Abstract

Sebagai salah satu tema penting dalam ushul fiqh, qat’i-zanni menyentuh dimensi radikal dan fundamental dari pengetahuan akan hukum Islam. Hal-hal yang pasti dalam agama selama ini telah dirumuskan atas dasar konsep ini. Tulisan ini mendemonstrasikan kritik salah seorang teoritisi utama hukum Islam, Abu Ishaq al-Syatibi, terhadap konsepsi ortodoksi qat’i-zanni. Dengan menerima faktor ihtimalat ’asyrah dan infirad dalam setiap dalil tekstual, al-Syatibi meragukan eksistensi qat’i versi ulama ushul. Penerimaan terhadap faktor-faktor tersebut tidak menjadikannya skeptis terhadap kepastian hukum Islam. Dalam tulisan ini ditunjukkan bagaimana al-Syatibi menganalisis secara kritis tiga kategori kepastian epistemik dalam hukum Islam, yaitu mutawatir lafzi, mutawatir ma’nawi, dan istiqra` ma’nawi. Dari ketiga kategori tersebut, al-Syatibi menerima dan menyokong dua kategori terakhir. Bahkan, ia secara ekstensif menunjukkan istiqra` ma’nawi sebagai sebagai jalan keluar atas problem epistemologis tersebut. Penggunaan bentuk kepastian terakhir ini menunjukkan keunikan tawaran epistemologis al-Syatibi dalam sejarah teori hukum Islam.