Abstract

Konsep perbankan syaria’ah sudah cukup baik, namun temuan penyimpangan substansialdalam praktek perbankan syariah di lapangan, diantaranya yang berhubungan dalam akad yang merupakan core bisnis dari bank syariahitu sendiri. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut, karena praktek penyimpangan yang dilakukan beberapa bank syariah dalam hal ini sama juga melakukan rekayasa terhadap akad syariah yakni mengkamuflase produk ryang adadengan  kemasan layanan jasa syariah. 
Pemahaman akan akad menjadi penting pagi para praktisi perbankan syariah begitu juga transparasi pada bank Syariah demi mencegah potensi “mafia”, yang mungkin ada di perbankan syariah di Indonesia.