http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/issue/feed Jurnal Kependidikan 2019-03-05T02:49:07+00:00 Sunhaji a.sunhaji@gmail.com Open Journal Systems <div style="text-align: justify;">e-ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1507432908" target="_blank" rel="noopener">2598-4845</a> p-ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1388464447" target="_blank" rel="noopener">2355-018X</a></div> <div style="text-align: justify;">is a peer-reviewed journal that mediates the dissemination of researchers in education, especially from management, research, a study of thinking, and educational evaluation. The journal is published by Ikatan Keluarga Alumni Institut Agama Islam Negeri Purwokerto.</div> <div style="text-align: justify;">We accept submissions from all over the world. All submitted articles shall never been published elsewhere, original and not under consideration for other publication.</div> http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/1698 Pendidikan Inklusif: Konsep Dasar, Ruang Lingkup, Dan Pembelajaran 2019-01-25T02:39:09+00:00 Totok Yulianto totoyulianto@gmail.com <p>Inclusive education provides educational services based on the variation of learners potential in an educational institution. This service is very suitable for children with special needs that has unique individual characteristics. The implementation of inclusive education is currently not aligned with national schooling systems that tend to implement a standardized service system. The term of standard service is the equal treatments for each individual and the learning completeness with the benchmarks of the national standard. In relation to the condition of children with special needs, who has various limitations and learning needs, the implementation of inclusive education requires curriculum modification, learning strategy, learning assessment system and school management in accordance with the needs for children with special needs.</p> 2018-11-23T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2258 Manajemen Peserta Didik Berbasis Pesantren dalam Pembentukan Karakter 2019-03-05T02:20:24+00:00 Suheli Suheli elie.delapan1@gmail.com <p>Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan karakter peserta didik berbasis pesantren. Terdapat nilai plus yang melekat pada pesantren yaitu tetap mempertahankan kekhasan sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki orientasi utama menanamkan nilai-nilai spiritual-keagamaan sebagai pembentukan akhlak dan moral generasi bangsa yang saat ini banyak yang menyimpang dari harapan. Manajemen peserta didik dengan basis pesantren mendukung bagi penyerapan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai moral sekaligus, karena tersedianya wadah berupa iklim pembelajaran yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan kedua aspek tersebut. Implementasi manajemen pembentukan karakter peserta didik setidaknya merangkum perencanaan, pengoorganisasian dan pengawasan, sehingga seperangkat sistem dan aturan yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan dengan baik dan terarah. Manajemen peserta didik dalam pembentukan karakter setidaknya dapat melauli tiga ranah, yaitu : 1) <em>afektif;</em> penanaman pendidikan karakter berdampak terhadap perubahan sikap, melalui pembiasaan yang dilakukan secara berkesinambungan baik di pesantren maupun di sekolah menjadikan anak didik memiliki karakter karakter tertentu seperti istiqomah, berakhlak baik, mansiri dan yang lainnya; 2<em>) kognitif:</em> mengaitkan pendidikan karakter kedalam mata pelajaran memberikan pemahaman peserta didik&nbsp; untuk memperaktekkan nilai-nilai karakter dan pentingnya karakter dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menstimulus kesadaran anak didik untuk memperaktekkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari; dan 3) <em>psikomotorik</em>: melalui pengalaman belajar yang diterima peserta didik baik di pesantren maupun di sekolah, mereka memiliki kemampuan yang terejawantahkan kedalam bentuk perilaku dalam kehidupan sehari-hari.