BUDAYA GADGET DI PONDOK PESANTREN MITRA IAIN PURWOKERTO

Warto Warto

Abstract


Tulisan ini bertujuan mengkaji budaya penggunaan gagdet oleh para santri di lingkungan pondok pesantren. Teknologi gadget kini bisa dimiliki oleh siapapun karena harganya yang semakin terjangkau. Termasuk para santri di pondok pesantren juga dapat memiliki perangkat gadget. Budaya teknologi a) budaya copy-paste , b) budaya like and share , c) budaya solidaritas maya, d) budaya selfie , saat ini populer di masyarakat juga merambah pondok pesantren. Pondok pesantren yang menjadi tempat menuntut ilmu agama sudah seharusnya menerapkan berbagai ketentuan dan peraturan pemanfaatan gadget di lingkungan pondok pesantren. Hal tersebut dilakukan agar suasana menuntut ilmu di lingkungan pondok pesantren tidak dirusak oleh kehadiran teknologi gadget yang dibawa oleh para santri. Hasil penelitian ini dipaparkan dengan deskriptif kualitatif yang menemukan bahwa mayoritas pondok pesantren telah memiliki ketentuan dan aturan pemanfaatan gadget dilengkapi dengan sanksi bagi para santri yang melanggar. Ketentuan yang dibuat oleh para pengasuh pondok pesantren berkaitan dengan waktu boleh menggunakan gadget dan tidak boleh menggunakannya. Dalam praktiknya, untuk menciptakan iklim belajar di pondok pesantren yang beradab dan bermoral, para pengasuh dan pengurus beberapa pondok pesantren mengadakan razia atau inspeksi mendadak dengan mengumpulkan dan melihat konten gad- get setiap santri. Budaya penggunaan teknologi yang baik dapat dibentuk dari kebiasaan-kebiasaan yang dibungkus dengan aturan-aturan yang mengikat sehingga timbul keengganan dan kesadaran dari para santri untuk dapat memanfaatkan perangkat gadget dengan baik dan bertanggung jawab.

Keywords


Budaya; Teknologi; Pondok Pesantren; Gadget; IAIN Purwokerto

Full Text:

PDF

References


Abdullah, M. A. (2002). Studi Agama Normativitas atau Historisitas? Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ahmad, A. (2012). Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Kesenjangan Informasi. Jurnal Dakwah Tabligh , 13 (1), 137–149.

Al-Suyuti, A.-I. J. A. R. (1399). Al-Asybah wa al-Naza’ir . Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Amalia, Farah Fadhilah & Rachmawati, R. (2013). Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Oleh Tenaga Kerja Indonesia Serta Pengaruhnya Terhadap Perubahan Sosial Budaya Di Kampung Pandan Dalam, Ampang Jaya, Malaysia. Jurnal Bumi Indonesia , 2 , 207. Retrieved from http://lib.geo.ugm.ac.id/ojs/index.php/jbi/article/view/144/141

Amiruddin, M. H. (2014). Pemikiran Islam Kontemporer Dalam Benturan Budaya. Jurnal Ilmiah Islam Futura , 13 (2), 201–212.

Eko Indrajit, R. (1992). Evolusi perkembangan teknologi informasi, 1–5.

Fauzi, F., Harly, G. S., & Hs, H. (2013). Analisis Penerapan Teknologi Jaringan LTE 4G di Indonesia. Majalah Ilmiah UNIKOM , 10 (2), 281–290. https://doi.org/Majalah Ilmiah Unikom

Guessoum, N. (2011). Islam dan Sains Modern: Bagaimana Mempertemukan Islam dan Sains Modern . Bandung: Mizan Pustaka.

Hamzah, A. R., & Cahyono, H. (2016). Agama dan Tantangan Budaya Modern Perspektif Islam. Fikri , 1 (2), 421–448.

Hasanudin. (2017). Pondok Pesantren El-Fira. Purwokerto: Pondok Pesantren El-Fira.

Ibnudzar. (2010). MUI Pusat Akan Pelajari Fatwa Haram Facebook. Retrieved June 8, 2017, from http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2010/02/10/3228/mui-pusat-akan-pelajari-fatwa-haram-facebook/#sthash.ULBSv8bx.dpbs

Jamaluddin, M. (2012). Metamorfosis Pesantren Di Era Globalisasi. KARSA: Jurnal Sosial Dan Budaya Keislaman , 20 (1), 127–139. https://doi.org/10.19105/karsa.v20i1.57

Kholil, M. (2011). Menggagas Pesantren sebagai Pusat Peradaban Muslim di Indonesia. Media Akademika , 26 (3).

Muhakamurrohman, A. (2014). Pesantren/ : Kyai, Santri, dan Tradisi. Ibda’, Jurnal Kebudayaan Islam , 12 (2), 109–118.

Norhani Bakri. (2008). Keunggulan budaya teknologi dalam memacu kemajuan bangsa. Jurnal Kemanusiaan , 11 (Jun), 1–14.

Ridwan. (2005). Dialektika Islam dengan Budaya Jawa. Jurnal Ibda‘ , 3 (1), 18–32.

Said, H. A. (2011). Meneguhkan kembali tradisi pesantren di nusant nusantara. IBDA , 9 (2), 178–193.

Salman, A. M. bin. (2017). Revitalisasi Pondok Pesantren Terhadap Pengembangan Pondok Pesantren di Indonesia . Purwokerto.

Siraj, S. A. (2005). Visi Pesantren Masa Depan”, dalam Makalah Seminar Nasional: Musabaqah al-Qur’an Nasional V .

Sumpena, D. (2014). Islam dan Budaya Lokal: Kajian terhadap Interelasi Islam dan Budaya Sunda. Jurnal Ilmu Dakwah , 6 (1), 101. https://doi.org/10.15575/jid.v6i1.329

Zuhriy, M. S. (2011). Budaya Pesantren dan Pendidikan Karakter pada Pondok Pesantren Salaf. Walisongo , 19 (November 2011), 287–310.




DOI: http://dx.doi.org/10.24090/ibda.v15i2.2017.pp346-364

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Warto Warto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
IBDA by http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/ibda is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats Flag Counter

Jurnal IBDA' Terindeks di: