INTEGRASI AGAMA DAN SAINS: MERESPON KELESUAN TRADISI ILMIAH DI PTAI

  • Muhammad Yunus UIN Maliki Malang Jl. Gajayana 50 Dinoyo Malang
Keywords: integrasi, agama, sains, dikotomi ilmu, integration, religion, science, science dichotomy.

Abstract

This paper aims to examine the three main issues, those are the main challenges faced by higher education institutions of Islamic Religion (PTAI),the implementation of the integration of religion and science in PTAI, and PTAI response to secularization and Islamization of science. Those make this paper focuson the discussion how PTAI response to the challenges, so PTAI can offer objects and perspective studies of Islamic knowledge and science that are universal, not dichotomous impression, challenging and interesting in future studies. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tiga masalah pokok, yaitu tantangan utama yang dihadapi oleh lembaga Pendidikan Tinggi Islam Agama (PTAI), implementasi integrasi agama dan sains di PTAI, dan respon PTAI terhadap sekularisasi dan Islamisasi sains. Hal itu menjadikan tulisan ini lebih menitikberatkan pada diskusi bagaimana respon PTAI terhadap berbagai tantangan, sehingga PTAI dapat menawarkan objek dan perspektif kajian pengetahuan Islam dan sains yang universal, tidak terkesan dikotomis, menantang dan menarik minat studi di masa depan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, Abdul Amin. 1999. Studi Agama: Normativitas atau Historisitas
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abidin, Zainal. 2008. “Pemikiran Ismail Raji al-Faruqi (1921-1986) tentang Islamisasi Sains dan Pengaruhnya terhadap Pengembangan Dasar-Dasar Filosofis Pendidikan Islam”. Disertasi, tidak dipublikasikan. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Al-Attas, Syeikh M. Naquib. 1991. Islam dan Sekulerisme. terj. Karsidjo. Bandung: Pustaka.

Al-Faruqi, Islamil Raji. 1995. Islamisasi Pengetahuan. terj. Anas Mahyuddin. Bandung: Mizan.

Amhar, Fahmi. 2010. “Universitas Kelas Dunia”. http://mediaumat.com/ mercusuar/1903-41-universitas-kelas-dunia.html, 23 September 2010. ASEAN. 2009. Roadmap for an ASEAN Community 2009-2015, Jakarta: ASEAN Secretariat.

Bakri, Maskuri. 2013. Paradigma Islam Tentang Pengembangan Pendidikan Islam”. Jurnal ISLAMICA, Volume 7, Nomor 2, Maret 2013.

BPS. 2014. “Proyeksi Penduduk menurut Provinsi, 2010-2035 (Ribuan)”. bps.go.id., diakses 31 Mei 2014.

Chapra, M. Umer. 2001. “The Future of Economics: An Islamic Perspective”. M. I. Sigit Pramono (ed). Jakarta: SEBI.

Echols, John M dan Shadily, Hassan. 1995. Kamus Inggris Indonesia (An EnglishIndonesian Dictionary). Jakarta: PT Gramedia.

Dirjen Pendis Kemenag RI. 2014. “Analisis dan Interpretasi Data pada Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah (Madin), Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Tahun Pelajaran 2011-2012". pendis.kemenag.go.id, diakses 31 Mei 2014.

Dirjen Diktis Kemenag RI. 2011. Model Pengembangan Pendidikan Tinggi: Pengalaman dari Mesir, Singapura, Jerman dan Australia. Jakarta: Dirjen Diktis Kemenag RI.

Haryanti, Erni. 2010. “Strategi Pengembangan Kelembagaan PT Menuju World Class University”. http://www.knowledge-leader.net/2010/07/768/, diakses 1 Pebruari 2014. Hassan, Mohd Kamal. “Islamization of Human Knowledge”. http://iepistemology.net/economics-a-business/1208 islamization-of-humanknowledge-.pdf, diakses 26 Mei 2014. hlm 8-9.

Pardoyo. 1993. Sekularisasi dalam Polemik. Cet. I. Jakarta: Grafiti. Permata, Ahmad Norma (editor). 2000. Metodologi Studi Agama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Praja, Juhaya S. 2002. Filsafat dan Metodologi Ilmu dalam Islam. Bandung: Teraju.

Meuleman, Johan Hendrik. 1996. Tradisi, Kemodernan dan Metamodernisme: Memperbincangkan Pemikiran Mohammed Arkoun. Yogyakarta: LKiS.

Natatmadja, Hidayat. 1994. Krisis Manusia Modern. Surabaya: al-Ikhlas.

Rahman, Yahia Abdul. 2010. The Art of Islamic Banking and Finance:Tools & Techniques for Community-Based Banking. New Jersey: John Willey & Sons, Inc.

Rachman, Budhy Munawar (Penyunting). 2011. Membela Kebebasan Beragama: Percakapan tentang Sekularisme, Liberalisme, dan Pluralisme (Buku 3). Edisi Digital. Jakarta: Democracy Project.

Sutapa, J.P. Gentur dan Kusminarto. 2013. “Prosedur dan Standar Mutu ASEAN University Network (AUN)”. Slide Presentasi. Yogyakarta: KJM UGM.

Suprayogo, Imam. 2004. “Pengantar Pendidikan Integralistik, Memadu Sains dan Agama”. Editor: Zainuddin, M. et al. 2004. Memahami Sains dan Agama: Menuju Universalitas Islam Masa Depan. Malang: Bayu Media.

——————————.2005. Paradigma Pengembangan Keilmuan di Perguruan Tinggi: Konsep Pendidikan Tinggi yang Dikembangkan Universitas Islam Negeri Malang. Malang: UIN Malang Press.

Supriatna, Papay. 2014. “Krisis Ruang Kuliah di PTAIN Potensi “Tsunami” Masalah. (http://diktis.kemenag.go.id/, diakses 28 Mei 2014).

Yunus, Muh. 2007. “Strategi menuju the Global Islamic University: Menerjemahkan Visi menjadi Aksi dalam Bingkai Integrasi Agama
dan Sains”. dalam Musthofa, M. Lutfi dan Syaifuddin, Helmi (editor).
2007. Intelektualisme Islam: Melacak Akar-akar Integrasi Ilmu dan Agama. Malang: LKQS UIN Malang.

Zainuddin, M. 2004. “UIN: Menuju Integrasi Ilmu dan Agama”. Memadu Sains dan Agama. dalam Zainuddin, M., dkk. (editor). 2004. Memadu Sains dan Agama. Malang: Bayu Media Publishing.

———————. 2007. “Pokok Pikiran tentang Paradigma Islamisasi Ilmu
Pengetahuan”. dalam Musthofa, M. Lutfi dan Syaifuddin, Helmi (editor).
2007. Intelektualisme Islam: Melacak Akar-akar Integrasi Ilmu dan Agama. Malang: LKQS UIN Malang.

Whaling, Frank. 2000. “Studi Agama dalam Konteks Global” dalam Permata, Ahmad Nora (editor). 2000. Metodologi Studi Agama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Section
Articles