PENERAPAN ASAS PEMBUKTIAN TERBALIK TERHADAP KASUS PIDANA KORUPSI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

  • Abdulahanaa Abdulahanaa STAIN Watampone
Keywords: asas pembuktian terbalik, asas praduga tak bersalah, penerapan hukum, korupsi, hukum Islam

Abstract

Penerapan asas praduga tak bersalah tidak efektif untuk mengatasi tindak pidana korupsi. Karena itu perlu diterapkan asas pembuktian terbalik yang merupakan konsekuensi dari asas keadilan dan pertanggungjawaban atas amanah. Asas pembuktian terbalik efektif untuk melindungi keuangan negara dari penyalahgunaan oleh penyelenggara negara. Tujuannya adalah agar mekanisme pemerintahan dapat berjalan sebagaimana mestinya tanpa unsur penipuan dan KKN, sehingga hak-hak rakyat dapat terpenuhi sebagaimana mestinya. Berdasarkan hukum Islam, wajib hukumnya menerapkan asas pembuktian terbalik terhadap pegawai/pejabat setelah ditemukan bukti-bukti permulaan yang akurat tentang indikasi adanya tindak pidana korupsi. Hal ini merupakan konsekuensi hukum yang melekat pada kewajiban memenuhi sumpah dan janji jabatan (amanah). Penerapan asas pembuktian terbalik atas pejabat yang korupsi tidak bertentangan atau melanggar asas praduga tak bersalah, sebab asas pembuktian terbalik merupakan pengecualian (takhsis) dari ketentuan umum asas praduga tak bersalah (lex specialis derogate generali).

References

Ali, Mohammad Daud. Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2000.
Al-‘Asqalani, Ahmad bin Ali bin Hajar. Fath al-Bari bi Syarh Sahih al-Bukhari, juz IX. Beirut: Dar al-Fikr, 1993 M./ 1414 H.
‘Awdah, ‘Abd al-Qadir. Al-Tasyri' al-Jina’i al-Islami. Beirut: Dar al-Kitab al-Araby, t.t.
________. Criminal Law of Islam. Karachi: International Islamic Publisher, 1987.
Al-Bayhaqi, Abu Bakr Ahmad ibn Husain ibn Ali. Sunan al-Kubra. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1994 M./ 1414 H.
Dahlan, Abdul Azis. Ensiklopedi Hukum Islam.. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1996.
Hanafi, Ahmad. Asas-asas Hukum Pidana Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1990.
Ibn Majah, Abu ‘Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini. Sunan ibn Majah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Ichtijanto, H. "Pengembangan Teori Berlakunya Hukum Islam di Indonesia", dalam Juhaya S. Praja (editor), Hukum Islam di Indonesia: Perkembangan dan Pembentukan. Jakarta: Remaja Rosdakarya, 1994.
Moeljatno. Asas-asas Hukum Pidana.. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2000.
Muslim, Abu Husayn ibn al-Hajjaj al-Qusyayri al-Naysaburi. Sahih Muslim. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1992 M./1413 H.
Al-Nawawi, Imam. Sahih Muslim bi Syarh Imam al-Nawawi. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1992 M./1413 H.
Rozi, Syafuan. "Jurus Lain Mengadili Koruptor", Media Indonesia, Rabu 23 April 2003.
Sabiq, as-Sayyid. Fiqh al-Sunnah.. Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi, 1971 M/1391 H.
________. Fiqh al-Sunnah. Mesir: Dar al-Fath, 1999 M./1420 H.
Al-Saleh, Osman Abdul Malik. "The Right of the Individual to Personal Security in Islam" dalam M.Cherif Bassiouni, The Islamic Criminal Justice System. London: Oceana Publication, 1982.
Sanad, Nagaty. The Theory of Crime and Criminal Responsibility in Islamic Law. Chicago: Office of International Criminal Justice, 1991.
Santoso, Topo. Menggagas Hukum Pidana Islam. Bandung: Asy-Syamil, 2000.
Taufiq, H. "Asas-asas Hukum Acara Peradilan Islam" dalam Jurnal Mimbar Hukum, No. 35, tahun VIII, 1997.
Al-Tirmizi, Abu 'Isa Muhammad ibn 'Isa ibn Surah. Sunan al-Tirmizi. Beirut: Dar al-Fikr, 1988 M./1408 H.
Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 1970 tentang KUHAP
Departemen Agama. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Semarang: CV Toha Putra, 1998.