IJTIHAD KONTEMPORER SEBAGAI UPAYA PEMBARUAN HUKUM KELUARGA DI INDONESIA

  • Imam Mustofa STAIN Jurai Siwo Metro Lampung
Keywords: persoalan aktual, ijtihad kontemporer, pembaruan hukum keluarga, maslahat

Abstract

Perkembangan zaman yang berimplikasi pada lahirnya berbagai fenomena dan persoalan hukum membutuhkan jawaban. Banyak persoalan yang tidak terpenuhi/teratasi oleh aturan hukum Islam dan hukum keluarga di Indonesia. Oleh karena itu, perlu ijtihad kontemporer dalam rangka menjawab berbagai persoalan aktual tersebut. Artikel ini memaparkan tentang urgensi ijtihad kontemporer dalam rangka pembaruan hukum keluarga di Indonesia. Ijtihad kontemporer dilakukan dengan mensinergikan metode usul fikih klasik dengan metode ilmiah modern. Banyak persoalan yang harus diakomodir dalam rangka menghasilkan hukum keluarga yang compitable dengan kehidupan masyarakat modern saat ini, seperti kesetaraan jender, HAM, perkembangan sains dan teknologi modern serta perkembangan sosio-kultural masyarakat. Ada beberapa model ijtihad yang biasa digunakan ulama dalam menjawab permasalahan dalam kehidupan masyarakat. Ijtihad yang paling mungkin dan cocok dilakukan dalam rangka melakukan pembaruan hukum keluarga di Indonesia adalah dengan menggunakan metode mu’tadil mutawazin atau metode istislahi, karena metode ini mempertemukan maslahat menurut nass dan maslahat manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

