Abstract

Pendidikan Islam di Syiria adalah bagian dari strategi besar negara tersebut menuju nation-building. Sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengeliminasi semua perbedaan di antara bangsa Syiria, pengajaran Islam di sekolah menanamkan ajaran Islam Sunni kepada semua muslim Syiria tanpa memandang suku. Namun, kurikulum agama ini berkebalikan dengan agenda pemerintah menuju sekularisme. Kurikulum agama Islam mengajarkan ketidaksetaraan di antara bangsa Syiria yang beragama Islam dan non-Islam. Ketidaksetaraan ini, yang menyebabkan perlakuan yang berbeda terhadap non-muslim, menjadikan mereka merasa tidak nyaman, dan pada akhirnya gelombang imigrasi ke negara lain pun terus terjadi.