TEOLOGI INKLUSIF NURCHOLIS MADJID DAN PENGARUHNYA TERHADAP FIKIH LINTAS AGAMA DI INDONESIA

  • Agus Sunaryo STAIN Purwokerto
Keywords: Nurcholish Madjid, teologi inklusif, toleransi, fikih, non muslim

Abstract

Dalam diskursus keislaman, para ahli menganggap bahwa paradigma teologis inklusif adalah yang paling sesuai untuk diterapkan dalam konteks kehidupan beragama di abad modern. Prinsip mengakui keberadaan komunitas lain, mau “bertegur sapa” serta berusaha mencari titik temu sejalan dengan semangat yang dibangun oleh al-Qur’an. Artikel ini mencoba mengkaji paradigma tersebut serta melihat problematika fikih dalam kaitannya dengan relasi antara umat Islam dengan non muslim. Persoalan fikih menjadi penting untuk dibahas mengingat bahwa paradigma teologis seseorang cenderung berpengaruh terhadap cara pandang atau aktifitas berfikihnya. Persoalan teologis dan fikih yang dikaji dalam artikel ini bermuara pada pemikiran tokoh Nurcholish Madjid. Selain sebagai pengembang paradigma teologis-inklusif di Indonesia, pemikiran Nurcholish Madjid tentang perlunya melakukan pembacaan ulang fikih, nampaknya selalu menarik untuk dibahas dan sekaligus mengundang kontroversi. Apalagi ketika persoalan fikih tersebut harus melibatkan komunitas agama lain di dalamnya.

References

Ali, Abdullah Yusuf. Qur’an dan Tafsirnya, terj. Ali Audah. Jakarta: Pustaka Firdaus, 1993.
Bagus, Lorens. Kamus Filsafat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2000.
Al-Bukhari, Abu Abdillah Muhammad ibn Isma’il ibn Ibrahim ibn al-Mughirah ibn Bardizbah. Al-Jami’ as-Sahih (Sahih al-Bukhari). Beirut: Dar ibn Katsir, 1987.
Coulson, N.J. Konflik dalam Jurisprudensi Islam, terj. Fuad Zen. Yogyakarta: Navila, 2001.
El-Fadl, Khaled Abou. Atas Nama Tuhan. Jakarta: Serambi, 2004.
Khallaf, Abdul Wahhab. ‘Ilm Usul al-Fiqh. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2008.
Madjid, Nurcholish, dkk. Fiqih Lintas Agama: Membangun Masyarakat Inklusif-Pluralis. Jakarta: Paramadina, 2004.
M. Arkoun. “Menuju Pendekatan Baru Islam.” Ulumul Qur’an, vol. II, Oktober-Desember, 1990.
Madjid, Nurcholish. Islam: Doktrin dan Peradaban. Jakarta: Paramadina, 2000.
----------. “Sejarah Awal Penyusunan dan Pembakuan Hukum Islam,” dalam Budhy Munawar-Rahman (ed.), Kontekstualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah. Jakarta: Paramadina, 2001.
----------. Islam Agama Kemanusiaan Jakarta: Paramadina, 2003.
----------. Islam Agama Kemanusiaan. Jakarta: Paramadina, 2003
----------. dkk. Fiqih Lintas Agama; Membangun Masyarakat Inklusif-Pluralis. Jakarta: Paramadina, 2004.
Mahmadah, Syafiq dan Fatma Amalia. “Fiqh dan Ushul Fiqh pada Periode Taqlid”. dalam Madzhab Jogja. Yogyakarta: Ar-Ruzz, 2002.
Muhammad Abduh dan Rasyid Rida. Tafsir al-Mannar, 9 jilid. Beirut: Dar al-Ma’rifah,t.t.
An-Na’im, Abdullahi Ahmed. Dekonstruksi Syari’ah. Yogyakarta: LKiS, 2003.
Al-Nisaburi, Muslim ibn al-Hajjaj Abu al-Husayn al-Qusyayri. Sahih Muslim, 8 juz. Dar Ihya’ al-Turas| al-‘Arabi, t.t.
Qadiry, Abdullah Ahmad. Nikah Beda Agama menurut Islam, terj. Syaihu Asnawi. Yogyakarta: Media Wacana, 2003.
Al-Qardawi, Yusuf. Syariat Islam Ditantang Zaman, terj. Abu Zaky. Surabaya: Pustaka Progressif, 1990.
Rahman, M. Imdadun. “Islam Pribumi: Mencari Wajah Islam Indonesia” dalam Tashwirul Afkar, No. 14 tahun 2003.
Al-Razi, Muhammad Fakhr al-Din ibn al-‘Allamah Diya’ ad-Din Umar. Tafsir al-Kabir, 7 jilid. Beirut: Dar al-Fikr, 1995.
Rahmat, Jalaluddin, dkk. Thariqat Nurcholishy. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.
Rusyd, Ibn. Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtasid, 2 juz. Indonesia: Dar Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyyah, t.t.
Al-Zarqa, Mustafa Ahmad. Al-Madkhal al-Fiqhi al-‘Amm, 3jilid. Damaskus: Dar al-Qalam, 1998.