Abstract


Abstract : Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sangat cekatan dalam mengolah kata. Lantaran ucapan atau perbuatannya acapkali memicu kontroversi, ia sering berlindung di balik kata-kata (hedging), dan membuat analogi yang powerful dalam bereaksi terhadap persoalan dan tuduhan yang dilontarkan padanya. Dia melakukan hedging sehingga bisa menghindari sesuatu yang tidak menyenangkan atau tidak diinginkan terhadapnya. Dengan menggunakan kata-kata atau kalimat tertentu, ia mengangkis pertanyaan atau menjelaskan kebijakannya, tanpa membuat si penanya atau pemrotes tersinggung. Tanpa perlu berdebat panjang, jawaban Gus Dur tadi telah bisa ‘membungkam’ si penanya.
Kata kunci: Hedging, Aksi, dan Keputusan.