Rekontruksi Pendidikan Budaya “Rarangaken Sawah” Bagi Anak-anak Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya

Trisna Gumilar, Samson CMS, Kusnandar Kusnandar

Abstract


Abstrak: Rarangken Sawah adalah salah satu wujud budaya agraris bersawah yang terdapat di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Wujud budaya ini memiliki keunikan karena memiliki kandungan estetika yang tinggi, di samping kegunannya dalam membantu petani memelihara sawah. Keberadaan budaya ini kini menunjukkan gejaka kemerosotan. Masyarakat mulai meninggalkannya bahkan sebagian, terutama generasi muda, mulai tidak mengenal budaya ini. Oleh karena itu, dalam rangkaian kegiatan konservasi budaya pangan yang diselenggarakan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Padjajaran serta dibantu oleh komunitas Dangiang Sunda Pakidulan, aparat pemerintahan setempat serta tokoh-tokoh masyarakat , dilakukan rekontruksi, khusus bagi anak-anak. Tujuan penyelenggaraan ini untuk mengenalkan kembali, menanamkan kecintaan, dan membina kreativitas masyarakat berbasis budaya.

Kata Kunci: Rekontruksi, Pendidikan, Anak.

Abstract: Rangraken Sawag is one manifestation of an agrarian culture in District Cipatujah, Tasikmalaya, West Java. This culture in unique because it contains a high aesthetic, in addition to its usefulness in helping farmers maintain the fields. The existence of this culture are now showing symptoms  of decline. People are starting to forget this thing., especially the younger generation. Therefore, in a series of conservation activities organized by the food culture Community Service team Padjadjaran University and assisted by Sunda Pakidulan Dangiang community, local government officials and community leaders, the recontruction has been initiated especially for children. The Purpose of this implementation to reintroduce, instill a love, and fostering cultural creativity based society.

Keyword: Reconstruction, Education, Children.


Keywords


Kata Kunci: Rekontruksi, Pendidikan, Anak.

Full Text:

PDF

References


Adimihardja, Kusnaka. 2008. Dinamika Budaya Lokal. Bandung: CV Indra Prahasta bersama Pusat Kajian LBPB.

Caturwati, Endang, (ed). 2008. Tradisi sebagai Tumpuan Kreativitas Seni. Bandung: Sunan Ambu Press.

Danandjaja, James. 1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Grafiti.

Ekadjati, Edi S. 1984. Masyarakat Sunda dan Kebudayaan. Jakarta: Girimukti Pasaka.

Garna, Judistira K. 2008. Budaya Sunda: Melintasi Waktu Menantang Masa Depan. Bandung: Lembaga Penelitian Unpad dan Judistira Garna Foundation.

Hudaya, Asep Yusup. 2009. Pewarisan Pacaduan di Daerah Cadasngampar Sumedang. Makalah Seminar Jurusan Sastra Sunda.

Koentjaraningrat. 1987. Manusia dan Kebudayaan Indonesia. :Djambatan

Kusmayanti, A.M. Hermien. 2000. Arak-arakan. Seni Pertunjukan dalam Upacara Tradisional di Madura. Yogyakarta: Tarawung Press.

Rustiyanti, Sri. 2010. Menyingkap Seni Penelitian Kualitatif Perspektif Mikro.Surabaya: Insan Cendikia

Sulistyo-Basuki. 1992. Teknik dan Jasa Dokumentasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.




DOI: http://dx.doi.org/10.24090/ins.v21i2.2016.pp197-205

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Insania



 

Creative Commons License
INSANIA by http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/ibda is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats