Abstract

The novel of “Akulah Istri Teroris” is the 14th masterpiece from Abidah El Khalieqy as a man letter that raises the theme of terrorist wife life which is always stereotyped by society including for those who wear the veil. It results to them who are still trying in winning their rights as women. This novel is so attractive to be observed because it bases on the reality and most of people still do not it yet so that we can know about the ideology and discourse construction that wants to deliver by the author. This research used a qualitative research with discourse approach of Teun A. Van Dijk. Van Dijk divides it into three dimensions: Textual dimension that examines the structure of text, the view of social cognition, understanding and mental awareness of the author and also social context according to the discourse that grows among of society. The result shows that all the information within the sentences of the novel have coherence and unity so that it creates shape and meaning. In addition, all the information wrap with attractive and simple language style. Discourse analysis that developed by Van Dijk found that this novel becomes one of media for representing the condition of terrorist wife who always get the stigma from various complexities issues but these women show the reader about the fortitude and strength to raise them up from adversity. Novel “Akulah Istri Teroris” merupakan karya ke-14 dari seorang sastrawan Abidah El Khalieqy yang mengangkat tema kehidupan istri teroris yang selalu distereotipkan oleh masyarakat termasuk di dalamnya mereka yang menggunakan cadar. Sehingga mereka terus berusaha untuk merebut hak-haknya sebagai perempuan. Novel ini menarik untuk diteliti karena berdasarkan realitas yang terjadi dan belum banyak diketahui masyarakat  luas, sehingga dari sisi kita dapat mengetahui ideologi dan konstruksi wacana yang ingin disampaikan oleh pengarang.Penelitian ini menggunakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan pendekatan wacana Teun A. Van Dijk. Van Dijk membaginya kedalam tiga dimensi, yaitu dimensi teks yakni meneliti struktur dalam teks, kognisi sosial yang merupakan pandangan, pemahama dan kesadaran mental pengarang, dan konteks sosial yakni terkait wacana yang berkembang dalam masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap informasi dalam kalimat pada novel “Akulah Istri Teroris” adalah saling berhubungan dan memiliki unsur-unsur koherensi sehingga terbentuklah struktur wacana berupa bentuk dan makna. Selain itu informasi dikemas dalam gaya bahasa yang menarik dan sederhana. Tokoh digambarkan memiliki karakter yang kuat. Analisis wacana yang dikembangkan Van Dijk menemukan informasi bahwa novel “Akulah Istri Teroris” merupakan salah satu media untuk merepresentasikan tentang keadaan istri teroris yang selalu mendapat stigmatisasi dari berbagai rumitnya permasalahan yang terjadi, namun para perempuan ini memiliki ketegaran dan kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan.