MAKELAR KASUS DALAM KAJIAN FILOSOFIS NORMATIF HUKUM ISLAM

  • Abdulahanaa Abdulahanaa
Keywords: makelar kasus, perspektif filosofis, normatif, ijarah, hukum Islam

Abstract

Makelar kasus pada hakikatnya mencerminkan pengertian intervensi terhadap suatu proses administrasi penegakan hukum. Dengan demikian,berdasarkan fakta-fakta, makelar kasus terlanjur diidentikkan sebagai pekerjaan yang berpendapatan tidak halal. Masalahnya adalah di satu sisi mekelar kasus terlanjur dikonotasikan sebagai pekerjaan yang tidak halal, di sisi lain eksistensi makelar kasus menjadi “kebutuhan” yang tidak dapat dielakkan. Oleh karena itu, perlu dikaji landasan filosofis normatifnya dalam hukum Islam. Dasar hukum  makelar kasus secara prinsip dapat dirujuk dalam Usul Fikih dengan menggunakan metode al-maslahah al-mursalah, kemudian dijabarkan secara operasional dengan menggunakan metode akad ijarah. Secara spesifik tidak ditemukan dalil dari al-Qur’an dan hadis Nabi SAW tentang  makelar kasus.Akan tetapi secara umum dalil-dalil tentang prinsip-prinsip muamalah, khususnya yang berkaitan dengan ijarah, secara deduktif dapat digunakan sebagai dasar hukum makelar kasus. Esensi  makelar kasus dalam perspektif  filosofis normatif adalah salah satu pekerjaan yang dapat dibenarkan dengan berdasar pada konsep dan kaedah-kaedah mencari rezeki melalui akad ijarah (upah-mengupah). Oleh karena itu, seorang makelar kasus dibolehkan (halal) menerima uang jasa (ujrah) dari kliennya yang disepakati kedua pihak sepanjang mematuhi aturan-aturan yang berlaku dalam hukum ijarah.

Author Biography

Abdulahanaa Abdulahanaa
STAIN Watampone

References

Abdulahanaa. Hukum Islam Dinamis:Kajian Dinamika Hukum Islam dalam Pengaturan Keluarga, Sosial, Politik dan Pemikiran Hukum.Yogyakarta: Trust Media, 2015.
_______. Kaidah-Kaidah Keabsahan Multi Akad: Hybrid Contract. Yogyakarta: Trust Media, 2014.
Al-Asqalany, Ahmad bin Ali bin Hajar. Fath al-Bary bi Syarh Shahih al-Bukhary. Beirut: Dar al-Fikr, 1993 M./1414 H.
Departemen Agama RI.Al-Qur’an dan Terjemahnya. Semarang: Toha Putra, 1989.
Ibn Majah, Abi Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwiny. Sunan Ibn Majah. Beirut: Dar al-Fikr, t.t.
“Jaringan Markus” dalam http://www.kompas.com.
Kompas.com. (Rabu 14 April 2010)
Luqmansyah, Indra. Makelar Kasus dalam Mafia Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2010.
Marsam, Leonardo dkk. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya: Karya Utama, 2000
Muhammad,Faruk.“Menanggulangi Makelar Kasus” dalam http://gagasanhukum. wordpress.com.
Mujtabah, Saifuddin.MasailulFiqhiyah. Jombang: Rousyan Fiqr, 2007.
Al-Naisabury,Abi Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairy.Shahih Muslim. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 1992 M/1413H.
Pandu, Yudha. Klien dan Advokat dalam Praktek. Jakarta: Indonesia Legal Center Publishing, 2004.
Ramelan, Rahardi.“Makelar dan Calo” dalam http://www.leapidea.com/presentation.
Selestinus, Petrus. “Mafia Peradilan dan Makelar Kasus Mendarah Daging dalam Sistem Peradilan” dalamhttp://www.kesimpulan.com
Sri Wahyuni. “Makelar Kasus dalam Perspektif Hukum Islam” dalam http://sriwahyuni-suka.blogspot.com.
Tintin, Chris Quartermain. “Petualangan Chris Quartermain Tintindan Makelar Kasus”. Dalam Sumatera Ekspres, Senin, 16 November 2009.
Ujan,Andrea Ata. Filsafat Hukum: Membela Hukum, Membela Keadian. Yogyakarta: Kanusius, 2009.
Zuhdi, Masjfuk. Masailul Fiqhiyah. Jakarta: CV. Haji Masagung, 1993.
Published
2017-02-23