</p> 2018-11-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2259 Penilaian Autentik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dalam Kurikulum 2013 2019-03-05T02:25:10+00:00 Muzlikhatun Umami umamikaysa@gmail.com <p>Tulisan ini akan mengkaji tentang penilaian autetik pada Pendidikan Agama Islam. Dalam implementasi kurikulum 2013, penilaian dilakukan melalui pengamatan maupun refleksi. Penilaian tersebut ditujukan untuk memperbaiki program pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. Penilaian autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Penilaian autentik merupakan proses asesmen yang melibatkan beberapa bentuk pengukuran kinerja yang mencerminkan belajar siswa, prestasi, motivasi, dan sikap yang sesuai dengan materi pembelajaran. Hakikat penilaian pendidikan menurut konsep authentic assesment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran dengan benar. Sesuai amanah kurikulum 2013, semua mata pelajaran menggunakan asessmen autentik, termasuk &nbsp;mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti</p> 2018-11-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/1941 Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijaga Siwuluh 2019-03-05T02:24:22+00:00 Mukhlisoh Mukhlisoh naufalluthfi109@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem manajemen sumber daya manusia terkait tentang perencanaan, perekrutan, penempatan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijaga Siwuluh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Penelitian perencanaan pendidik dan tenaga kependidikan honorer dengan mengusulkan dari madrasah ke Kantor Wilayah Kementerian Agama, dengan menggunakan tiga analisis yaitu melalui analisis kebutuhan, analisis jabatan, analisis beban kerja, sehingga mampu melakukan analisis kelebihan dan kekurangan. Perekrutan pendidik dan tenaga kependidikan honorer dengan menentukan kualifikasi penerimaan sehingga diperoleh pendidik yang berkompeten sesuai dengan mata pelajaran yang diampu, sedangkan tenaga kependidikan honorer yang memiliki <em>skill</em> dan keahlian yang dibutuhkan. Kegiatan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi pendidikan dan pelatihan berupa bimtek, <em>spiritual quantum learning</em>, studi lanjut, pengembangan diri melalui musyawarah guru mata pelajaran, kegiatan pengajian dan pembinaan.</p> 2018-11-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/1932 Optimalisasi Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum 2013 2019-03-05T02:28:06+00:00 Wahyudin Wahyudin wahyudinalfanani22@gmail.com <p>Dalam memberdayakan masyarakat dan lingkungan di sekolah, kepala sekolah merupakan kunci keberhasilan yang harus menaruh perhatian tentang apa yang terjadi pada peserta didik di sekolah dan apa yang dipikirkan orang tua dan masyarakat tentang sekolah. Kepala Sekolah dituntut untuk senantiasa berusaha membina dan mengembangkan hubungan kerjasama yang baik antara sekolah dan masyarakat guna mewujudkan sekolah yang efektif dan efesien. Peran kepala sekolah dengan hadirnya kurikulum 2013 perlu dioptimalkan, karena kunci sukses pertama yang menentukan keberhasilan implementasi kurikulum 2013 adalah kepala sekolah, terutama dalam mengoordinasikan, menggerakan, dan menyelaraskan semua sumber daya pendidikan yang tersedia. Kepala sekolah merupakan faktor penentu yang dapat menggerakan semua sumber daya sekolah untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Keberhasilan kurikulum 2013 menuntut kepala sekolah yang demokratis, mandiri dan profesional, sehingga mampu menumbuhkan iklim demokratis di sekolah, yang akan mendorong terciptanya iklim yang kondusif untuk kualitas pendidikan dan pembelajaran yang optimal untuk mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Peran aktif &nbsp;kepala sekolah sangat menentukan kemajuan sekolah dalam berbagai bidang, dengan tampil sebagai pigur yang harus mampu memimpin tenaga kependidikan di sekolah, agar bisa bekerja sama dengan orang tua dan masyarakat pada umumnya dalam implementasi kurikulum 2013. Tulisan ini berupaya untuk memberikan gagasan kepada kepala sekolah untuk lebih optimal didalam menjalankan peran nya di lembaga pendidikan yang dikelola nya terutama dalam implementasi kurikulum 2013 yang telah di tetapkan oleh pemerintah sebagai kurikulum yang berbasis kompetensi dan berbasis karakter.