Abstract

Abstrak: Membaca al-Qur’an dalam bentuk wahyu skriptual dengan hanya fokus pada kajian lughawiyyah jelas belum memadai, karena itu baru sebagian dari wahyu. Diperlukan kajian konteks (siyaqiyyah) karena itu merupakan sebagian wahyu lainnya, sehingga pembacaan terhadapnya menjadi komprehensif. Pembacaan berbasis teks dan konteks ini dalam studi al-Qur’an kontemporer disebut juga dengan pembayaan go beyond text. Dengan pembacaan seperti ini, nilai-nilai universal yang merupakan pandangan dunia al-Qur’an dapat ditemukan. Selanjutnya, agar nilai-nilai universal al-Qur’an senantiasa menjadi basispembacaan terhadap al-Qur’an, maka pandangan dunia al-Qur’n tidak boleh berhenti pada doktrin, melainkan harus menjadi metode yang selalu menjadi wayof thinking bagi setiap orang yang ingin ‘mengajak bicara’ al-Qur’an.
Kata Kunci: Pandangan Dunia, prinsip al-Qur’an, Kajian Bahasa, Kajian Konteks.