Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan ditenggarai menjadi salah satu sumber permasalahan sosial yang berpotensi sangat merusak ditengah-tengah masyarakat yaitu ditandai dengan munculnya orang berilmu akan tetapi memiliki moralitas dan tanggung jawab sosial yang buruk. Persoalan itulah yang coba dijawab melalui tulisan ini yang merupakan konsepsi bangunan keilmuan ideal yang harus dimiliki oleh setiap orang. Sintesa epistimologi ilmu pengetahuan menurut al-Faruqi yang memiliki tesis berupa prinsip dasar Islamisasi pengetahuan adalah kesatuan tuhan, kesatuan alam, kesatuan kebenaran dan pengetahuan, kesatuan hidup, dan kesatuan umat manusia, dan kuntowijoyo menwarkan methodological objectivism, seraya menolak methodological secularism dengan membawa alternatif ilmu sosial profetik. Dari persinggungan pemikiran kedua tokoh tersebut diharapkan menjadi alternatif solutif dari persialan ilmu dan moralitas pemiliknya belakangan ini.