Jurnal Kependidikan http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan <div style="text-align: justify;"><a href="http://u.lipi.go.id/1507432908" target="_blank" rel="noopener">e-ISSN 2598-4845</a> <a href="http://u.lipi.go.id/1388464447" target="_blank" rel="noopener">p-ISSN 2355-018X</a></div> <div style="text-align: justify;">is a peer-reviewed journal that mediates the dissemination of researchers in education, especially from management, research, a study of thinking, and educational evaluation. The journal is published by Ikatan Keluarga Alumni Institut Agama Islam Negeri Purwokerto.</div> <div style="text-align: justify;">We accept submissions from all over the world. All submitted articles shall never been published elsewhere, original and not under consideration for other publication.</div> <div style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Kependidikan</strong> has been accredited by the Indonesian Ministry of Research, Technology and Higher Education is currently ranked as <a href="http://sinta2.ristekdikti.go.id/journals/detail?id=4157" target="_blank" rel="noopener">SINTA 5</a></div> en-US <p>Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a> that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.</p> a.sunhaji@gmail.com (Sunhaji) tohirz@iainpurwokerto.ac.id (Tohir Zuhdi) Fri, 31 May 2019 00:00:00 +0000 OJS 3.1.0.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Model Kepemimpinan Berkarakter dalam Konteks Manajemen Hubungan Masyarakat di Lembaga Pendidikan http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/1928 <p>Character leadership in educational institutions is instrumental values to move the enthusiasm of others to be willing and have a responsibility to achieve the vision of educational institutions. Characteristic leadership values that need to be inspired by leaders of educational institutions are honest, visionary, capable of being trendsetter and smart. This value becomes a terminal value or becomes an instrument value in realizing the excellence and image of educational institutions. In the context of public relations management in educational institutions, the role of character leaders is to be the main inspiration in delivering information about educational institutions to stakeholders. The importance of the role of character leaders in planning and implementing it so as to produce useful information for stakeholders.</p> Astuti Istikaroh ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/1928 Fri, 31 May 2019 00:00:00 +0000 Analisis Ketercapaian Implementasi Standar Pengelolaan di SD Ashfiya Kota Bandung http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2762 <p>Tujuan penelitian ini&nbsp; yaitu untuk menganalisis ketercapaian Standar Pengelolaan di SD Ashfiya Kota Bandung. Hal ini penting untuk dibahas mengingat bahwa Standar Pengelolaan merupakan satu dari delapan Standar Nasional Pendidikan yang berfungsi sebagai dasar dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas dan bermutu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif partisipatoris. Partisipan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru di SD Ashfiya Kota Bandung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada lima belas indikator Standar Pengelolaan yang berbentuk pedoman wawancara. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Profil capaian indikator Standar Pengelolaan menunjukkan hasil rata-rata capaian sebesar 95%; (2) Indikator yang belum mencapai skor maksimal adalah kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, serta Sistem Informasi Manajeman (SIM). Rekomendasi hasil penelitian ini perlu kajian yang mendalam tentang kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, serta perlu adanya peningkatan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di sekolah.