AHLI WARIS PENGGANTI PASAL 185 KHI DALAM PERSPEKTIF MAQĀSID AL-SYARI’AH

  • Akhmad Sukris Sarmadi IAIN Antasari Banjarmasin
Keywords: Kompilasi Hukum Islam, hukum waris, ahli waris pengganti, tujuan hokum, maqāsid al-syari’ah

Abstract

Sejak dikeluarkannya Kompilasi Hukum Islam di Indonesia khususnya yang berkaitan dengan Pasal 185 tentang hukum ahli waris pengganti telah terjadi polemik di kalangan ahli hukum. Dasar berbedanya pendapat mereka adalah pada asumsi bahwa hukum kewarisan Islam tidak dapat lagi dilakukan penambahan hukum baru. Istilah ahli waris pengganti sudah dikenal lama melalui BW meski berbeda rincian dengan maksud yang ada pada KHI. Keadaan ini pula menyebabkan banyak kalangan ahli hukum di Indonesia menyamakan persoalan ahli waris pengganti di KHI dengan BW, meskipun sebenarnya berbeda. Tulisan ini berupaya membuktikan bagaimana aturan ahli waris pengganti dalam KHI dapat diterima melalui kajian teori objektif hukum (maqāsid al-syari’ah). Berdasarkan kajian maqāsid al-syari’ah, ahli waris pengganti dapat diterima keberadaannya dalam hukum Islam karena memenuhi unsur normatif dengan dasar nass sarih yang bertujuan kemaslahatan, baik dari segi filosofis, sosiologis dan yuridis, sehingga ketentuan ahli waris pengganti dalam KHI ini tidak melanggar ketentuan al-Qur'an yang bersifat ijbari.

References

A. Karim, Muchit (ed). Pelaksanaan Hukum Waris di Kalangan Umat Islam Indonesia. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Puslitbang Kehidupan Keagamaan, Kementrian Agama RI, 2010.
Abū Zahrah. Al-Syāfi’i. Kairo: Dār al-Fikr al-‘Arabi, t.t.
Al-`Amiri, Abd Allah al-Husayn. At-Thufi`s Refutation of Tradisional Muslim Juristic Sources of Law and His Viewe on the Priority of Regard for Human Welfare as The Highest Legal. terj. Abdul Basir. Jakarta: Gaya Media Pratama, 2004.
Al-Ayyubi, Said ibn Ahmad ibn Mas’ūd. Maqāsid al-Syari’ah al-Islamiyah. Riyad: Dār al-Hijrah, 2003.
Ansori. “Konteksualisasi Fikih Melalui Prinsip Kemaslahatan” dalam al-Manāhij, 2, 1, (2008).
Gozali, Mohammad. “Mashalat Sebagai Dasar Pijakan Ijtihad Siyasi: Penerapan Kaidah Tindakan Pemimpin Terhadap Rakyat Harus Dihubungkan Dengan Kemaslahatan”. Dalam Ittihād, 6, 9, (2008).
Habiburrahman. “Rekonstruksi Hukum Kewarisan Islam di Indonesia”, disertasi tidak diterbitkan. Bandung : IAIN Sunan Gunung Djati, 2011.
Latif, Abd. Rachman A. “Sistem Hukum Kewarisan Islam di Indonesia”. Dalam Vidya 16, 1, (2008).
Marwadi, “Argumen A Fortiori dan Argumen A Contrario dalam Hukum Islam dan Hukum Positif.” Dalam al-Manahij, 2, 1, (2008).
Masud, Muhammad Khalid. Shatibi`s Philosophy of Islamic Law. Kuala Lumpur: Islamic Book Trust, 2005.
________. Islamic Legal Philosophy. terj. Yudian W. Asmin. Surabaya: Al-Ikhlas, 2003.
Muhammad, Ghulam. “Sistem Kewarisan Dalam Kompilasi Hukum Islam.” Dalam Warta, 23, (2009).
Munjin Nasih, Ahmad. “Pergeseran Pola Maqāshid al-Shari’ah dari Tradisional Menuju Modern: Membaca Pemikiran Jasser Auda.” Dalam Ijtihād, 11, 1, (2011).
Musa, Muhammad Yusuf. Al-Madkhal li Dirasah al-Islami. Kairo: Dar al-Fikr al-‘Arabi, t.t.
Nuzul, Andi. “Upaya Kodifikasi Hukum Kewarisan Secara Bilateral Dengan Pola Diferensiasi Dalam Msyarakat Pluralis.” Dalam Mimbar Hukum, 22, (2010).
Powers, David S. Studies in Al Qur`an and Hadith, The Formation of the Islamic Law of Inheritance, terj. Arif Maftuhin. Yogyakarta: LKiS, 2006.
Al-Raisūni, Ahmad. Imam Al-Shatibi`s, Theory Objectives and Intents of Islamic Law. Kuala Lumpur: The International Institute of Islamic Thought, 2006.
________. Al-Ijtihād : al-Nass al-Waq`i al-Maslahah, terj. Kamran al Asad. Solo: Intermedia, 2005.
Al-Syatibi, Abū Ishaq. Al-Muwāfaqāt fi Usul al-Syari’ah. Saudi: Dār ibn Affan, 1997.
Sābiq, Sayyid. Fiqh al-Sunnah. Bairut-Libanon: Dār al-Fikr, 1983.
Zein, Satria Effendi M. Ushul Fiqih. Jakarta: Prenada Media, 2005.
Zubair, Asni dan Lebba. “Pergantian Ahli Waris Menurut Tinjauan Hukum Islam." Dalam Asy-syir’ah, 42, 2, (2009).