KONSEP MULTIKULTURAL PERSPEKTIF KH. IMAM ZARKASYI

Dakir Dakir

Abstract


The purpose of this study is to identify and analyze the thoughts of Islamic multicultural education proposed by KH Imam Zarkasyi in order to find the rationale and the construction of thoughts as well as the contribution to Islamic civilization in Indonesia through historical-philosophical approach. The results of the study showed that the rationale of Islamic multicultural education proposed by KH. Imam Zarkasyi referred to the principle of the unity of man or unity of creation and the unity of knowledge, as a reflection of the nature of one God conception. The interpretation of the concept created internalization approach regarding the spiritual reason in which every human work stepped on the objective value and implications on the orientation of God as the minimum rationality to release the negative spirit, dichotomy, liberalization of science, socio-cultural, fanatics of tribes/ nation/ race/ ethnic group/ culture, or the overall types of the local/ national/ international students’ souls through the integration of the value in terms of diverse knowledge and sociocultura values based on Islamic teaching values, cultural philosophy of Indonesian identities, socio-cultural diversity of local/national/international students and the integration of Education Center in terms of social structure equal to the form of communal religious, had formed a balance of value function and changes of attitudes, intellects and the strength of local/national/international Moslems as the power of socio-religious Moslems in Indonesia in order to foster peace throughout the world. The above findings showed the integrated points of view on religion, metaphysics and reason that determined the consciousness of human morality, not as the guidance of thoughts and ratio.

 

Tujuan tulisan ini mengidentifikasi dan menganalisis pemikiran pendidikan Islam multikultural KH. Imam Zarkasyi untuk menemukan landasan dan konstruksi pemikiranya serta kontribusinya bagi peradaban Islam Indonesia, dengan pendekatan historis-filosofis. Hasil studi menunjukkan, landasan pemikiran pendidikan Islam multikultural KH. Imam Zarkasyi merujuk pada prinsip kesatuan manusia atau kesatuan ciptaan dan kesatuan pengetahuan, sebagai refleksi spirit tauhid. Interpretasi dari kedua konsep tersebut, melahirkan pendekatan internalisasi nalar spiritual di mana tiap kerja manusia berpijak pada tujuan nilai dan implikasi pada orientasi ketuhanan sebagai rasionalitas minimal untuk membebaskan spirit negatif, dikotomi, liberalisasi ilmu, sosio-kultural, fanatik antar suku, bangsa, ras, etnik, budaya, golongan atau aliran seluruh jiwa peserta didik lokal, nasional dan internasional melalui integrasi nilai keragaman ilmu dan keragaman sosio kultural dari sumber nilai ajaran Islam, falsafah budaya bangsan Indonesia, keragaman sosio-kultural peserta didik lokal, nasional dan internasional dan integrasi tri pusat pendidikan dalam struktur sosial setara dalam bentuk komunal religius, telah membentuk keseimbangan fungsi nilai dan perubahan mental, intelektual dan jiwa perekat umat Islam lokal, nasional dan internasional sebagai kekuatan sosio-kultural keagamaan umat Islam Indonesia dalam upaya mewujudkan misi perdamaian dunia. Fakta di atas menujukan, integrasi pandangan agama, metafisika dan akal yang menentukan kesadaran moralitas manusia, bukan tuntunan akal dan rasio.


Keywords


Islamic education; multicultural aspects; KH Imam Zarkasyi, thoughts, and ratio; Pendidikan Islam; multikultural; KH. Imam Zarkasyi; akal; dan rasio

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Amin. 2008. Islam Inklusif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abdullah, Husni. 2009. “Pendidikan Agama Islam” dalam Jurnal Pendidikan Islam Nadwa, Vol.3, No.1, Mei 2009. ISSN 1979-1739, Surabaya: UNESA.

Al Fadl, Khalid Abu. 2002. The Place of Tolerance in Islam. Terj. Heru Prasetia. Bandung: Arasy.

Aly, Abdullah. 2006. Dalam disertasi yang berjudul Pendidikan Multikultural di Pondok Pesantren Modern Assalam Surakarta. Yoyakarta: UIN Press.

