Abstract

Dekade Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (United Nation’s Decade of Education for Sustainable Development, DESD) dari adalah program PBB yang bertujuan mempersiapkan anak didik menghadapi parahnya persoalan ekonomi dan lingkungan. Dalam artikel ini, penulis membuktikan bahwa penekanan semata pada tujuan ambisius, yakni pembangunan berkelanjutan, memunculkan pertanyaan penting bagi etika pendidikan. Khususnya, penulis menyoal bahwa misi dan kurikulum DESD seringkali gagal mem­perhitungkan akibat bagi lingkungan, yang tak terelakkan adanya dalam setiap pengambilan keputusan. Lebih lanjut, tujuan DESD tidak secara memadai berfokus pada pembangunan skill pengambilan keputusan dan pembedayaan etis. Pada akhirnya, disimpulkan bahwa kurikulum DESD harus secara kritis dan konstruktif mengakui adanya akibat terhadap lingkungan.