PANDANGAN MAJLIS TAFSIR AL-QUR’AN (MTA) TENTANG MAKANAN HALAL DAN HARAM (KAJIAN USUL FIKIH)

  • Muh. Nashirudin
Keywords: Tafsir MTA, Brosur Ahad Pagi, makanan, halal dan haram, istishab

Abstract

Penelitian ini membahas pandangan Majlis Tafsir al-Qur'an (MTA) tentang makanan halal dan haram dalam Islam. Data penelitian ini diperoleh melalui Brosur MTA Ahad Pagi, Tafsir MTA dan wawancara dengan Ahmad Sukina (Ketua MTA). Dengan menggunakan teori fungsional Hadis Nabi dalam Usul Fikih dan teori istishab, studi ini menemukan bahwa MTA seperti yang disebutkan dalam Tafsir MTA Volume IV mengakui bahwa makanan yang dilarang dalam Islam hanya terdiri dari empat hal yaitu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disembelih bukan atas nama Allah. Namun demikian, MTA tidak menentukan pendapat mereka hanya pada empat hal yang dilarang oleh Al-Qur'an, atau mereka menggabungkan dengan hal-hal lain yang dilarang oleh hadis Nabi. MTA terlihat memilih untuk menjadi "aman" dan berada di posisi "abu-abu" dalam hal ini, karena mereka melihat bahwa dua pendapat tersebut sama dalam hal validitasnya. Keduanya tidak dapat ditentukan mana yang akan digunakan dan juga untuk menghindari kontroversi di masyarakat. Di samping itu, meskipun jargon MTA adalah kembali kepada al-Qur'an dan Sunnah Nabi, penentuan hukum berdasarkan ijma' juga digunakan walaupun ada perbedaan konsep tentang ijma' (MTA mengatakan mereka menggunakan ijma' sahabat, tetapi sebenarnya mereka menggunakan ijma' ulama). Qiyas digunakan sangat terbatas, yaitu hanya jika illat hanya disebut dalam teks (nass). MTA tidak menggunakan selain empat dalil hukum yang disepakati, kecuali dalil tentang al-ibahah al-asliyyah yang termasuk dalam pembahasan istishab.