</p> 2018-11-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2261 Implementasi Total Quality Management di Madrasah 2019-03-05T02:39:35+00:00 Ma'mun Khakim makmun.fikrah@gmail.com <p>Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi <em>Total Quality Management </em>di madrasah. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas diperlukan manajemen pendidikan yang dapat memobilisasi segala sumber daya pendidikan. <em>Total Quality Management in education </em>merupakan paradigma baru dalam menjalankan proses bidang pendidikan yang berupaya untuk memaksimalkan daya saing madrasah melalui perbaikan secara berkesinambungan atas kualitas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan madrasah. Mutu menjadi satu-satunya hal yang sangat penting dalam pendidikan. Madrasah adalah salah satu dari tripusat pendidikan yang dituntut untuk mampu menjadikan <em>output </em>yang unggul. Aspek penerapan <em>Total Quality Management</em> di madrasah, yakni <em>pertama</em>, spesifkasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku menuju sikap akhlakul karimah sebagai salah satu indiktor keberhasilan suatu pembelajaran di madrasah. <em>Kedua</em>, pemberlakuan program unggulan keagamaan sebagai ciri khas madrasah atau pendidikan berbasis agama. Sehingga tujuan implementasi TQM di madrasah yakni mampu memberikan kepuasan terhadap mutu layanan pendidikan madrasah artinya bahwa <em>output</em> madrasah yang unggul mampu menghasilkan <em>outcome</em> yang dibutuhkan masyarakat sebagai pengguna jasa pendidikan.</p> 2018-11-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2260 Manajemen Pengembangan Profesionalisme Guru di MTs Sunan Kalijaga Siwuluh Bulakamba Brebes 2019-03-05T02:43:07+00:00 Umronah Umronah umronahumimelly@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengembangan profesionalisme guru di MTs Sunan Kalijaga Siwuluh Bulakamba Brebes. Fokus penelitian ini meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan pengembangan profesionalisme guru. Penelitian ini dengan menggunakan Metode kualitatif dengan rancangan studi kasus, teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Sumber data penelitian ini adalah guru mata pelajaran. Analisis data yang digunakan dengan tringulasi, Hasil penelitian adalah: 1) perencanaan melihat dari analisis program yang telah dilakukan sebagai acuan dalam menentukan perencanaan program dimasa yang akan datang 2) pengorganisasian masih perlu dimaksimalkannya MGMP baik internal maupun eksternal 3) pelaksanaan berjalan dengan baik, perlu peningkatan dalam hal pelatihan yang selama ini pelaksanaanya baru bersifat perumpun pelajaran 4) pengawasan profesionalisme guru dilakukan sebagai evaluasi program yang telah dilakukan.</p> 2018-11-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/1910 Pola Pendidikan Karakter Religius pada Anak melalui Peran Keluarga 2019-03-05T02:44:46+00:00 Rosikum Rosikum haydarrosikum@gmail.com <p>Penanaman pendidikan karakter sejak dini merupakan harga paling mahal yang perlu dibayar oleh orang tua pada anaknya. Karakter menjadi dasar utama pendidikan karakter lainnya. Dengan memiliki karakter anak akan mampu menghiasi perbuatan-perbuatannya yang baik berlandaskan nilai-nilai religiusitas. Tulisan bertujuan mendeskripsikan tentang pendidikan karakter religius pada anak melalui peran keluarga. Dalam keluarga orangtua memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak. Karakteristik anak berkarakter terlihat apabila anak dalam perilaku sehari hari didasarkan pada pengabdian keyakinan terhadap Tuhan, mau menjalankan ibadah, memiliki pengetahuan agama yang cukup, memiliki penalaman beragama dan mampu mengaktualisasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Dalam prakteknya pendidikan karakter dalam keluarga dapat dilakukan dengan beberapa metode yakni : Pengajaran, pembiasaaan,nasehat dan motivasi, pengawasan dan pemberian penghargaan dan hukuman</p> 2018-11-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/1937 Manajemen Perubahan Budaya