Abstract

tulisan ini membahas tentang keadaan masjid yang belakanganmulai sepi jamaah. Zaman yang telah dipenuhi dengan budaya virtual membuat orang menjadi lebih individual. Jikalau mencermati dimensi masjid, sesungguhnya masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah saja, melainkan juga sebagai wujud kesatuan, persaudaraan, dan pusat aktivitas umat Islam. Akan tetapi, masjid mengalami keterasingan ketika cara pandang manusia berada dalam kontrol rasionalitas dan hidup yang terlalu mementingkan materi duniawi. Keadaan ini pun berbanding terbalik, di mana masjid sekarang ini dibuat semegah mungkin, namun yang menjadi jamaah tidak lain pengurusnya sendir. Oleh karena itu, kondisi ini menjadi tanggung jawab umat Islam untuk membentuk kegiatan sosial budaya yang berpangkal di masjid juga untuk menghidupkan kembali tradisi-tradisi yang selama ini ada di masjid.