References

Abdullah, M. Amin. “Reaktualisasi Islam yang ‘Berkemajuan’ Agenda Strategis Muhammadiyah Ditengah Gerakan Keagamaan Kontemporer”, Makalah disampaikan dalam Pengajian Ramadlan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 1432 H, Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 7 Ramadlan/Agustus 2011.
Ahmad, Noor, dkk. Epistmologi Syara’: Mencari Format Baru Fiqh Indonesia. Jakarta: Walisongo Press, 2000.
Ainurrofiq (ed.). Mazhab Jogja, Mengagas Paradigma Usul Fiqh Kontemporer. Yogyakarta: Aruzz Press, 2002.
Anderson, Norman. Law Reform in the Muslim World. London: University of London the Athlon Press, 1976.
An-Na’im, Abdullah Ahmad. Dekonstruksi Syari’ah. Yogyakarta: LKiS, 2004.
Baradikal. “Ijtihad Kontemporer dan Usaha Keras Kontekstualisasi Syariat Islam”, dalam http://baradikal.multiply.com/journal/item, diunduh pada 13 Januari 2013
Bu’ud, Ahmad. Al-Ijtihad bayna Haqiq al-Tarikh wa Mutalibat al-Waqi'. Kairo: Dar al-Salam, 2005.
Dahlan, Moh. “Paradigma Usul Fiqh Multikultural di Indonesia,” dalam Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, Vol. 12, No. 1, Juni 2012.
Esposito, John L. Women in Muslim Family. Syracuse: Syracuse University Press, 1982.
Al-Ghazali, Abu Hamid. Al-Mustasfa. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1993.
Al-Hanbali, Syamsuddin bin Muflih al-Muqaddasi. Usul al-Fiqh. Riyad: Maktabah al-Ubaikan, 1999.
Harisudin, MN. “Ijtihad dan Taqlid dalam Pandangan KH. Abd. Muchith Muzadi”, dalam Jurnal Falasifa, Vol. 2, No. 2, September 2011.
Hasballah, Ali, Usul al-Tasyri’ al-Islami. Kairo: Dar al-Fikr al-‘Arabî, 1997.
Ibn ‘Abd al-Salam, 'Izz al-Dîn. Qawâid al-Ahkam fî Masalih al-Anam. Bayrut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyah, t.t.
Jazil, Saiful. “Qat’I Zanni dalam Perspektif Ibrahim Husen”, dalam Jurnal al-‘Adalah, Vol. 11, Nomor 1, April 2008.
Khallaf, ‘Abd al-Wahhab. Ilmu Usul al-Fiqh. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2007.
________. Masadir al-Tasyri’ al-Islami fi ma La Nassa Fih. Kuwait: Dar al-Qalam, 1979.
Kholish, Nur. “Urgensi Ijtihad Akademik dalam Menjawab Problematika Muamalah Kontemporer”, dalam Jurnal Almawarid, Fakultas Ilmu Agama Islam, Edisi XIV, tahun 2005.
Mahmood, Tahir. Family Law Reform in the Muslim World. India: Indian Law Institute, 1972.
________. Personal Law in Islamic Countries: History Text and Comparative Analysis. New Delhi: Academiy of Law and Religion, 1987.
Manan, Abdul. Reformasi Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2006.
Mawardi, Ahmad Imam. “Sisi Positif Taqlid Dalam Sejarah Perkembangan Hukum Islam”, dalam Islamica, Vol. 5, No. 2, Maret 2011.
Mertokusumo, Sudikno. Penemuan Hukum: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Liberty, 2004.
Mu’allim, Amir, (et.al). Pribumisasi Hukum Islam. Yogyakarta: Kaukaba, 2012.
Muhammad bin Ibrahim. Al-Ijtihad wa al-'Urf . Kairo: Dar al-Salam, 2009.
Muhammad, Husein. “Pembaruan Hukum Keluarga Islam di Indonesia”, makalah disampaikan dalam Seminar Nasional: Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia, diselenggarakan oleh Institute Agama Islam Ibrahimi Sukorejo Situbondo bekerjasama dengan Direktorat Perguruan Tinggi Agama Islam Ditjen Binbaga Departemen Agama RI, di Hotel Utami Surabaya, 15 September 2004.
Mustofa, Imam. “Dampak Putusan Mahkamah Konstitusi tentang Pasal 43 Ayat (1) Undang-Undang Perkawinan No 1 Tahun 1974 terhadap Hukum Keluarga di Indonesia”, al-Manahij, Vol. VI, No. 2 Juli 2012.
