kualitatif. Sebagai temuan bahwa sistem hisab rukyah Islam kejawen pada dasarnya adalah berpijak pada penanggalan Jawa (petangan jawi) yang diubah dan disesuaikan oleh Sultan Agung dengan sistem kelender Hijriyah. Namun demikian, sistem hisab rukyah tersebut  yang dimulai pada tanggal 1 Sura 1555 tahun Jawa, masih menggunakan perhitungan Jawa (petangan jawi) yang dipakai dalam kalender Saka yakni perhitungan baik buruk. Bagi masyarakat Islam kejawen penganut sistem Aboge, dalam penentuan poso dan riyoyo mendasarkan pada sistem hisab Aboge dan pleteknya bulan tanggal satu  serta perhitungan baik buruknya hari. Mereka menganut sistem tersebut atas dasar keyakinan dan warisan leluhur, tidak atas dasar perhitungan ilmu falak (palak).

References

Abdullah,Taufik. Sejarah dan Masyarakat. Jakarta: Pustaka Firdaus, 1987.
Azhari, Susiksan. Saaduddin Jambek Dalam Sejarah Pemikiran Hisab di Indonesia. tesis Pasca Sarjana IAIN Sunan Kalijaga, 1998.
Berg, C. C. Penulisan Sejarah Jawa, terj. S. Gunawan. Jakarta: Bratara Karya Aksara, 1985.
Den Hollander, H. G. Beknopt Leerboekje der Cosmografie, terj. I Made Sugita. Jakarta: J. B. Wolters, 1949.
Dofier, Zamakhsari. Tradisi Pesantren. Jakarta : LP3ES, 1994.
Effendy A. Edy (Editor). Dekonstruksi Islam Mazhab Ciputat. Jakarta: Zaman Wacana Mulia, 1999.
Endraswara , Suwardi. Budaya Jawa. Yogyakarta: Gelombang Pasang, 2005.
Geertz, Clifford. Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya, 1981.
Gunaryo, Ahmad. Hukum Islam dan Politik : Reposisi Peradilan Agama dari Peradilan ’Pupuk Bawang’ menuju Peradilan yang Sesungguhnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.
Hambali, Slamet. Almanak Sepanjang Masa, Semarang: Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang, t.t.
Handanamangkara, SPH. Primbon Djawa Sabda Guru, Solo: Toko Buku KS, 1972.
Hariwijaya, M. Islam Kejawen. Yogyakarta: Gelombang Pasang, 2004.
Izzuddin, Ahmad. Fiqh Hisab Rukyah di Indonesia (Sebuah Upaya Penyatuan Mazhab Hisab dengan Mazhab Rukyah). Yogyakarta: Logung Pustaka, 2003
________. “Zubaer Umar al-Jaelany (1919-1991) Dalam Pemikiran Hisab Rukyah di Indonesia.” Penelitian Individual DIPA IAIN Walisongo, tahun 2002.
________. “Melacak Pemikiran Hisab Rukyah Tradisional ( Studi Atas Pemikiran Muhammad mas Manshur al-Batawi).” Penelitian Individual DIPA IAIN Walisongo, tahun 2004.
Kamajaya Partokusuma, Kartono. Kebudayaan Jawa Perpaduannya dengan Islam. Yogyakarta: Aditya Media, 1995.
Kamajaya. Lima Karya Pujangga Ranggawarsita. Jakarta: Balai Pustaka, 1985.
Khazin, Muhyiddin. Ilmu Falak. Yogyakarta: Buana Psutaka, 2004.
Mastuhu. Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS, 1984.
Muarif Ambary, H. Menemukan Peradaban: Jejak Arkeologis dan Historis Islam Indonesia. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1998.
Muhadjir, Noeng. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin, 2000.
MUI Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalender Islam Sultan Agung adalah Kalender Nasional. Yogyakarta: Offset, 1987.
Mulder, Niels. Inside Indonesian Society: An Interpretation of Cultural Change in Java, terj. Wisnu Hardana. Yogyakarta: LKIS, 2001.
Muslim bin Al-Hajjaj, Abu Husaen Abu Husaen. S}ah}i>h} Muslim. Kairo: Dar al-Fikr, tt.
Nur, Muhaimin. Pedoman Perhitungan Awal Bulan Qomariyah. Jakarta: Depag RI, 1982.
Purwadi. Sejarah Sultan Agung,Harmoni antara Agama dengan Negara. Yogyakarta: Media Abadi, 2004.
R. Turner Howard. Science in Medieval Islam, An Illustrated Introduction, terj. Zulfahmi Andri. Austin: University of Texas Press, 1997.
Rai Sudharta, Tjokorda, dkk. Kalender 301 Tahun. Jakarta: Balai Pustaka, 1984.
Ramelan. Dunia Mistik Orang Jawa. Yogyakarta: LKIS, 2007.
Saksono, Widji. Mengislamkan Tanah Jawa, Telaah Atas Metode Dakwah Walisongo. Bandung: Mizan, 1995.
Soekarno, Soedarso. Indonesia dan Haji. Jakarta: INIS, 1997.
S. Dipodjoyo Asdi, S. Menentukan Titimangsa dalam Naskah. Yogyakarta: Andi Offset, 1990.
Soemodidjojo, Raden. Kitab Primbon Betaljemur Adammakna. Yogyakarta: Buana Raya, 1994.
Suparlan, Parsudi. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Program S.2 Kajian Wilayah Amerika, UI, 1994.
Taylor, E.B. Primitive Culture. London: J. Murray, 1891.
Umar al-Jaelany, Zubaer. Al-Khulasah al-Wafiyah. Kudus: Menara Kudus, t.t.
http://icanxkecil.wordpress.com/2006/10/26/di-suriname-orang-jawa-berlebaran