Abstract

Adanya suatu perbedaan di dunia adalah suatu hal yang mutlak. Dan seringkali adanya perbedaan, terlebih perbedaan agama, membuat orang atau kelompok saling berseteru. Telah banyak sejarah yang menceritakan tentang hal itu. Namun berbeda dengan ini, ada jamaah islam dan jemaat kristen yang tempat peribadatannya saling berdampingan namun mereka tetap berrelasi dengan baik. Kami mencoba meneliti pola keberagamaan apa yang mereka pakai. Kami menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi dan observasi. Dari penelitian panjang yang kami lakukan maka kami mendapatkan kesimpulan bahwa jama’ah masjid Al-Ikhlas menerapkan cara berteologi yang eksklusif, dan jemaat gereja menerapkan tipe teologi inklusif monistik.