</p> Elih Rohayati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2762 Fri, 31 May 2019 00:00:00 +0000 Implementasi Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Gairah Siswa dalam Pembelajaran Biologi di Madrasah Aliyah Negeri 02 Banyumas http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2827 <p>Biology as a subject has different characteristics from other subjects taught in the madrasa. Biological objects in the form of living things are the main attraction that can attract the attention and interest of students to learn. Characteristics of Biology as a science are objects of study in the form of concrete objects and can be captured by the senses, developed based on empirical experience (real), have systematic steps that are standard, use deductive and inductive logical thinking, the results are objective or what they are and results in the form of generally accepted laws wherever they apply. Biology studies / studies living things with all their problems that are born and developed through observation and experimentation which are scientific work steps. Biological development can be seen from the number of objects observed and the increasing number of problems of living things that need to be experimented with. In order for the desire of the madrasa students to learn more about Biology, a learning approach that involves technological advancement is needed, one of which is by using learning media in the form of microscopes equipped with cameras, LCDs and projectors.</p> <p><strong>Key words</strong> :Characteristics of Biology, learning media, <em>madrasa</em>.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Biologi sebagai sebuah mata pelajaran memiliki karakteristik berbeda dari mata pelajaran lain yang diajarkan di madrasah. Obyek biologi berupa makhluk hidup merupakan daya tarik tersendiri yang dapat menarik perhatian dan minat siswa untuk mempelajari.Karakteristik Biologi sebagai sains adalah obyek kajian berupa benda konkret dan dapat ditangkap indera, dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (nyata), memiliki langkah-langkah sistematis yang bersifat baku, menggunakan cara berpikir logis yang bersifat deduktif dan induktif, hasilnya bersifat obyektif atau apa adanya serta hasil berupa hukum-hukum yang berlaku umum dimanapun diberlakukan. Biologi mengkaji makhluk hidup dengan segala permasalahannya yang lahir dan berkembang melalui pengamatan dan eksperimen yang merupakan langkah-langkah kerja ilmiah. Perkembangan biologi dapat dilihat dari banyaknya obyek yang diamati serta semakin banyaknya permasalahan makhluk hidup yang perlu dieksperimenkan. Agar keinginan siswa madrasah semakin tinggi mempelajari Biologi maka dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang melibatkan kemajuan teknologi, di mana salah satunya dengan menggunakan media belajar berupa mikroskop yang dilengkapi kamera, LCD dan proyektor.</p> Siti Nur Irhami ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2827 Fri, 31 May 2019 00:00:00 +0000 Pelaksanaan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun pada Pondok Pesantren Salafiyah IBNU Taimiyyah Kebokura Sumpiuh Banyumas http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2927 <p><strong>Abstract</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><em>This paper focused describing the implementation of the Nine-Year Compulsory Basic Education Learning Program at the Salafiyyah Ibn Taimiyah Islamic Boarding School in Kebokura, Sumpiuh, Banyumas Regency in terms of the Director General Decree of Islamic Institution Number: E / 239 / 2001. This is a qualitative research the subjects of which are the caregivers of Islamic boarding schools, Muslim scholars, Administrative Staff (TU), and santri. The data of this research were collected through observation, interviews and documentation. The results showed that the Implementation of the Nine-Year Compulsory Basic Education Study Program at Ibn Taymiyyah Islamic Boarding School was good, because of the 11 criteria contained in the Director General of Islamic Institutional Decree Number: E / 239/2001 concerning the implementation of the Compulsory Education Program in this institution is appropriate. In addition, the implications of the implementation of the Nine-Year Compulsory Basic Education Learning Program at Ibn Taymiyyah Islamic Boarding School had many positive impacts on management, such as the admission of certificate equivalece to formal education, the integration of religious and general education, the increase number of santri and regular funding from the government..</em></p> <table width="567"> <tbody> <tr> <td width="85"> <p><strong><em>Keywords</em></strong></p> </td> <td width="482"> <p><em>program implementation, nine-year basic education compulsory education program at salafiyah islamic boarding school, director general of islamic religion decision number: E/239/2001</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Tulisan ini bermaksud untuk menguraikan pelaksanaan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun di Pondok Pesantren Salafiyyah Ibnu Taimiyah Kebokura Sumpiuh Banyumas ditinjau dari Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam Nomor: E / 239 / 2001. