PENALARAN HUKUM ISLAM (Upaya Mensinergikan Metode al-Sawabit dan al-Mutaghayyirat)

  • Khariri Khariri
Keywords: penalaran hukum, sinergi, al-sawabit, al-mutaghayyirat, maqasid al-Syari’ah

Abstract

Perbedaan pandangan mengenai hukum Islam menjadikan umat Islam terkotak-kotak. Ada yang mengimplementasikan pandangannya dalam bentuk yang kaku, bahkan radikal. Ada pula yang mengaplikasikan pandangannya dalam bentuk yang bebas, bahkan liberal. Namun, yang menonjol adalah yang meneguhkan pandangannya dalam bentuk yang moderat. Dinamisasi pemahaman dalam menafsirkan teks agama mengakibatkan ketiga pengelompokan pandangan ini selalu ada di setiap waktu, tempat, situasi dan kondisi apapun. Apabila ditelisik secara kritis, sebenarnya berakar dari pehamaman yang kurang proporsional dari mereka sendiri. Mereka, pada umumnya, tidak bisa memilih mana persoalan yang masuk dalam ruang al-sawabit  dan mana persoalan yang masuk dalam ruang al-mutaghayyirat .  Kedua ruang ini menjadi syarat mutlak bagi para penafsir hukum Islam untuk menyimpulkan hukum secara bertanggungjawab. Dengan prinsip ini, dalam berbagai kasus, umat Islam dapat memilih dan memilah, mana yang kemudian perlu diperbaharui sebagai obyek ijtihad dan mana yang tidak perlu diperbahurui sebagai ketetapan syariat.

Author Biography

Khariri Khariri
IAIN Purwokerto

References

Al-Asymawi, Said.Ushul al-Syari'ah, terj. Luthfi Thomafi. Yogyakarta: LKiS, 2004.
Ash-Shiddieqy, Hasbi. Pengantar Hukum Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1963.
Chalil, Moenawar. Kembali Kepada al-Qur'an dan as-Sunnah. Jakarta: Bulan Bintang, 1977.
Al-Ghazy, Muhammad bin Qasim. Fath al-Qarib al-Mujib. Semarang: Pustaka al-'Alawiyyah, t.t.
Hamadah, 'Abbas Mutawalli. al-Sunnah al-Nabawiyyah wa Makanatuha fi al-Tasyri'. Kairo: Dar al-Qaumiyyah, t.t.
Hasan, Khalid Ramadhan. Mu’jam Usul al-Fiqh. Al-Raudah, 1998.
Al-Hazimi, Khalid Bin Hamid.Usul al-Tarbiyah al-Islamiyyah. Madinah Munawwaroh: Dar ‘Alam al-Kutub, 1420 H/2000 M.
Ibrahim, Najih.“Us|butu Ma'a S|awabit al-Islam Wataghayyaru ma'a Mutaghayyiratih”, dalam www. youm7.com. diakses pada tanggal 29 Nopember 2015.
Ismail, Sya’ban Muhammad. Ushul al-Fiqh al-Muyassar. Beirut: Dar Ibn Hazm, 2008.
Al-Jabiri, Muhammad Abid. Takwin al-Aql al-'Arabi.Beirut: Markaz Dirasah al-Wihdah al-'Arabiyyah, 1989.
Jumantoro, Totok dan Samsul Munir Amin. Kamus Ilmu Ushul Fiqih. t.tp.: Penerbit Amzah, 2005.
Khallaf , Abdul Wahhab. Ilmu Ushul Fiqh. Iskandariyah: Muasasah Tsaqafah Al-Jami'ah, 1989.
Mahfudz, Sahal.Nuansa Fiqh Sosial. Yogyakarta: LKiS Group, 2012.
Mu’allim, Amir dan Yusdani. Ijtihad dan Legislasi Muslim Kontemporer. Yogyakarta : UII Press, 2004.
Al-Nabhani, Taqiyyuddin. Al-Syakhsiyyah al-Islamiyah. Beirut: Dar al-Ummah, 2001.
Ridha, Muhammad Rasyid.al-Wahy al-Muhammady. Beirut: al-Maktab al-Islami, 1979.
Rizky, Maulana. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Lima bintang, t.t.
Saebani, Beni Ahmad.Ilmu Ushul Fiqh. Bandung: Pustaka Setia, 2008.
Al-Syatibi.Al- Muwafaqat fi Usul al-Syari’ah. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2004.
Syahrur, Muhammad. Nahwa Usul Jadidah li al-Fiqh al-Islami: Fiqh Mar'ah (al-Wasiyyah, al-Irs|, al-Qawwamah, al-Ta'addudiyyah, al-Libas). Damaskus: al-Ahali li al-Thiba'ah wa al-Nasyr, 2000.
Syaltut, Mahmud. al-Islam 'Aqidah wa Syari'ah. Kairo: Dar al-Qalam, 1966.
Syarifuddin, Amir. Pembaharuan Pemikiran dalam Hukum Islam, Padang: Angkasa Raya, 1993.
Wahyudi, Yudian.Maqashid Syari’ah dalam Pergumulan Politik. Yogyakarta: Pesantren Nawesea Press, 2007.
Yamani, Ahmad Zaki.Syariat Islam yang Abadi Menjawab Tantangan Masa Kini,terj. Mahyuddin Syaf. Bandung: Ma'arif, 1974.
Al-Zuhaili, Wahbah.Al-Wasit fi Usul Al-Fiqh Al-Islami. Damaskus: Dar al-Kitab, 1978.
__________. Al-Zuhaili, Wahbah. Usul al-Fiqh. Damaskus: Dar al-Fikr, 1996.
Published
2017-02-22