AKOMODASI PESANTREN PADA KESENIAN RAKYAT DI CANGKRINGAN, SLEMAN, YOGYAKARTA

Kholid Mawardi

Abstract


This study investigated the construction of thoughts by KH. Ahmad Masrur and al-Qodir Islamic Boarding School to accomodate folk art; to reveal the relationship among KH. Ahmad Masrur, al-Qodir Islamic Board- ing School, and folk art communities in Wukirsari village; and to find out the approaches of accommodation implemented in the folk art Village. The findings of this study led to some conclusions. First, on the one hand, Mr. Masrur (an Islamic expert) wanted to send the goodness and the beauty of Islam not only to be achieved by Moslems but also by other religious community. On the other hand, the folk art community wanted to main- tain their existence in the diverse society. Therefore, those two intentions are linked to each other in order to accomplish those goals. Second, the relationship among Mr. Masrur, al-Qodir Islamic Boarding School, and Wukirsari village folk art community; in terms of historical context, it was the repetition of the relationship pattern in the past time that occured during the Islamisation process in Java. It was carried out by placing the locality as the basis of Islam. Mr. Masrur, al-Qodir Islamic Boarding School put themselves as the exponents of folk art; Mr. Masrur had the role as the patron and the community folk art had the role as the clients, and the overall relationship was accomplished based on mutually beneficial rela- tionship. Third, the forms of accommodation proposed by Mr. Masrur towards folk art in Wukirsari village were through compromise and toler- ance. The form of the compromise was visible through the willingness of both parties to feel and understand the circumstances of one to each other party. As for the form of tolerance, it was implemented by Mr. Masrur and al-Qodir Islamic Boarding School deliberately to avoid various disputes and conflicts.

 

Penelitian ini untuk mengetahui konstruk pikir KH. Masrur Ahmad dan Pesantren al-Qodir dalam mengakomodir kesenian rakyat; untuk meng- ungkap pola hubungan antara KH. Masrur Ahmad dan Pesantren al-Qodir dengan komunitas-komunitas kesenian rakyat di Desa Wukirsari, dan untuk mengetahui bentuk akomodasi kesenian rakyat di Desa tersebut. Berdasarkan penelitian ini, diperoleh kesimpulan; pertama, Kiai Masrur yang ingin mewujudkan kebaikan dan keindahan Islam tidak hanya dirasakan oleh umat Islam tetapi juga oleh umat-umat agama lain, dan komunitas kesenian rakyat yang ingin mempertahankan eksistensi dirinya dalam masyarakat yang semakin majemuk, dilakukan dengan bekerjasama untuk merealisasikan keinginan mereka. Kedua, relasi antara Kiai Masrur dan Pesantren al-Qodir dengan komunitas kesenian rakyat di Desa Wukir- sari, dalam konteks historis merupakan pengulangan dari pola relasi yang terjadi pada saat proses Islamisasi Jawa pada masa lampau, yaitu dengan menempatkan lokalitas sebagai basis Islam. Kiai Masrur dan Pesantren al-Qodir menempatkan diri sebagai pembela kesenian rakyat; Kiai Masrur sebagai patron dan komunitas kesenian rakyat sebagai kliennya, dan keseluruhan relasi tersebut didasarkan kepada hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Ketiga, bentuk akomodasi Kiai Masrur terhadap kesenian rakyat di Desa Wukirsari adalah kompromi dan toleransi. Bentuk kompromi ini terlihat dari kesediaan kedua belah pihak untuk saling merasakan dan memahami keadaan pihak lain. Adapun bentuk toleransi, dilakukan Kiai Masrur dan Pesantren al-Qodir secara sengaja untuk menghindarkan diri dari berbagai perselisihan dan pertentangan.


Keywords


Islam; folk art; accommodation; al-Qodir Islamic Boarding School; Islam; Kesenian Rakyat; Akomodasi; Pesantren al-Qodir

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Irwan. 2006. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arifin, Achmad Zainal. “Charisma and Rationalisation in Modernising Pesantren: Changing Values in Traditional Islamic Education in Java”. Disertasi. Religion and Society Research Centre University of Western Sydney, Australia, 2013.

