Abstract

Tulisan ini mengkaji pemikiran Syaikh Ahmad Mustafa Al-Maraghy. Ia adalah mufassir yang kupasan tafsirnya menggunakan pendekatan adab al-ijtima’iy (budaya, sosial kemasyarakatan). Pemikirannya dipengaruhi oleh para pendahulunya  seperti M. Abduh, M. Rasyid Ridha dan M. Mustafa al-Maraghy. Tafsir ini memiliki corak mederen dengan memandang bahwa al-Qur’an adalah bagian dari bukti kekuasaan dan tanda kebesaran Allah SWT. Membedah pintu tajdid secara luas dengan meninggalkan taklid buta. Kupasan kajiannya  menembus lapisan bawah - atas  sampai pejabatat tinggi. Pesan utamanya adalah kembali memurnikan ajaran al-Qur’an dengan meninggalkan bid’ah, takhayul dan khurafat.