Madrasah 2019-03-05T02:46:15+00:00 Slamet Slamet slamet1867@gmail.com <p>Kemampuan madrasah untuk berubah ditentukan oleh seberapa berdaya warga madrasah dalam melakukan perubahan dan mengelola perubahan. Perubahan itu dapat terjadi di dalam lingkungan madrasah sendiri maupun di luar madrasah yang berimplikasi pada terjadinya perubahan di dalam madrasah. Perubahan yang terjadi di dalam madrasah tidak serta merta berubah namun ada proses perubahan budaya madrasah. Keberhasilan perubahan budaya madrasah tergantung pada manajemen perubahan. Oleh karena itu, membutuhkan manajemen perubahan agar perubahan yang terjadi di madrasah betul- betul dibangun bersama dari nilai-nilai kebersamaan seluruh warga madrasah sehingga dampak dari perubahan tersebut dapat diarahkan pada titik perubahan yang positif.</p> 2018-11-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/1933 Pembentukan Karakter Anak melalui Keteladanan Orang Tua 2019-03-05T02:47:51+00:00 Nasiruddin Nasiruddin nashirnu10@gmail.com <p>Tulisan ini mengkaji tentang keteladanan orang tua dalam membentuk karakter anak. Keluarga sebagai unit terkecil yang utama dan pertama. Keluarga sebagai pendidikan yang pertama dan utama. Kehidupan seorang anak akan melihat dan merasakan secara langsung pola pergaulan dan kehidupan yang dialami bersama orang-orang terdekat di sekitarnya yang menjadi penghuni dalam rumah keluarganya seperti ibu, ayah, kakak dan adik, kakek dan nenek, maupun anggota keluarga lainnya. Anak paling banyak menghabiskan waktu dan hari-harinya bersama kedua orang tuanya. Kondisi demikian menjadikan anak sangat sering melihat sikap, tingkah laku, dan ucapan kedua orang tuanya. Pemberian teladan yang baik perlu dilakukan mengingat anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Anak adalah harapan masa depan orang tua bahkan bangsa yang akan membentuk sebuah generasi penerus para orang tua. Maka peningkatan pengetahuan dan keterampilan, pembinaan mental dan moral harus selalu ditingkatkan. Menghadapi era globalisasi yang ditandai dengan berbagai perubahan tata nilai, maka anak harus mendapat pembinaan intensif dan terpadu agar menjadi anak yang memiliki karakter unggul seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Untuk itu orang tua harus memperhatikan perkembangan jasmani, ruhani, dan akal anak-anaknya sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana yang mereka harapkan.</p> 2018-11-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/1924 Penguatan Pendidikan Karakter: Antara Paradigma dan Pendekatan 2019-03-05T02:49:07+00:00 Munjiatun Munjiatun unjie@iainpurwokerto.ac.id <p>Tulisan ini mengkaji tentang pendidikan karakter. Pendidikan karakter perlu dikuatkan oleh pihak terkait, yaitu : Keluarga, instansi pemerintah dan masyarakat. Tanpa adanya pendidikan karakter akan menurunnya kualitas moral generasi muda Indonesia, seperti yang kita lihat di media cetak dan elektronik yang menampilkan moral karakter siswa-siswi kita yang sangat bobrok. Di stasiun televisi ditayangkan tindakan menyontek saat ujian, minum-minuman keras, merokok, narkoba, pergaulan dan seks bebas, tawuran antar pelajar, peredaran video porno di kalangan pelajar serta&nbsp; tindakan kriminal dan aksi brutal lainnya menuntut diselenggarakannya penguatan pendidikan karakter. Salah satu pendekatan pendidikan karakter yang dapat digunakan adalah pendekatan pengembangan rasional, pertimbangan, klarifikasi nilai, pengembangan moral kognitif, perilaku sosial, dan penanaman nilai. Pihak terkait dituntut untuk memainkan peran dan tanggungjawabnya untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai yang baik dan membantu anak membentuk dan membangun karakter mereka dengan nilai-nilai yang baik. Pendidikan karakter diarahkan untuk memberikan tekanan pada nilai-nilai tertentu –seperti rasa hormat, tanggungjawab, jujur, peduli, dan adil– dan membantu anak untuk memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka sendiri. penguatan pendidikan karakter menjadi salah satu solusi untuk mengurangi merosotnya moral bangsa yang terjadi pada saat ini.</p> 2018-11-30T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##