Beatty, Andrew. 2001. Variasi Agama di Jawa suatu Pendekatan Antropologi, Terj. Achmad Fedyani Saefudin. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Dhofier, Zamaksyari. 2009. Tradisi Pesantren Memadu Modernitas Untuk Kemajuan Bangsa. Yogyakarta: Pesantren Nawesea.

Dhofier, Zamakhsyari. 1994. Tradisi Pesantren Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.

Fazlurrahman. 2000. Islam. Terj. Ahsin Mohammad, Bandung: Pustaka.

Friedmen, Jonathan. “Being in the World: Globalization and Localization”. Dalam Mike Featherstone (ed.). Global Culture: Nationalism, Globalization and Modernity. London: Sage Publications, 1991.

Feillard, Andree. 1999. NU Vis a Vis Negara: Pencarian Isi, Makna dan Bentuk. Edisi terjemah. Yogyakarta: LKiS.

Hadi, Sumandiyo Y. 2006. Seni dalam Ritual Agama. Yogyakarta: Buku Pustaka.

Hanif, Muh. “Dakwah Islam Kultural (Studi atas Apresiasi Kiai Masrur Ahmad MZ (Lahir 1963) Terhadap Kesenian Jatilan Di Kelurahan Wukirsari Cangkringan Sleman Yogyakarta)”. Tesis. Yogyakarta: CRCS, Universitas Gadjah Mada, 2005.

Haryatmoko. 2008. Konsep Habitus Pierre Bourdieu: Mekanisme dan Strategi Dominasi, Handout. PPS. UIN Sunan Kalijaga.

Laode Ida. NU Muda Kaum Progresif dan Sekularisme Baru. Jakarta: Erlangga, 2004.

Khadziq. 2009. Islam dan Budaya Lokal Belajar Memahami Realitas Agama dalam Masyarakat. Yogyakarta: TERAS.

Koentjaraningrat. 1980. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.

_____________. 2005. Pengantar Antropologi pokok-pokok etnografi II. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Liliweri, Alo. 2007. Makna Budaya dalam Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta: LkiS.

Mas’ud, Abdurrahman. 2004. Intelektual Pesantren Perhelatan Agama dan Tradisi. Yogyakarta: LKiS.

M, Abdurrahman. 2011. “Islam Aboge: Harmoni Islam dan Tradisi Jawa”. Dipresentasikan dalam the Annual Conference on Islamic Studies, Bangka Belitung, Oktober, 2011.

Nuril dan Rosyadi, Khoerul. 2010. Ritual Gus Dur dan Rahasia Kewaliannya. Yogyakarta: Galangpress.

Pranowo, Bambang. 2009. Memahami Islam Jawa. Jakarta: Pustaka Alvabeta.

Soekanto, Soerjono. 2006. Sosiologi: Suatu Pengantar. Yogyakarta: Raja Grafindo Persada.

Setyawan, Agus. 2008. “Konsep Seni Islami Seyyed Hossein Nasr, Telaah atas Signifikansi Hubungan Seni dan Spiritualitas di Dunia Modern”. Tesis Yogyakarta: UIN SUKA.

Shri Ahimsa-Putra, Heddy. 2001. Strukturalisme Levi-Strauss Mitos dan Karya Sastra. Yogyakarta: Galang Press.

Thohir, Mudjahidin. 2005. Orang Islam Jawa Pesisiran. Semarang: FASINDO Press.

Wahyono, Sugeng Bayu, Dkk. 2005. Pesantren, Radikalisme, dan konspirasi Global. Jakarta: INPEDHAM.

Woodward, Mark R. 2008. Islam Jawa Kesalehan Normatif versus Kebatinan. Yogyakarta: LKiS.

Wertheim, W.F. 1999. Masyarakat Indonesia dalam Transisi: Kajian Perubahan Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.




DOI: http://dx.doi.org/10.24090/ibda.v15i2.2017.pp106-118

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Kholid Mawardi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
IBDA by http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/ibda is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats Flag Counter

Jurnal IBDA' Terindeks di: