APLIKASI TEORI DOUBLE MOVEMENT FAZLUR RAHMAN TERHADAP DOKTRIN KEWARISAN ISLAM KLASIK

  • Labib Muttaqin UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Keywords: gerak-gand, Fazlur Rahman, waris, metode tafsir, fiqh kontemporer

Abstract

Perbedaan metode tafsir mengakibatkan perbedaan produk hukum. Salah satu dari berbagai banyak isu yang kerap kali menjadi tema perdebatan adalah kewarisan Islam. Dalam hal waris, mayoritas ulama klasik memandang bahwa ketentuannya bersifat tetap (qat’i) dan tidak boleh ada perubahan atas dirinya. Berbeda dengan pendapat yang dilontarkan kalangan progressif bahwa perlu adanya redefinisi terhadap istilah qat’i dengan melihat sejarah atas eksistensinya. Tawaran segar muncul dari Fazlur Rahman, intelektual muslim asal Pakistan yang berpikiran maju. Dalam memahami dan menafsiri teks al-Qur’an ia memperkenalkan teori gerak-ganda, yaitu teori yang menghendaki adanya pemahaman terhadap makna al-Qur’an dalam konteks kesejarahannya (sosio-historikal) sehingga tidak memunculkan istilah subyektifitas tafsir, dengan harapan teks dan makna yang ada dalam al-Qur’an tidak dipahami secara stagnan tetapi dinamis dengan tujuan Islam tetap bisa menjawab isu-isu kontemporer yang berkembang pada saat ini dan tetap menjadi agama yang rahmatan lil ‘alamin dan likulli zaman wa makan.

References

A’la, Abd. Dari Neomodernisme ke Islam Liberal: Jejak Fazlurrahman dalam Wacana Islam di Indonesia. Jakarta: Paramadina, 2003.
Abdullah, Amin. Paradigma Alternatif Pengembangan Ushul Fiqh dan Dampaknya pada Fiqh Kontemporer, dalam Mazhab Jogja: Menggagas Paradigma Ushul Fiqh Kontemporer. Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2002.
Al-Humami, Zulkifli. Studi Penerapan Konsep Gerakan Ganda Fazlur Rahman dan Konsep Kritik Nalar Islam Mohammad Arkoun dalam Pembagian Waris. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: UIN Sunan Kali Jaga, 2005.
Ali, Daud. Hukum Islam dan Peradilan Agama. Jakarta: Rajawali, 1997.
Anwar, Syamsul. Pengembangan Metode Penelitian Hukum Islam. Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2002.
Coulson, Noel James. Conflict and Tension in Islamic Jurisprudence. Chicago & London: The University of Chicago Press, 1969.
Hadrianto, Budi. 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia. Jakarta: Hujjah Press, 2007.
Hasan, Muhammad Tholhah. Prospek Islam dalam Menghadapi Tantangan Zaman, Jakarta: Lantabora Press, 2005.
Hazairin. Hukum Kewarisan Menurut Al-Qur’an. Jakarta: Tintamas, 1961.
Hidayat, Komarudin. “Arkoun dan Tradisi Hermeneutika”, dalam Hendrik Meulemen, Tradisi Kemodernan dan Metamodernisme: Memperbincangkan Pemikiran Muhammad Arkoun. Yogyakarta: LKiS, 1996.
Jumantoro, Totok dan Samsul Munir. Kamus Ilmu Ushul Fikih. Jakarta: Amzah, 2009.
Khallāf, Abdul Wahhāb. ‘Ilmu Ushul Fiqh, terj. Masdar Helmy. Bandung: Gema Risalah Press, 1996.
Mawardi. “Hermeneutika al-Qur’an Fazlurrahman (Teori Double Movement)” dalam Syahiron Syamsuddin (ed.), Hermenetika Al-Qur’an dan Hadis. Yogyakarta: Elsaq Press, 2010.
Mas’adi, Ghufron A. Pemikiran Fazlurrahman tentang Metodologi Pembaharuan Hukum Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1998.
Putri, Wahyuni Eka. “Hermeneutika Hadis Fazlurrahman” dalam Syahiron Syamsuddin (ed.), Hermenetika Al-Qur’an dan Hadis. Yogyakarta: Elsaq Press, 2010.
Palmer, Richard E. Hermeneutics: Interpretation Theory in Schleiermacher, Dilthey,Heidegger, and Gadamer. Evanston: Northwestern University Press, 1969.
Rahman, Fazlur. Islam dan Modernitas Tentang Transformasi Intelektual, terj. Ahsin Muhammad. Bandung: Pustaka, 1995.
________. Tema Pokok Al-Qur’an, terj. Anas Mahyuddin. Bandung: Pustaka, 1996.
________. Gelombang Perubahan dalam Islam, terj. Aam Fahmia. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2001.
Rahman, Yusuf. “Unsur Hermeneutika dalam tafsir al-Baidlawi”, Ulumul Qur’an, vol.7, no.3 1996.
Rofiq, Ahmad. Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia. Yogyakarta: Gama Media, 2001.
Sa’adah, Sri Lum’atus. “Transformasi fikih Klasik Menuju Fikih Kontemporer: Sebuah Tawaran Penemuan Hukum Islam Melalui Metode Double Movement” dalam Jurnal Falasifa, 3, 1, 2012.
Safyan, Ali. “Kritik Fazlur Rahman Terhadap Uzlah”, Skripsi tidak diterbitkan. Semarang : Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang, 2001.
Sibwaihi. Hermeneutika Al-Qur’an Fazlur Rahman. Yogyakarta dan Bandung: Jalasutra, 2007.
Supena, Ilyas, dan M. Fauzi. Dekonstruksi dan Rekonstruksi Hukum Islam. Yogyakarta: Gama Media, 2002.