Abstract

Ritel merupakan sektor industri yang sangat populer dan sudah mendominasi kehidupan masyarakat Indonesia turun-temurun sejak dahulu kala. Ditandai dengan tersebarnya warung dan toko kelontong di hampir tiap daerah, mulai dari pelosok hingga kota besar. Industri ini tumbuh dan berkembang sedemikian cepat seiring dengan pertambahan laju penduduk. Industri ini juga semakin populer sejak masuknya ritel modern di Indonesia. Dua perusahaan nasional yang bergerak di bidang ritel jaringan minimarket modern yaitu PT. Indomarco Prismatama dengan nama merek dagang terkenalnya yaitu Indomaret dan PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk dengan nama merek dagang terkenalnya Alfamart merupakan dua pemain besar di industri ritel minimarket Indonesia dan selalu berusaha mempertahankan kelangsungan bisnisnya melalui persaingan yang cukup ketat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis model persaingan bisnis berdasarkan lima aspek utama yang disebut Lima Kekuatan Bersaing.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima aspek yang mempengaruhi kekuatan bersaing tersebut meliputi ancaman dari pendatang baru (threat of new entrants) industri ritel selain Indomaret dan Alfamart di Purwokerto ini bersifat sedang, ancaman dari produk pengganti (threat of substitute products) bersifat cukup kuat, kekuatan tawar-menawar dari pemasok (bargaining power of suppliers) bersifat sedang, kekuatan tawar-menawar dari pembeli (bargaining power of buyers), dan persaingan kompetitif di antara anggota industri (rivalry among competitive firms) keduanya bersifat kuat.