ANTROPOLOGI HUKUM SEBAGAI PENDEKATAN DALAM PENELITIAN HUKUM ISLAM

  • Ali Sodiqin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Keywords: hukum Islam, usul fiqh, antropologi hukum, dialektika, budaya lokal

Abstract

Penelitian tentang hukum Islam, baik yang normatif maupun yang empiris belum sepenuhnya memanfaatkan ilmu-ilmu sosial humaniora. Hukum Islam, dalam realitasnya memiliki dimensi historis dan antropologis sejak diwahyukannya, sehingga penggunaan teori-teori sejarah maupun antropologi dapat menjadi pisau analisis dalam penelitian hukum Islam. Kerangka teoritik dalam penelitian hukum Islam dengan pendekatan antropologi hukum dapat dilakukan dengan mengintegrasikan teori-teori dalam ulum al-Qur’an, ushul fiqh, dan teori-teori ilmu sosial, seperti sejarah, antropologi, maupun sosiologi. Ruang lingkup kajiannya mencakup dua hal, yaitu penetapan hukum dalam al-Qur’an dan akulturasi hukum Islam dengan budaya lokal. Hukum-hukum dalam al-Qur’an secara historis diturunkan secara gradual dengan mempertimbangkan situasi sosiologis masyarakat penerimanya. Hal ini mengindikasikan adanya proses adopsi, adaptasi dan integrasi antara wahyu al-Qur’an dengan kebiasaan atau tradisi lokal Arab pada masanya. Oleh karena itu, penting untuk memetakan antara nilai-nilai universal dengan nilai-nilai lokal yang terkandung dalam hukum Islam. Pemetaan ini bermanfaat untuk melihat sisi mana yang tidak bisa diubah dan sisi mana yang dapat diadaptasikan dengan perkembangan peradaban manusia. Dengan demikian pendekatan antropologi hukum memiliki kontribusi untuk menjelaskan adaptabilitas hukum Islam dalam hukum modern.

References

Abu Zayd, Nashr Hamid. Tekstualitas Al-Qur’an: Kritik terhadap Ulumul Qur’an, terj. Khoiron Nahdhiyyin. Yogyakarta: LKiS, 2001.
Amal, Taufik Adnan. Rekonstruksi Sejarah Al-Qur’an. Jakarta: Pustaka Alfabet, 2005.
Bahri, Saiful. “Tafsir dan Antropologi Sosial (Sebuah Pendekatan Metodologi; Urgensi, Relevansi, dan Penyalahgunaannya”, makalah disampaikan dalam kajian regular FORDIAN (Forum Studi al-Qur’an) Cairo, di Hay. 7, tanggal 2 Oktober 2007.
Benda-Beckmann, F. von. “From The Law of Primitive Man to Social-Legal Study of Complex Societies”, dalam Antropologi Indonesia: Majalah Antropologi Sosial dan Budaya No. 47 Tahun XIII, 1989.
Griffiths, John. “What is Legal Pluralism”, dalam Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 24 (1986), 1986.
Hadikusumah, Hilman. Pengantar Antropologi Hukum. Bandung: PT. Citra Aditya Bhakti, 2004.
________. Antropologi Hukum Indonesia. Bandung: Alumni, 2010.
Hassan, Ahmad. Pintu Ijtihad Sebelum Tertutup, terj. Agah Garnadi. Bandung: Pustaka, 1994.
Ibrahim, Duski. Metode Penetapan Hukum Islam, Membongkar Konsep al-Istiqra’ al-Ma’nawi Asy-Syatibi. Yogyakarta: Arruz Media, 2008.
Ihromi, TO. Antropologi dan Hukum. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia,1984.
Moore, Sally F. Law As Process: an Anthropological Approach. London: Routledge & Kegan Paul Ltd., 1978.
Muhadjir, Noeng. Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin, 1996.
Pospisil L. Anthropology of Law: a Comparative Theory. London: Harper & Row Publisher, 1971.
Rahman, Fazlur. Islam and Modernity, Transformation of An Intellectual Tradition. Chicago: The Universtiy of Chicago Press, 1982.
Robinson, Neal. Discovering the Qur’an, A Contemporary Approach to A Veiled Text. Washington: Georgetown University Press, 2003.
Salih, Subhi. Mabahis fi ‘Ulum al-Qur’an. Beyrut: Dar ‘Ilmi li al-Malayin, 1972.
Al-Syatibi, Abu Ishaq. Al-Muwafaqat fi Usul al-Syari'at. Beyrut: Dar al-Ma'arif, 1975.
Shihab, M. Quraish. Membumikan al-Qur'an. Bandung: Mizan, 2001.
Sodiqin, Ali. Antropologi Al-Qur’an: Model Dialektika Wahyu dan Budaya.Yogyakarta: Arruz Media, 2008.