Abstract

This research is motivated by the fact that every society has the power that can be empowered. In reality, women’s empowerment can not be separated from the mass media. Media plays an important role in community development activities in addition to those factors that physically exists, the costs that are physically visible, and a program that systematically reads as a motor of an empowerment. Can not be denied that the media be a factor that plays a role in social change. The metodology used is a discourse analysis of Teun Van Dijk that include text analysis, social cognition and social analysis. The results of this study are in terms of thematic, news in Kompas on community empowerment more women are taking the theme of the spirit of environmental conservation, the management of waste into valuable goods and high economic value, the spirit of education for the rural women, education for the children of scavengers and businesses by empowering residents. In the schematic aspect, Kompas has a systematic scheme from the start the title, lead and mutually continuous body. In terms of semantics (meaning that will be emphasized), Kompas in its message emphasizing the importance of community empowerment. The characters are raised in rubric “sosok” is the inspiring figures are considered “essential” and interesting. From the aspect of syntax, Kompas taking shape, sentence structure with many uses elements of coherence, namely by using conjunctions to show that the attitude of painstaking, diligent, not easily discouraged and high social sensitivity is the foundation of community empowerment. From the stylistic aspects (choice of words) Kompas uses words that are universal, humanistic and not dry. In the aspect of rhetorical style repression by Kompas uses graphic elements to highlight or emphasize deemed important by using a full color photo or image be equiped complete biodata. From the aspect of the analysis of Social Cognition, can be dissected that reality carries the ideology of Journalists Kompas humanistic ideology. idealism Kompas journalist for the achievement of the mission that the mandate of the People’s Conscience. Kompas vision that promotes the vision of making transcendental humanism humanistic Kompas use language in presenting the facts to the reader. In speaking, Kompas does not use language that dry, formal, abstract and rational, but that involves feelings of intuition, and human emotions. From the aspect of social analysis, that ownership is held by a group or its members, in this case that directly or indirectly affect the discourse of empowerment is a character or figure, journalist, and editor of Kompas. In terms of “akses” (access) each group has access enabler respectively in disseminating the empowerment of communities through printed and electronic mass media. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa setiap masyarakat memiliki daya (potensi) yang dapat diberdayakan. Realitanya, pemberdayaan masyarakat perempuan tidak dapat dipisahkan dari media massa. Mediasangat berperan dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat di samping faktor orang-orang yang secara fisik ada, biaya yang secara fisik tampak, dan program yang secara sistematis terbaca sebagai motor dari sebuah pemberdayaan. Tidak dapat ditolak bahwa media menjadi faktor yang berperan dalam perubahan sosial masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana Teun Van Dijk yang mencakup analisis teks, kognisi sosial dan analisis sosial. Hasil penelitian ini adalah dari segi tematik, pemberitaan di Kompas tentang pemberdayaan masyarakat perempuan lebih banyak mengambil tema semangat pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah menjadi barang berharga dan bernilai ekonomi tinggi, semangat pendidikan untuk masyarakat perempuan desa, pendidkan untuk anak-anak pemulung dan bisnis dengan memberdayakan warga. Dalam aspek skematik, Kompas mempunyai skema yang sistematis dari mulai judul, lead dan body saling berkesinambungan. Dari sisi semantik (makna yang ingin ditekankan), Kompas dalam pemberitaannya menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat. Tokoh-tokoh yang diangkat dalam rubrik “sosok” adalah tokoh inspiratif dianggap “penting” dan menarik. Dari aspek sintaksis, Kompas memakai bentuk, susunan kalimat dengan banyak menggunakan elemen koherensi, yaitu dengan menggunakan kata penghubung untuk menunjukkan bahwa sikap telaten, tekun, tidak mudah putus asa dan sensitivitas sosial yang tinggi adalah landasan pemberdayaan masyarakat. Dari aspek stilistik (pemilihan kata) Kompas menggunakan kata-kata yang universal, humanistis dan tidak kering. Dalam aspek retoris, gaya penekanan yang dilakukan Kompas menggunakan elemen grafis untuk menonjolkan atau menekankan yang dianggap penting dengan menggunakan foto atau gambar full color  dilengkapi biodata lengkap. Dari aspek analisis Kognisi Sosial, dapat dibedah bahwa realitas ideologi Jurnalis Kompas mengusung ideologi humanistik. Idealisme jurnalis demi tercapainya misi Kompas yaitu “Amanat Hati Nurani Rakyat”. Visi Kompas yang mengutamakan visi humanisme transendental menjadikan Kompas menggunakan bahasa humanistis dalam menyajikan fakta kepada pembaca. Dalam berbahasa, Kompas tidak memakai bahasa yang kering, formal, abstrak dan rasional, tetapi yang menyangkut perasaan intuisi, dan emosi manusia. Dari aspek Analisis sosial, bahwa kepemilikan yang dimiliki oleh suatu kelompok atau anggotanya, dalam hal ini yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi wacana pemberdayaan masyarakat adalah tokoh atau sosok, wartawan, dan redaksi Kompas. Dari sisi akses (access) setiap kelompok pemberdaya mempunyai akses masing-masing dalam menyebarluaskan pemberdayaan masyarakat, baik melalui media massa cetak maupun elektronik.