Author Biography

Muh. Nashirudin
Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta

References

Asroni, Ahmad. “Islam Puritan vis a vis Tradisi Lokal: Meneropong Model Resolusi Konflik MTA dan NU di Kabupaten Purworejo” dalam Conference Proceeding AICIS XII, 2007.
Brosur Halal dan Haram dalam Islam, ke-1 s.d 11.
Creswell, John W.. Research Design, terj. Achmad Fawaid dan Rinayati Kusmini Pancasari, cet. 1. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016.
Hammadu, Nadzir. al-Wajiz fi Adillah at-Tasyri’ al-Islami. Aljir: Mu’assasah Ibn Sina, 2000.
Hasaballah, ‘Ali. Usul al-Tasyri’ al-Islami. Kairo: Dar al-Ma’arif, t.t.
Hasim, Moh., “Interaksi Penganut Majelis Tafsir al-Qur’an di Kampung Tegalsari Semarang”, dalam Analisa, vol. 21, No. 02, (2014).
Hermawan, Sulhani, dkk. Nalar La Madzhabiyyah Majelis Tafsir Al-Qur’an, diakses dari sulhanihermawan.wordpress.com pada 30 Maret 2016.
Ibn al-‘Arabi, Muhammad ibn 'Abd Allah. Ahkam al-Qur’an. Beirut: Dar Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyyah, 1958.
Al-Jauziyyah, Muhammad ibn Abi Bakr ibn Ayyub ibn Sa'id Ibn al-Qayyim. I’lam al-Muwaqqi’in, ed. ‘Abd ar-Ra’uf Sa’d. Beirut: Dar al-Jail, t.t.
Khallaf, ’Abd al-Wahhab, ‘Ilm Usul al-Fiqh. Kairo; Dar al-Hadis\, 2003.
As-Suyuti, Abd a-Rahman ibn Abi Bakr. al-Hawi li al-Fatawi. Beirut: Dar al-Fikr, t.t.
Majma’ al-Lughah al-‘Arabiyyah al-Mu’jam al-Wasit. Kairo: Dar al-Ma’arif, 1400 H.
Muhammad, Nur Hidayat. Meluruskan Doktrin MTA: Kritik atas Dakwah Majelis Tafsir Al-Qur’an di Solo. Surabaya: Muara Progressif, 2013.
Al-Naisaburi, Muslim ibn Hujjaj. Sahih Muslim. Beirut: Dar al-Jail, t.t.
Mustolehuddin, “Pandangan Ideologis-Teologis Muhammadiyah dan Majlis Tafsir Al-Qur’an (Studi Gerakan Purifikasi Islam di Surakarta)” dalam Analisa, vol. 21, No. 01, (2014).
Nashirudin, Muh., “Fikih Pernikahan Dalam Tafsir Adwa’ Al-Bayan” dalam Al-Maslahah, vol. 11, no. 1, (2015), hlm. 5, diakses dari jurnaliainpontianak.or.id pada 2 Juni 2016.
________. “Ta’lil Al-Ahkam dan Pembaruan Ushul Fikih” dalam Ahkam, vol. XV, No. 1, (2015).
Pratiwi, Kurnia Cahya Ayu dkk. Hukum Memakan Daging Anjing, makalah disampaikan untuk memenuhi tugas matakuliah Perbandingan Madzhab dalam Ushul Fiqh, Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, tahun 2015, dapat diakses di https://www.academia.edu/19920405/Hukum_Memakan_Daging _Anjing_Pandangan_MTA_dan_Muhammadiyah_
Al-Qattan, Manna’ Khalil. Mabahis\ fi ‘Ulum al-Qur’an. Ttp.: Mansyurat al-‘Asr al-Hadis\, t.t)
Ar-Razi, Muhammad ibn 'Umar Fakhr ad-Din. Mafatih al-Gaib. Beirut: Dar Ihya’ at-Turas\ al-‘Arabi, t.t.
Rida, Muhammad Rasyid. Tafsir al-Manar. Kairo: al-Hai’ah al-Misriyyah al-‘Ammah li al-Kitab, 1990.
Salamah, Lanal Zuhrotus, “Pemahaman Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) terhadap Ayat-ayat al-Qur’an tentang Makanan Halal dan Haram” Skripsi pada Jurusan Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, UIN Walisongo Semarang, 2015, diakses dari http://eprints.walisongo.ac.id/5413/ pada Mei 2015.
Singh, Bilveer dan Zuly Qodir, Grakan Islam Non Mainstream dan Kebangkitan Islam Politik di Indonesia, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015), cet. 1.
Sukron, Mokhamad, ”Memahami Bid’ah dalam Perspektif Majelis Tarjih Alquran (MTA)” dalam Religio: Jurnal Studi Agama-agama, Vol. 5, No. 1, 2015.
Sunarwoto, “Antara Tafsir dan Ideologi; Telaah Awal atas Tafsir Al-Qur’an MTA (Majelis Tafsir Al-Qur’an” dalam jurnal Refleksi, vol. XII, No. 2, Oktober 2011.
________. “Gerakan Religio-Kultural MTA, Dakwah, Mobilisasi, dan Tafsir Tanding” dalam Jurnal Ilmu-ilmu Kesilaman Afkaruna, Vol. 8, No. 2, 2012.
Suryadilaga, Muhammad Alfatih, “Majlis Tafsir Al-Qur’an dan Keberagamaan di Indonesia: Studi tentang Peran dan Kedudukan Hadis Menurut MTA” dalam Masyarakat Indonesia, Vol. 41, No. 1, 2015.
Syalabi, Mustafa. Usul al-Fiqh al-Islami. Beirut: ad-Dar al-Jama’iyyah, t.t.
Tafsir al-Qur’an jilid IV Surat al-Baqarah ayat 142-176, (ttp.: Yayasan Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA), 2008.
Yusdani dan Imam Machali, “Islam dan Globalisasi: Studi atas Gerakan Ideologisasi Agama Majelis Tafsir Al-Qur’an di Yogyakarta”, Jurnal Akademika, Vol. 20, No. 01, Januari-Juni, 2015.
Az-Zuhaili, Wahbah ibn Mustafa. Usul al-Fiqh al-Islami. Beirut: Dar al-Fikr, t.t.
Internet
http://www.mta.or.id/sekilas-profil/, diakses 29 Maret 2016.
https://www.youtube.com/watch?v=otHHGsV-6M0
https://www.youtube.com/watch?v=CD9qOr_h87E&t=689s.
Published
2017-02-23