Abstract

Tulisan ini ditujukan untuk mengulas fenomena perubahan kurikulum di tahun 2013. Perubahan sebagai suatu keniscayaan tidak dapat dipungkiri juga telah merambah dunia pendidikan sebagai jawaban atas fenomena kehidupan masyarakat yang terus mengalami dinamika. Perubahan diperlukan untuk menyiapkan generasi muda dalam menyongsong Indonesia emas yang sangat membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap bersaing di pasar global. Dalam pendidikan Islam, perubahan kurikulum ini memberi arah yang menguntungkan di beberapa aspek. Dimulai dari tujuan pembelajaran yang mengintegrasikan tiga domain pembelajaran, proses yang lebih “manusiawi” serta evaluasi sebagai akhir yang mengakomodasi seluruh potensi peserta didik. This paper is intended to review the phenomenon of changes inthe 2013 curriculum. The changes are an undeniable necessity; it also penetrated the education world as an answer to the phenomenon of a dynamics society living. Changes are needed to prepare young generation in facing great Indonesia that needs qualified and ready human resources to compete in the global market. In Islamic education, curriculum change is to give direction favorable in some aspects. It is starting from the learning objectives that integrate the three domains of learning, a process that is more ”humane” as well as a final evaluation that accommodate all potential learners.