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, subjek penelitiannya adalah pengasuh pondok pesantren, Ustadz dan Staff Tata Usaha (TU) serta santri. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pelaksanaan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun di Pondok Pesantren Salafiyah Ibnu Taimiyah baik, karena dari 11 kriteria yang terdapat dalam Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam Nomor: E / 239 / 2001 tentang penyelenggaraan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar pada Pondok Pesantren salafiyah Pondok Pesantren Salafiyah Ibnu Taimiyah&nbsp; sudah sesuai. Kemudian implikasi diterapkannya Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun di Pondok Pesantren Salafiyah Ibnu Taimiyah memberikan banyak dampak positif terhadap manajemen di Pondok pesantren tersebut, mulai dari ijazah pondok yang setara dengan pendidikan formal, integrasi pendidikan agama dan umum, peningkatan jumlah santri dan adanya sumber dana yang sudah pasti dari pemeintah.</p> Rifqi Abdul Rosyad ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2927 Fri, 31 May 2019 00:00:00 +0000 The Level of Statistics Critical Thinking Skills among Institute of Teacher Education in Malay Language Campus Students http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2751 <p>The purpose of this article was to explore the level of critical thinking and differences in critical thinking skills between student based on gender and their class. This study uses survey design and implemented on 103 students. The objectives of the study can be achieved through the use of an evaluation instrument related to critical thinking skills in the context of statistics. Objective results showed no significant difference in gender. There was no significant difference between all class. Overall this study provides the Institute of Teacher Education in Malay Language Campus a better understanding of the level of critical thinking skills for their&nbsp; Preparatory Program for Bachelor of Teaching students. There also have to take action about this skill and where these skills are being taught within the curriculum.</p> <p>&nbsp;</p> Mohd Afifi Baharudin Setambah, Norfadhilah Nasrudin, Roslina Suratnu, Haslinda Mohammad Saad, Sharizan Abdul Hamid ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2751 Fri, 31 May 2019 00:00:00 +0000 Manajemen Personalia Dalam Pemberdayaan Sekolah Di SMP Muslimin 5 Kota Bandung http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2756 <p><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Abstrak</span></span></strong></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Fakta-fakta di bidang program kerja di sekolah tidak berjalan mulus karena tugas dan tanggung jawab tidak diberikan kepada orang yang tepat. </span><span style="vertical-align: inherit;">Jadi ini akan memadamkan potensi guru lain yang memiliki keahlian di bidangnya. </span><span style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses kepegawaian di SMP Muslim 5 di Kota Bandung, dan menganalisis proses pemberdayaan sekolah sehingga pendidik dan staf pendidikan dapat mengasah keterampilan mereka di bidang mereka lebih dalam. </span><span style="vertical-align: inherit;">Hasil penelitian menunjukkan: 1) manajemen kepegawaian di SMP Negeri 5 Bandung Bandung didasarkan pada kebutuhan sekolah dan kebutuhan akan proses pembelajaran, hal-hal yang dilakukan tidak terlalu teoretis seperti perencanaan, pemilihan dan kontrak kerja; </span><span style="vertical-align: inherit;">2) Pemberdayaan sekolah didasarkan pada struktur organisasi yang telah membuat pemilihan dan pengangkatan guru dalam penempatan kerja tertentu yang dipertimbangkan dengan memperhatikan berbagai aspek, seperti lamanya layanan; </span><span style="vertical-align: inherit;">kualifikasi dan keterampilan pendidikan yang dimiliki; </span><span style="vertical-align: inherit;">dan 3) Dampak dari pemberdayaan sekolah berbasis struktur organisasi ini adalah untuk mengurangi kekosongan jam mengajar karena guru yang tidak dapat hadir hadir sehingga proses belajar mengajar terus menjadi efektif, efisien dan kondusif.</span></span></p> Inten Nurmalasari; Muhibbin Syah, MS ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2756 Fri, 31 May 2019 00:00:00 +0000 Manajemen Mutu Pendidikan Islam http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2928 <p><strong>Abstact</strong></p> <p>This study aims at offered to improve quality of Islamic education that is able to develop abilities optimally, and is able to establish the character and civilization of the school. Efforts to improve the quality of Islamic education are not at once, but also based on improving the quality of each component of education. The focus of management for improving the quality of education lies in the process or system of achieving the goals of the school organization itself. Management of improving the Islamic education quality in schools is an effort to improve the quality of Islamic education centered on school education itself, apply a set of techniques based on the availability of quantitative and qualitative data, and empower all elements of the school to sustainably increase capacity and the ability of school organizations to meet the needs of students and the community.<strong>Keywords: Education Management, Quality, and Islamic Education</strong>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tawaran bagi peningkatan mutu pendidikan Islam yang mampu mengembangkan kemampuan secara maksimal, dan mampu membentuk karakter dan peradaban di sekolah.</p> <p>Upaya peningkatan mutu pendidikan Islam tidak sekaligus, tetapi juga berdasarkan peningkatan mutu setiap komponen pendidikan. Fokus manajemen peningkatan mutu pendidikan terletak pada proses atau sistem pencapaian tujuan dari organisasi sekolah itu sendiri. Manajemen peningkatan mutu pendidikan Islam di sekolah adalah suatu upaya untuk meningkatkan&nbsp; mutu pendidikan Islam yang berpusat pada pendidikan sekolah itu sendiri, menerapkan sekumpulan teknik berdasarkan pada ketersedian data kuantitatif dan kualitatif, dan pemberdayaan semua unsur-unsur&nbsp; sekolah untuk secara berkelanjutan agar terjadi peningkatan meningkatkan kapasitas dan kemampuan organisasi sekolah untuk &nbsp;memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat.</p> <p>&nbsp;</p> Alfian Tri Kuntoro ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2928 Fri, 31 May 2019 00:00:00 +0000 Supervisi Kepala Madrasah untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/1938 <p>Faktor penting yang besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan adalah kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan. Kepala sekolah merupakan pimpinan tunggal di sekolah yang mempunyai tanggungjawab untuk mengajar dan mempengaruhi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan pendidikan di sekolah untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan sekolah. Kepala Sekolah dituntut untuk mampu memimpin sekaligus mengorganisir dan mengelola pelaksanaan program belajar mengajar yang diselenggarakan disekolah yang di pimpinnya. ( Mulyasa,2017),181. Menurut Pidarta&nbsp; (1998) yang mengutip pendapatnya Jones,<em>mengungkapkan</em> bahwa supervisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses administrasi pendidikan yang ditujukan terutama untuk mengembangkan efektivitas kinerja personalia sekolah yang berhubungan dengan tugas-tugas utama pendidikan .Dalam devinisi ini supervisi dipandang sebagai subsistem dari sistem administrasi sekolah .Sebagai subsistem ,supervisi tidak terlepas dari sistem administrasi yang juga menyangkut non-guru. Namun titik berat&nbsp; dari supervisi tersebut adalah perbaikan dan pengembangan kinerja profesional yang menangani para peserta didik .Melalui perbaikan dan pengembangan kinerja mereka,diharapkan usaha pembimbingan ,pengajaran dan pelatihan peserta didik juga dapat berkembang ; serta secara langsung dapat meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. (Mulyasa,2017),240. Menurut Purwanto (2004), dalam rangka meningkatkan profesionalsismenya, guru harus selalu berusaha untuk melakukan lima hal.