Abstract

Tulisan ini berusaha untuk mengungkap budaya konsumen di masyarakat modern Indonesia. Tulisan ini mengacu pada sistem tanda (semiotika) yang berusaha untuk membongkar tanda-tanda baik secara visual maupun mitos yang hidup dalam tatanan masyarakat modern. Sementara itu, pemikiran Jean P Baudrillard memberikan sumbangan yang sangat besar terkait dengan wacana simulasi dalam promosi, juga pandangannya tentang masyarakat konsumsi. Praktik analisis dari cultural studi sendiri mengacu pada kerangka multi-interdisipliner atas satu objek karena objek tersebut terhubung dengan beberapa komponen entitas yang harus ditelusuri. Ini menjadikan kerja bolak-balik untuk melihat sistem budaya konsumen dalam balutan wacana agama yang harus dikembalikan pada esensi dari agama tersebut. Dalam cultural studi, analisis tidak hanya membedah atau membongkar makna saja, melaikan harus sampai pada menjahit kembali atau merekonstruksi bangunan kembali. Hasilnya, ada usaha untuk membentuk kesadaran mengenai konsumsi yang baik dalam bulan ramadhan berdasarkan keimanan dalam mencapai nilai kemanusiaan. Kesadaran itu berupa pengetahuan kepada masyarakat tentang kesadaran untuk tidak mengonsumsi barang dari permainan simbol dan tanda.