Abstract

Tulisan ini mengkajipemikiran Al-Zamakhsyari dalam Kitab al-Kasysyaf sebagai salah satu kitab  tafsir yang dikarang pada era keemasan Islam. Kitab tafsir yang terdiri dari 4 jilid ini dianggap sebagai kitab bernuansa sastrawi yang i’tizali. Sehingga kitab ini di satu sisi mendapat kedudukan yang penting dalam perkembangan tafsir dan di sisi lain kitab ini juga mendapat hujatan karena unsur i’tizali yang mewarnai penafsirannya. Padahal, unsur i’tizali y ang terkandung dalam penafsirannya itu tidak terdapat di seluruh ayat al-Qur’an, tapi hanya berkisar pada ayat-ayat yang berkenaan dengan al-ushul al-khamsah. Meskipun demikian, hal tersebut sangat mempengaruhi penilaian ulama lain terhadap kitab tafsir yang dikarang atas permintaan kaum Mu’tazilah ini. Untuk itu, dalam artikel ini akan dibahas metodologi yang digunakan oleh al-Zamakhsyari dalam menafsirkan ayat al-Qur’an, khususnya corak i’tizali yang terkandung di dalam kitabnya. Artikel ini juga akan mem berikan gambaran di mana letak unsur i’tizali yang digunakannya serta bagaimana bentuk penafsiran al-Zamakhsyari yang menggunakan corak ini.