Kritik Sosial-Politik dalam QS. Yusuf ayat 54-57:

Dara Humaira

Abstract


Tulisan ini menjelaskan tentang bagaimana penafsiran Hamka dan Sayyid Quthb terkait QS. Yusuf ayat 54-57 dan kritik sosial politik yang mewarnai dan menjadi salah satu ciri khas kedua tafsir ini, mengingat keduanya sama-sama berangkat dari sastra, pun juga memiliki pengalaman yang sama dan kondisi masyarakat yang hampir serupa. Kedua tafsir ini, berdasarkan informasi dari sumbersumber yang ada, diselesaikan oleh penafsir saat mereka berada di penjara. Ada beberapa poin penting terkait bagaimana keduanya mengungkapkan dan memaparkan persoalan politik dan sosial dalam QS. Yusuf 54-57 ini, pun juga perbedaan yang muncul antara kedua tafsir ini. Poin yang disampaikan adalah bahwa jabatan akan berarti jika diserta dengan tanggung jawab dan amanah, segala sesuatu akan dapat terselesaikan dengan tetap menjaga iman, kesabaran, menjaga kehormaatan, dan tentu saja berpegang pada ketentuan Allah, dst. Sedangkan perbedaan yang meneurut penulis sangat mencolok dalam hal penyampaian adalah bahwa Sayyid Quthb dapat dikatakan sebagai seseorang yang anti dengan sistem pemerintahan yang menindas, rakyat yang menjilat dll. Kalimat yang disampaikan sangat tegas dan secara eksplisit mengkritik sistem pemerintahan. Sedangkan Hamka menyampaikan nya dalam bentuk yang lebih sederhana dan cenderung implisit. Ke duanya menjadikan tafsir sebagai salah satu media untuk berdakwah sekaligus mengkritik pemahaman yang keliru.

This paper explains how the interpretation of Hamka and Sayyid Qutb is related to QS. Yusuf verses 54-57 and the social and political critique that characterized and became one of the characteristics of these two interpretations, since both are equally from literature, and also have similar experiences and similar societal conditions. Both of these commentaries, based on information from existing sources, are resolved by the interpreter while they are in prison. There are several important points concerning how both express and expose the political and social issues in the QS. Joseph 54-57, and also the differences that arise between these two interpretations. The point is that the title means that if it is accompanied by responsibility and trust, everything will be resolved while maintaining faith, patience, maintaining honor, and of course holding on to the provisions of God, and so on. While the difference that the author thinks is very striking in terms of delivery is that Sayyid Qutb can be regarded as someone who is anti with the oppressive government system, people who lick etc. Sentences are very clear and explicitly criticize the system of government. While Hamka conveyed her in a simpler form and tends to be implicit. Both make an interpretation as one of the media to preach and criticize the wrong understanding.

Kata Kunci: Hamka, al-Azhar, Sayyid Quthb, Fi Zhilal al-Qur’an.

 

Keyword: Hamka, al-Azhar, Sayyid Quthb, Fi Zhilal al-Qur’an.


Keywords


Hamka, al-Azhar, Sayyid Quthb, Fi Zhilal al-Qur’an.

Full Text:

PDF

References


Dzahabi, Husein al- . 2005. Al-Tafsir wa al-Mufassirun. Kairo: Dar al-Hadis.

Federspiel, Howard M.. 1996. Kajian Al-Qur’an di Indonesia dari Mahmud Yunus Hingga Quraish Shihab, (terj) Tajul Arifin. Bandung: Mizan.

Gusmian, Islah. 2002. Khazanah Tafsir Indonesia dari Hermeneutika hingga Ideologi. Jakarta: TERAJU

H,Usep Taufik. “Tafsir al-Azhar: Menyelami Kedalaman Tasawuf Hamka” dalam Jurnal al-Turas vol. XXI, No. 1, Januari 2015.

http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/al-turats/article/download/3826/2803 diakses tgl. 09/01/2017.

Hamka. 1983. Tafsir al-Azhar. Jakarta: PT. Pustaka Panjimas. Juz XIII-XIV

Hanafi, Hasan. 2007. Metode Tafsir dan Kemaslahatan Umat. Yogyakarta: Nawesea

Humaira, Dara dan Khairun Nisa. “Unsur I’tizali dalam Tafsir al-Kasysyaf: Kajian Kritis Metodologi al-Zamakhsyari” dalam Jurnal Maghza, vol. 1 No. 1, Januari-Juni 2016.

Pramono, Slamet dan Saifullah. “Pandangan Hamka tentang Konsep Jihad dalam Tafsir Al-Azhar”. Dalam http://jurnal.stainponorogo.ac.id/index.php/dialogia/article/download/291/246

Quthb, Sayyid. 2003. Tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an: Di Bawah Naungan Al-Qur’an. (terj.) As’ad Yasin dkk. Jakarta: Gema Insani Press.

Rahman,Yusuf. ”Akidah Sayyid Qutb (1906-1966) dan Penafsiran Sastrawi terhadap Al-Qur’an”. Jurnal Tsaqafah, vol. 7, No. 1, April 2011, dalam https://www.academia.edu/6747248/Makalah_Sayyid_Quthb

Toth, James. 2013. Sayyid Qutb: The Life and Legacy of a Radical Islamic Intellectual. New York: Oxford University Press. Dalam https://books.google.co.id/books?id=F7JoAgAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=sayyid+qutb&hl=en&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=sayyid%20qutb&f=false

Zuhdi, Nurdin. 2014. Pasaraya Tafsir Indonesia dari Kontestasi Metodologi hingga Kontekstualisasi. Yogyakarta: Kaukaba.




DOI: http://dx.doi.org/10.24090/mza.v2i2.2017.pp%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Maghza by http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/maghza/index is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Indexed by:

    
     
     


Flag Counter

View My Stats