Relasi Kepemimpinan dan Kultur Sekolah

Rohmat Rohmat

Abstract


Abstrak: Terdapat faktor yang turut mendukung terbentuknya kultur sekolah yang dinamis. Sekolah bukanlah sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan namun lebih dari itu, sekolah adalah sebagai institusi untuk menginternalisasikan nilai-nilai positif yang dapat membentuk karakter dan kepribadian anak. Cerdas dalam intelektual tanpa diikuti dengan kecerdasan emosional menjadikan siswa tidak bisa eksis dalam kehidupan dan untuk dapat mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kultur sekolah yang kondusif. Kepemeimpinan menjadi sangat urgen dalam membangun kultur sekolah, pengembangan kepemimpinan akan dapat menumbuhkan kultur sekolah antara lain: 1) Melakukan pengembangan kepemimpinan; 2) Membuat arah kebijakan institusi sekolah yang sistematis; 3) Melakukan proses perubahan secara berkelanjutan; 4) Memosisikan guru sebagai seorang pemimpin instruksional; dan 5) Mengembangkan kultur belajar yang kondusif.

Kata Kunci: Kultur Sekolah, Kepemimpinan

 

Abstract: The dynamics of scholl has very strong links with leadership. The dominant factor to form a school character and has a competitive advantage in the academic field id dependent on the ability of the proncipal increating a school culture. Establishment of schoool culture begins from building mindset of all school personnel to make changes. This have initiated by school's principal through ongoing innovation. Establishment of an effective school culture requires a long duration efforts and carried simultaneously on all aspects of the schools and the main factor is the headmaster. Finally, the leadership has a very strong relationship in a set up a school culture. Without leadership development, meaningful academic change will not hapen and school become just a passive static routine.

Keywords: School Culture, Leadership.


Keywords


Kata Kunci: Kultur Sekolah, Kepemimpinan

Full Text:

PDF

References


Eddy Junaidi. 2005. “Kontribusi Gaya Kepemimpinan, Pengembangan Tim dan Pemberdayaan Kegiatan Belajar Mengajar Oleh Pemimpin Pendidikan Terhadap Mutu Pembelajaran di Lingkungan Pendidikan Dasar Negeri Kecamatan Cimahi Tengah”. Diambil pada tanggal 10 Mei 2006, dari http://www.pages_your favorite.com/ppsupi/Abstrak Adpen.2005.html.

Fullan. 2006. Management: Skills and Application. San Fransisco, McGraw-Hill.

Hadari, Nawawi&Martini Hadari. 1995. Kepemimpinan yang Efektif. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Imarah, Muhammad. 2001. Islam dan Pluralitas, Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan, terj Abul Hayii Al Kattani. Jakarta: Gema Insani.

Ismail Rodeyah. 2005. “Pengaruh Kinerja Kepemimpianan Pendidikan dan Kinerja Guru Terhadap Prestasi Akademik Siswa di Pendidikan”. Diambil pada tanggal 10 Mei 2006, dari http://www.pages_ your favorite.com/ppsupi/Abstrak Adpen. 2005.html.

Kim, Daniel. 2013. Leader Who Make A Difference: Essential Strategies for Meeting The Nonprofit Challenge. San Fransisco: Josey-Bass.

Kottler, John. 2013. Leading Change. London: Sage Publication.

McCauley. 1998. “Leadership Means Always Working To Meet Challenges of Changing World:. Sacramento, Sep/Oct 2009. Vol. 39, Edisi I.

Mifflen, F.J., & Mifflen, S.C. 1986. Sosiiologi Pendidikan (terjemahan Joost Kullit) Canada: Detselig Enter Prises Ltd. Bandung: Tarsito.

Muhammad Nasir. 2004. “Akuntabilitas Kepemimpinan Manajerial Pemimpinn Pendidikan Dasar Pada Era Otonomi Daerah (Studi Kasus Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau Tahun 2003/2004)” Diambil pada tanggal 10 Mei 2006, dari http://www.pages_ your favorite.com/ppsupi/Abstrak Adpen. 2005.html.

Ogawa, Bossen. 1995. “Assessing the Contribution of Distributed Leadership to School Improvement and Growth in Math Achievement”. American Educational Research Journal. Washington: Sept 2009. Vol. 46, Edisi 3.

Robertson, Jan. 2008. “Childhood Education:. Leadership Matters. Olney: Vol. 86, Edisi 1.

Ronald H. Heck, Philip Hallinger. “Leadership: Great leaders for Great School”,Sacramento, Sep/Oct 2009. Vol. 39, Edisi 1.

Sadler, P. 1997. Leadership. London: Tottenham Court Road.

Saunder, R., Philips, R.C., & Johnson, H.J., (1965). Theory of Educational Leadership. Columbus: Charles E Merril Books, Inc.

Shelly Kurtz. 2009. Leadership. Sacramento: Sep/Oct 2009. Vol. 39, Edisi 1

Suharsimi Arikunto. 1993. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sutarto. 1991. Dasar-dasar Kepemimpinan Administrasi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Sykes, Devaney. 1988. Organizational Behavior. (9thed.) Englewood Cliff: Prentice Hall inc.

Teresa, Gerald Bailey. 1999. Organizational Behavior and Management. (5thed.) San Francisco: Mc Graw. Hill.

Tim Penulis, Depdiknas. 2001. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Pendidikan: Konsep dan Pelaksanaan (Buku I). Jakarta: TP.

Valdez, G. (2006). “Critical Issue: Technology Leadership: Enhancing Positive Educational Change:. Diambil pada tanggal 14 juli 2006, dari http://www/nrcel.org/sdrs/pathwayg.html

Wahjosumdjo. (2002). Kepemimpinan Pemimpinan Pendidikan: Tinjauan Teoritis dan Permasalahannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Wayan Koster. (1999). “Analisis Komparatif Antara Pendidikan Efektif dengan Pendidikan Tidak Efektif” Diambil pada tanggal 13 September 2001, dari http;//www.pdk.go.id/jurnal/31/analisis_komparatif_antara_pendidikan.html

Whitehead, Dianne. 2000. Leading The Self-Managing School. Washington: The Falmer Press.

Wisemen. 2011. “Crafting Coherence: How Schools Strategically Manage Multiple, External Demands” , Educational Research, 33, 16-30

Yukl, G. (2002). Leadership An Organization. (5thed) Englewood Cliffs: Prentice Hall Inc.




DOI: http://dx.doi.org/10.24090/ins.v21i2.2016.pp162-178

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Indexed by: