Abstract

Kehilangan tokoh bagi para pemuda muslim merupakan masalah ummat hari ini. Fenomena ‘dai muda’ yang meramaikan majelis ta’lim dengan penampilan yang tidak seperti dai pada umumnya adalah kabar yang menggembirakan. Mereka berdakwah dengan menggunakan ciri khas dan pendekatan yang berbeda tetapi dapat diterima oleh kelompok anak muda. metode dakwah yang lebih segar dan inovatif ini menjadikan dakwah lebih menarik. Penelitian ini mengungkapkan pengelolaan kesan seorang dai muda, bernama Ustad Handy Bonny dalam berdakwah. Penelitian ini menggunakan teori pengelolaan kesan (Impression Management) Erving Goffman dengan metode kualitatif pendekatan Dramaturgi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Ustad Handy Bonny melakukan pengelolaan kesan dengan baik menghasilkan citra yang baik dihadapan publik. Ia  menggunakan media sosial sebagai panggung dalam berdakwah dengan tema dan desain yang menarik. Ustad Handy Bonny juga berpenampilan “casual” sehingga dapat diterima oleh anak muda dengan mudah. Ia juga bertingkah laku dengan santun, santai, tidak menggurui, menggunakan bahasa yang ringan tetapi tetap menjaga etika dan kesopanan. Dengan mengetahui pengelolaan kesan pada da’i diharapkan pesan dakwah untuk menyeru ke jalan Allah bisa tercapai dengan baik.