Dawam, Ainurrofiq. 2003. Emoh Sekolah: Menolak Komersialisasi Pendidikan dan Kanibalisme Intelektual. Menuju Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Inspeal Ahimsakarya Press.

Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam. 2007. Al Qur’an dan Terjemahnya. Jakarta: CV Nala Dana.

Golnick dan Chan. 2000. Assessment in Multicultural Pedagogy. San Diego: College Hill Press.

Hanafi, Hasan. 2001. Agama, Kekerasan dan Islam Kontemporer. Terj. Ahmad Najib. Yogyakarta: Jendela.

Husein, Muhammad. 1999. Memahami Sejarah Ahlus Sunnah Waljamaah yang Toleran dan Anti Ekstrim dalam Baehaqi (ed). 2014. Kontroversi Aswaja. Yogyakarta: LKiS.

Ibrahim, Abd Latif. 1999. Tasamuh al-Gharib Ma’al-Muslimin fi al-Ashr- al-Hadir. Riyad: Dar Ibn-al Jawzi.

Khan, Maulana Wahiduddin. 2000. Islam Anti Kekerasan. Terj. Samson Rahman. Jakarta: Pustaka al-Kautsar.

Knight, George R. 1985. Issues and Alternatives in Educational Philosophy. Michigan: Andrews University Press.

Kymlica, William. 1995. Multicultural Citizenship : A Liberal Theory of Minority Right. Oxford University Press dalam Felix Baghi. 2004. Pengantar Filsafat Politik: Kontemporer. Pent, Agus Wahyudi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

_________. 2006. Filsafat Kontemporer. diterj. oleh Agus Wahyudi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Lukens Bull, Ronald Alan. 2004. A Peacefull Jihad Javanese Islamic Education and Religious Identity Construction. Jakarta : LP3ES.

Mohammad, Jamaluddin. 2013. Pesantren dan Pendidikan Multikulturalisme. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Notonagoro. 1980. Pancasila Secara Ilmiah Populer. Cet ke-5. Jakarta: CV Pantjuran Tudjuh.

Rahman, (Eds.). 2004. The Unity of Science in the Arabic Tradition: Science, Logic, Epistemology, and Their Interactions. New York: Springer.

Raihani. 2012. “Education For Tolerant and Multicultural In Pesantren” Consultant, Lynes Parker and CY.Hoon, on Report of Australia Research (Council ARC).

Russel, Bertand. 2007. Sejarah Filsafat Barat : Kaitan Dengan Kondisi Sosio-Politik Zaman Kuno hingga Sekarang.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sachedina, Abdulaziz. 2001. The Islamic Roots of Democratic Pluralism. New York: Oxford University Press.

Shihab, Alwi. 2005. Nilai-nilai Pluralisme dalam Islam: Bingkai Gagasan yang Berserak, Sebuah Pengantar. Bandung: Nuansa.

Shihab, Quraish. 2002. Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan.

Suwandi, A. Helmi, 2015. “Pemikiran KH. Imam Zarkasyi : Rekontruksi Kurikulum Pendidikan Islam di Pesantren Modern Darussalam” dalam Disertasi. Semarang: UIN Wali Songo.

Syam, Muhammad Noor. 1980. Filsafat Pancasila dan Filsafat Pendidikan Pancasila . Surabaya: Usaha Nasional.

Tim Peneliti Universitas Negeri Yogyakarta, Laporan Hasil Penelitian Dosen Universitas Negeri. Yogyakarta: Fak. Fisip, 2010.

Tim Penyusun Biografi KH. Imam Zarkasyi. Merintis Pesantren Modern Darussalam. Ponorogo: Gontor Press,1996.

Tim Penulis Sejarah dan Pendiri Pondok Modern Darussalam Ponorogo: Gontor Press,1996.

Tim Peneliti LP3ES. 2013. Laporan Hasil Penelitian. Jakarta : LP3ES.

Zarkasyi, Imam KH. 1972. Pedoman Pendidikan Modern. Ponorogo: Gontor Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.24090/ibda.v15i2.2017.pp%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Dakir Dakir

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
IBDA by http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/ibda is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats Flag Counter

Jurnal IBDA' Terindeks di: