Abstract

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji mengenai konsep Al-haya’ atau malu yang positif dalam perspektif Islam, beserta manfaat, dan solusi yang ditawarkannya bagi permasalahan yang terkait dengan kemunduran moral masyarakat. Peneliti juga akan memberikan benang merah yang menunjukkan kaitan antara al-hayâ’ dengan kondisi moral. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur. Rasa malu banyak dikenal melalui perspektif umum yang cenderung berkiblat kepada teori barat dan banyak dimaknai secara negatif khususnya mengenai efek dari sifat tersebut bagi individu yang memilikinya. Dalam perspektif Islam, Al-haya’ justru dimaknai sebagai sifat malu yang positif yang tidak merugikan pemilik sifatnya dan bahkan akan membawakan kepada kebaikan perilaku. Bangsa Indonesia sejak dahulu telah dikenal dengan rasa malunya, namun belakangan terlihat bahwa rasa malu yang ada kian meluntur. Artikel ini akan mengungkap konsep malu yang positif dari perspektif Islam beserta manfaat dan solusi yang ditawarkan bagi permasalahan moral yang dihadapi oleh bangsa.