________. “Optimalisasi Perangkat dan Metode Ijtihad sebagai Upaya Modernisasi Hukum Islam (Studi Pemikiran Hasan Hanafi dalam Kitab Min al-Nass Ila al-Waqi’)”, dalam Jurnal Hukum Islam, Vol. 9, No. 2, Desember 2011.
________. “Penegakan HAM dalam Putusan Mahkamah Konstitusi No. 46/PUU-VIII/2010 tentang Pasal 43 Ayat (1) Undang-Undang Perkawinan No 1 Tahun 1974 dan Pergulatannya dengan Hukum Islam”, dalam Millah Jurnal Studi Agama, Vol. X, No. 1, Agustus 2012.
Nasution, Khoiruddin. Status Wanita di Asia Tenggara: Studi terhadap Perundang-Undangan Perkawinan Muslim Kontemporer di Malaysia dan Indonesia. Jakarta: INIS, 2002.
Purwanto, Muhammad Roy. “Putusan Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 43 ayat (1) UU No. 1 tahun 1974 tentang Status Anak di Luar Nikah Berdasarkan Mashlahah Najmuddîn al-Tufî: Dekonstruksi Undang-Undang Hukum Islam”, dalam Jurnal Almawarid, Vol. XIII, No. 1, Februari-Agustus, 2012.
Al-Qardawi, Yusuf. Ijtihad Kontemporer, Kode Etik dan Berbagai Penyimpangan. Surabaya: Risalah Gusti, 1995.
________. Al-Ijtihad fî al-Syari'ah al-Islamiyyah ma'a Nazarah Tahliliyyah fî al-Ijtihad al-Mu'asir. Kuwait: Dar al-Qalam li al-Nasr wa al-Tauzî', 1999.
Al-Qattan, Manna’. Al-Tasyri’ wa al-Fiqh fi al-Islam; Tarikh wa Manhaj. Kairo: Maktabah Wahbah, 2001.
Rahman, Fazlur. Islam. Chicago: Chicago University Press, 1997.
Al-Razi, Fakhruddin. al-Mahsul fi ‘Ilm al-Usul. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1999.
Roy, Muhammad. Filsafat Hukum al-Thufi dan Dinamisasi Hukum Islam. Yogyakarta: Pondok Pesantren UII, 2007.
Sa’adah, Sri Lum’atus. “Transformasi Fikih Klasik Menuju Fikih Kontemporer (Sebuah Tawaran penemuan Hukum Islam Melalui Metode Double Movement)” dalam Jurnal Falasifa, Vol. 3, No. 1 Maret 2012.
Saeed, Abdullah. Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. New York NY: Routledge, 2006.
________. Islamic Thought An Introduction. London and New York: Routledge, 2006.
Schacht, Joseph. "Problem of Modern Islamic Legislation”, dalam Studia Islamica, vol. 12,1960.
Syahrur, Muhammad. Al-Kitab wa al-Qur’an: Qira’ah Mu’asirah. Damskus: al-Halli Publishing, 1990.
Syamsuddin, Muhammad Mahdi. Al-Ijtihad wa al-Tajdid fî al-Fiqh al-Islami. Beirut: al-Dauliyah al-Muassasah, t.t.
Syarfin, Nirwan. “Konstruksi Epistemologi Islam: Telaah Bidang Fiqih dan Ushul Fiqih” dalam Islamia, Vol. II No. 5, April-Juni 2005.
Syarifuddin, Amir. Ushul Fiqh. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 2001.
Al-Syatibi, Abu Ishaq. al-Muwafaqat Fi Usul al-Syariah, 4 Juz. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyah, 2003.
________. Al-I'tisam. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyah, t.t.
Al-Syauwkani, Muhammad. “Irsyad al-Fuhull Ila Tahqiq al-Haq min ‘Ilm al-Usul”, CD Maktabah al-Syamilah.
Al-Turabi, Hasan. Fiqh Demokratis: dari Tradisionalisme Kolektif Menuju Modernisme Populis. Bandung: Arasy, 2003.
________. Qadaya al-Tajdid. Khartum: Ma’had al-Buhus wa al-Dirasat al-Ij’ima’iyah, 1990.
‘Uways, Abdul Halim. Fiqh Statis dan Dinamis. Jakarta: Pustaka Hidayah, 1998.
Vogel, Frank E. dan Samuel L. Heyes. Islamic Law and Finance. London: Kluwer Law International, 1998.
Yusdani. “Hukum Islam dan Isu-Isu Kontemporer”, dalam Jurnal Hukum Republika, No. 4, Vol 2 tahun 2003.
________. Menuju Fiqh Keluarga Progresif. Yogyakarta: Kaukaba, 2011.
Zamzami, Mukhtar. “Pembaruan Hukum”, Makalah tidak diterbitkan, Jakarta, 12 Agustus 2010.
Al-Zuhayli, Wahbah. Al-Fiqh al-Islam wa Adillatuh, 9 jilid. Beirut: Dar Al-Fikr, 2005.
Peraturan Perundang-Undangan:
Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948.
Kompilasi Hukum Islam Tahun 1991.
Putusan Mahkamah Konstituasi No. 46/PUU-VIII/2010.
Saleem Azam, Universal Islamic Declaration of Human Rights.
The Cairo Declaration on Human Rights in Islam.
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 pasca amandemen kedua.
Undang-undang No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga
Undang-Undang No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.