Abstract

Ada sekelompok anak jalanan yang tinggal di sebuah perkampungan yang bernama Kampung Dayak di mana mereka berada di jalanan bertujuan untuk mencari uang dengan cara mengamen demi membantu perekonomian orang tua mereka. Mereka pun berbeda dan cenderung memiliki akhlak yang lebih baik dibandingkan anak jalanan pada umumnya. Hal ini bisa diketahui di antaranya ketika waktu salat Magrib tiba, mereka berduyun-duyun pergi ke musala setempat untuk melaksanakan salat Magrib berjama’ah dan setelah selesai salat mereka pun mengaji di TPQ Tombo Ati Kampung Dayak Purwokerto Selatan. Hasil dari penelitian ini menunjukan dan menggambarkan bahwa akhlak yang ditanamkan oleh TPQ Tombo Ati kepada para anak jalanan meliputi akhlak kepada Allah, akhlak kepada sesama manusia, dan akhlak kepada alam/lingkungan. Untuk menanamkan akhlak tersebut digunakan metode keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, dan pemberian perhatian/pengawasan. Dari keempat metode tersebut, metode pembiasaan mendominasi untuk digunakan dan pemberian nasihat mendapat perhatian lebih. Karena, hal dasar yang lebih dibutuhkan bagi anak-anak jalanan tersebut ialah pembangunan mental dan hal ini dapat dicapai di antaranya melalui pemberian nasihat secara intensif.