Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan wacana tentang bagaimana menjadikan konsep epistemologi yang ditawarkan oleh Ibnu Khaldun sebagai alat untuk mengembangkan pendidikan Islam yakni dengan menjadikan indera, akal dan wahyu sebagai sumber pengetahuan.Wahyu (Al-Qur’an dan Al-Hadits) inilah yang seharusnya menjadi landasan bagiindera dan akal dalam pengembangan pendidikan Islamsehingga kemaslahatan umat baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi dapat tercapai, pendidikan Islam yang mampu mencetak para ilmuwan sekaligus ulama sebagai pemimpin umat. Paradigma yang bisa digunakan dalam pengembangan pendidikan Islam berkaitan dengan epistemologi Ibnu Khaldun tersebut, di antaranya dengan mengaitkan antara “ilmu umum” dan ilmu agama bahkan menanamkan pemahaman bahwasannya semua ilmu bersumber dari Allah sebagai Yang Maha Memberi Ilmu dengan prinsip bahwa proses perolehan pengetahuan hakekatnya adalah untuk kebaikan bagi dirinya dan bagi umat serta dengan mendasarkan proses pendidikan kepada al- Qur’an dan Hadits sebagai pedoman dalam pengembangan ilmu.