(1) Memahami tuntutan standar profesi yang ada, (2) mencapai kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan, (3) membangun hubungan kesejawatan yang baik&nbsp; dan luas termasuk lewat organisasi. (4) mengembangkan etos kerja atau budaya kerja yang mengutamakan pelayanan bermutu tinggi kepada kontituen, (5).mengadopsi inovasi atau mengembangkan kreatifitas dalam pemanfaatan teknologi dan informasi mutakhir agar senantiasa tidak ketinggalan dalam kemampuannya mengelola pembelajaran. ( Ali Muhson ,2004), 95</p> Dwi Faiqoh ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/1938 Fri, 31 May 2019 00:00:00 +0000 Pemetaan Dan Peningkatan Mutu Pendidikan Pada SMP Bilingual Terpadu Junwangi Krian Sidoarjo http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2239 <p><em>The quality of education is a standard that must be maintained by educational institutions in Indonesia. Quality assurance of school is an education management business in maintaining the process of determining and fulfilling management quality standards on an ongoing basis so that producer consumers and other interested parties obtain satisfaction. The implementation of quality assurance, it is hoped that it will be able to create quality graduates. The quality assurance standards have been stipulated in Government Regulation Number 19 of 2005. SMP Bilingual Terpadu is an educational institution that has applied the education quality assurance system. In each semester, school managers try to map and improve the quality of schools. Improving the quality of education in SMP Bilingual Terpadu based on standard mapping results. The results of the mapping will be used as a basis for increasing the implementation and supervision of quality assurance at SMP Bilingual Terpadu Krian Sidoarjo.</em></p> Hasyim Asyari ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2239 Fri, 31 May 2019 00:00:00 +0000 Pengembangan Profesionalisme Guru dan Peningkatan Kualitas Pembelajaran http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2957 <p>Tulisan ini mengkaji tentang pengembangan profesionalisme guru dan peningkatan kualitas pembelajaran. Pengembangan profesionalisme adalah suatu keharusan bagi temaga pendidik yang dilandasi oleh: 1) sifat profesionalisme; 2) perkembangan pesat ilmu pengetahuan, teknologi dan seni; 3) paradigma pembelajaran seumur hidup, dan 4) tuntutan UU Nomor 14 Tahu 2005 tentang Guru dan Dosen. Terdapat beberapa alternatif kegiatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan profesionalisme, antara lain: melakukan studi lanjut, mengambil kursus yang relevan, refleksi diri secara teratur, mengembangkan diri melalui kegiatan akademik seperti seminar, lokakarya, pelatihan, &nbsp;pengenalan sekolah, melakukan penelitian, dan penerbitan artikel ilmiah.</p> Muh Muizzuddin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2957 Fri, 31 May 2019 00:00:00 +0000 Gaya Kepemimpinan Kyai http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2958 <p>Tulisan ini bertujuan untuk mengetahu model atau gaya kepemimpinan kehidupan kyai dan santri yang demikian besar membuat pesantren berfungsi multi dimensi: kyaitidak hanya berperan sebagai imam di bidang ubudiyah dan ritual upacara keagamaan saja, namun sering pula diminta kehadirannya untuk menyelesaikan perkara atau kesulitan yang menimpa masyarakat. Dalam kontek ini peran kyai semakin mengakar di masyarakat ketika kehadirannya di yakini membawa berkah. Keberadaan struktur dan gaya kepemimpinan kyai dalam hasanah dunia pesantren tetap berkesinambungan, karena kyai memliki jarring-jaring sosial yang terikat secara internal di kalangan pesantren maupun eksternal dengan dunia luar pesantren, meliputi jaringan genealogis, jaringan ideologis, jaringan intelektual, jaringan teologis dan jaringan spiritual. Gaya kepimpinan pesantren Melihat dari&nbsp; lintasaan&nbsp; sejarah,&nbsp; kebanyakan&nbsp; kepemimpinan pondok&nbsp; pesantren&nbsp; tradisional&nbsp; dipegang&nbsp; oleh&nbsp; keluarga&nbsp; yang memiliki&nbsp; golongan&nbsp; darah&nbsp; biru,&nbsp; hal&nbsp; ini membuktikan bahwa hanya dari golongan terdekatlah yang dapat menjadi pemimpin pesantren. Dari kebanyakan pesantren modern yang ada, sekarang&nbsp; ini cenderung&nbsp; masih&nbsp; mempergunakan&nbsp; gaya&nbsp; kepemimpinan&nbsp; yang mengarah&nbsp; kepada&nbsp; sistem&nbsp; tradisional,&nbsp; dan&nbsp; hal&nbsp; ini merupakan&nbsp; ciri dasar&nbsp; utama&nbsp; bagi&nbsp; pesantren,&nbsp; walaupun&nbsp; pada&nbsp; sisi&nbsp; lain mempergunakan gaya dan desain yang modern hal ini dibuktikan oleh beberapa pondok pesantren yang ada.</p> Muslichan Noor ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/article/view/2958 Fri, 31 May 2019 00:00:00 +0000