Abstract

Realitas yang terjadi selama ini dan tidak dapat dihindari dalam hidup ini adalah interaksi dakwah. Manusia sebagai makhluk insani, melakukan interaksi dakwah adalah keniscayaan karena tanpa interaksi sosial antara sesama, maka hidup ini tidak akan dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, komunikasi dakwah antar sesama manusia sebuah keniscayaan yang terjadi. Kenyataan yang terjadi dalam hidup ini, semua  penganut agama secara otomatis mengemban misi dakwah sesuai dengan ajaran yang diyakininya. Sehingga semua penganut agama tidak terkecuali Islam,  terus berupaya menjelaskan ajaran agama yang diyakininya dengan tujuan agar orang lain dapat memahami sehingga interaksi dakwah tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan. Namun demikian upaya tersebut membawa konsekuensi logis. Palopo adalah salah satu kota administratif yang berada di wilayah Sulawesi Selatan, pada saat ini terdapat agama yang sah diakui oleh Negara menurut perundang-undangan yang berlaku, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu. Agama-agama inilah yang memerlukan komunikasi yang baik, perlu adanya interaksi positif sehingga terjalin komunikasi yang harmonis antara para pemeluknya masing-masing.