Abstract

Seiring dengan meningkatnya cengkeraman kolonialisme Amerika di dunia muslim, yang diawali pada tahun 1991 dengan menyerbu Irak, dan memperoleh momentum pasca-9/11 dengan pendudukan Irak dan Afghanistan, ada banyak upaya Barat untuk mereformasi kurikulum sekolah dan merevisi buku teks. Dari Arab Saudi hingga Indonesia, para pejabat Amerika menekan pemerintah setempat untuk menghilangkan apa saja yang dianggap mereka sebagai menyokong “kekerasan dan terorisme”. Di saat yang sama, disadari bahwa sistem Barat sendiri sedang mengalami kebangkrutan. Persoalan ekonomi global, kerusakan ekologi, kejahatan dan ketimpangan sosial, semakin memusingkan pihak Barat. Artikel ini mencoba melacak asal-mula westernisasi pendidikan Islam, sambil menawarkan alternatif pemulihan vitalitas pendidikan Islam, yang kemungkinan besar bergantung pada nilai ketimuran yang ramah dan berbasis komunal.